
2 minggu berlalu Petra masih bertahan dengan aktingnya meyakinkan Seyla jika ia menerima perjodohan ini.Semakin hari Petra semakin bisa menyesuaikan dirinya dengan Seyla.Ia mulai terbiasa dengan sifat Seyla yang genit serta agresif padanya.Tapi Seyla tak menyadari jika hal ini hanya kepura-puraan Petra.Seperti pagi itu di kantor,tepatnya ruang tempat Petra bekerja ia selalu menempel pada Petra.Meski Petra tidak meresponnya tapi ia juga tidak menolaknya.
"Sayang,besok hari libur khan,mau tidak kita jalan-jalan berdua?"tanya Seyla sambil memeluk Petra yang duduk di kursinya dari belakang.
"Lihat saja nanti,aku sibuk atau tidak!"jawab Petra.
"Apa mungkin kamu di hari libur masih bekerja?"tanya Seyla manja.
"Kamu tahu sendiri khan sesibuk apa aku sebagai pimpinan perusahaan!"sahut Petra.
"Ya sudah kabari aku kalau kamu bisa ya!"seru Seyla.
Setelahnya Seyla pergi dari ruangan Petra menuju ke ruangannya.Saat Petra sudah tak lagi melihat keberadaan Seyla di sekitar ruangannya,dia menghubungi seseorang menanyakan tentang perkembangan penyelidikannya.
"Bagaimana penyelidikannya!"ucap Petra dengan orang yang berada di ujung telepon.
"Beres Tuan,saya sudah menemukan beberapa bukti yang membuat Tuan terkejut karenanya!"ucapnya.
"Baiklah,nanti kita bertemu di tempat biasa dan aku ingin melihat hasilnya!"seru Petra.
"Baik,Tuan."jawabnya singkat.
Kemudian Petra menutup panggilan teleponnya.Ia kembali berkutat dengan laptopnya untuk menyelesaikan semua pekerjaan kemudian pergi bertemu dengan orang bawahannya yang sempat dihubungi tadi.Cukup singkat waktu yang ia butuhkan untuk menyelesaikan tugas-tugas kantornya dan ia segera beranjak meninggalkan kantor menuju tempat yang dijanjikan.20 menit perjalanan ia tempuh untuk sampai ke tempat tersebut dan di sana telah duduk seorang pria yang dihubunginya tadi.Sesekali pria tersebut menoleh ke kanan dan ke kiri mencari keberadaan seseorang.Tentu saja setelah melihat Petra dari kejauhan,pria tersebut berdiri dan menundukkan kepala saat Petra telah berada dihadapannya.
"Selamat siang,Tuan!"sapa orang tersebut.
"Maaf telah membuatmu lama menunggu!"ucap Petra.
"Tidak masalah,Tuan!"jawab pria itu.
"Oya Tuan,ini semua berkas-berkas yang Tuan minta dan semua sudah dipastikan kebenarannya.Silahkan Tuan periksa!"tambahnya.
__ADS_1
Petra kemudian mulai membaca saat ia telah menerima berkas-berkas tersebut.Salah satu hal yang membuatnya terkejut ternyata Seyla mempunyai hubungan darah dengan Ardi dan ini membuatnya mulai curiga.Menurut keterangan yang di bacanya Seyla merupakan adik sepupu dari Ardi.Beberapa keterangan juga menyebutkan jika ia telah beberapa kali berhubungan dengan pria dengan status elit dan membuat perusahaan mereka pailit dalam waktu singkat.
"Apa ini juga ada hubungannya dengan saham Hendra yang berada di mana-mana?"tanya Petra pada bawahan yang di utusnya.
"Benar Tuan,dari informasi yang saya dapatkan awalnya Tuan Hendra hanya seorang pengusaha kecil dan dalam waktu hanya satu tahun saja ia bisa memiliki beberapa saham yang cukup fantastis di beberapa perusahaan besar!"terangnya.
"Jadi apa menurutmu dia juga akan melakukan hal yang sama dengan perusahaanku?"tanya Petra.
"Sepertinya iya Tuan!"sahutnya.
"Baiklah akan aku baca lagi berkas ini.Sekarang kamu boleh pergi,terima kasih untuk informasinya!"ujar Petra.
Pria tersebut kemudian pamit undur diri kepada Petra.Dalam kegalauannya Petra masih memikirkan rencana yang tepat untuk membuka siasat dari ayah dan anak itu.Ia memutuskan untuk bekerja sama dengan salah seorang korban Seyla demi mendapatkan rekaman suara tentang pengakuan Seyla.Lalu Petra menemui seorang pria yang bekerja paruh waktu di suatu cafe yang cukup jauh dari restoran itu.Awalnya ia memesan secangkir cappucinno dan sepotong kue untuk teman makannya tetapi ia meminta karyawan yang bernama Rey yang mengantarkannya.Saat itu seseorang yang bernama Rey tidak merasa curiga sedikit pun karena ia pikir teman kerjanya yang sekedar menyuruh.Tanpa pikir panjang dia langsung mengantarkan pesanan sesuai nomor meja yang tercantum pada pesanan yang dikirimnya.
"Maaf Tuan,ini pesanan Anda!"ucapnya sambil menaruh pesanan Petra itu.
"Boleh kita bicara sebentar?"seru Petra tiba-tiba.
"Ada apa Tuan?"tanya Rey.
"Benar Tuan tapi saya sudah lama mengalami kebangkrutan karena kebodohan saya!"sahut Rey.
"Baiklah kalau begitu,silahkan duduk saya sedang membutuhkan bantuan Anda!"ucap Petra sopan.
"Baik Tuan.Apa yang bisa saya bantu?" tanya Rey.
"Begini,apa Anda mengenal Seyla anak dari Pak Hendra?"tanya Petra.
"Apalagi yang dia mau dari saya?masih kurang dia menghancurkan hidup saya?"serunya murka sambil menggebrak meja kafe.
"Tenanglah Tuan,saya bukan orang suruhannya tapi saya akan jadi korbannya selanjutnya!"jelas Petra menenangkan.
__ADS_1
"Apa maksud Anda?"tanya Rey.
"Ya,saat ini Seyla sedang mendekati saya dan saya butuh bantuan Anda untuk mencari bukti bahwa Seyla memang menjadikan saya korban berikutnya.Saya minta kerja sama Tuan dan sebagai imbalan saya akan memberikan dana sebagai modal Tuan untuk bangkit lagi!"tawar Petra.
"Apa Anda tidak takut saya akan mengkhianati Anda?"tanya Rey.
"Saya percaya dengan Anda,terlebih apa Anda tidak ingin membalas perlakuannya kepada Anda?"balas Petra sambil tersenyum.
"Benar yang Anda katakan.Saya memang ingin membalasnya tapi saya tidak memiliki kekuatan untuk melakukannya."jelasnya lemah.
"Maka dari itu mari kita bekerja sama!"ucap Petra sambil mengulurkan tangannya.
"Baiklah saya terima permintaan Anda!"sahutnya sambil menjabat tangan Petra.
Mereka kemudian membicarakan mengenai rencana untuk membongkar niat busuk Seyla dan ayahnya.
Bahkan beberapa orang yang pernah menjadi korbannya juga saat ini tengah mengejarnya karena beberapa diantaranya telah kembali meniti karirnya di dunia bisnis.Setelah Petra mendiskusikan tentang siasatnya menjebak Seyla,lalu ia kembali ke kantor untuk mengambil beberapa berkas perusahaan yang tertinggal di ruangannya.Sesampainya di kantor Petra langsung menuju ruangannya,tetapi sebelum ia masuk ke dalam,sayup-sayup terdengar seseorang seperti menggeledah isi ruangan.Ia mengintip sedikit ke dalam ruangannya dan melihat Seyla tengah sibuk mencari-cari sesuatu di laci,rak buku hingga di atas mejanya.Perlahan Petra menarik dirinya dari sana dan kembali keluar menunggu Seyla di luar.Ia akan berpura-pura tidak mengetahui apa-apa.Ia mencoba berbicara dengan stafnya agar Seyla tidak tahu jika Petra telah memergokinya.Setelah sekian lama menggeledah isi ruangan Petra,Seyla lalu keluar untuk kembali ke ruangannya.Tetapi di tengah jalan ia bertemu Petra dan merasa terkejut dengan kehadiran Petra.
"Sa,sayang...kamu baru datang?"tanyanya terkejut.
"Iya ada urusan di luar!"seru Petra datar.
"Oh gitu,ya sudah aku kembali ke ruanganku dulu!"pamitnya.
"Oya mulai besok kamu tak usah datang ke kantor lagi!"seru Petra membuat Seyla terkejut.
"Kenapa sayang?apa aku punya salah sehingga kamu memecatku?"rengeknya.
"Ah tidak,hanya saja kita jadi tidak profesional kalau kerja satu kantor.Masa iya aku mempekerjakan calon istri sebagai sekretaris,apa kata orang!"bujuk Petra pura-pura manis.
"Oke,Sayang,tapi aku boleh khan menemui kamu di sini?"tanyanya lagi
__ADS_1
"Boleh,tapi jangan terlalu sering juga ya karena kamu tahu sendiri kesibukanku sekarang!"seru Petra
Seyla hanya mengangguk senang mendengar ucapan Petra.Namun sesungguhnya tidak tahu apa rencana Petra di balik sikap manisnya.