Biarkan Aku Mencinta

Biarkan Aku Mencinta
Bab 22 Rey beraksi


__ADS_3

Pagi itu Petra yang akan pergi ke kantor mendapatkan telepon dari seseorang.Petra yang sudah berada di dalam mobil bersiap untuk mengemudikan mobilnya mengurungkan niatnya.Petra mengambil ponselnya dan menerima panggilan telepon dari Rey.Saat membaca nama Rey tertera di layar ponselnya,Petra bergegas mengangkatnya.


"Halo Rey!"sahut Petra.


"Halo Tuan,hari ini saya akan melaksanakan tugas saya!"ucap Rey memberi kabar.


"Baiklah Rey,sebaiknya kamu berhati-hati!"saran Petra.


"Tenang saja Tuan,kali ini saya tidak akan ceroboh dan di bodohi lagi!"yakin Rey dengan senyum terkembang di bibirnya.


"Oke Rey,lakukan!"sahut Petra.


Setelah mendapat telepon dari Rey,Petra kembali bersemangat lagi.Harapannya semoga rencana ini berjalan lancar dan ia bisa mendapatkan bukti konkret dari Rey mengenai Seyla.


Waktu menunjukkan pukul 11 siang.Sebelumnya Rey telah menyelidiki mengenai kebiasaan Seyla untuk mengetahui waktu yang pas menemui Seyla seakan-akan semua hanya sebuah kebetulan.Seperti yang ia ketahui pada hari ini dan jam ini Seyla selalu melakukan quality time bersama seorang sahabatnya.Awalnya Rey pura-pura memesan makanan di sebuah restoran mahal tempat Seyla bertemu sahabatnya.Ketika melihat Seyla duduk seorang diri ia kemudian pura-pura mencari tempat duduk dan menyapanya saat telah melewati meja Seyla.


"Hai,Seyla!"sapa Rey.


"Rey!bagaimana kamu bisa di sini?"tanya Seyla kaget.


"Kebetulan lagi cari makan saja!"ucapnya santai sambil menghidupkan perekam suara di ponselnya dan memberi kode kepada seorang pelayan restoran untuk merekam gambar mereka.


"Sanggup kamu bayar restoran mahal begini?"hina Seyla.


"Anggap saja aku lagi dapat lotre setelah pengkhianatanmu dulu!"seru Rey dengan penekanan di setiap katanya.


"Siapa suruh kamu mudah di bohongi!"hina Seyla lagi.


"Memang waktu itu aku buta tapi aku sekarang sudah tahu kelicikanmu.Pasti sudah banyak korban-korban kepalsuanmu itu!"sahut Rey.


"Ha ha ha...Memang semua pria bodoh mudah di rayu dan memberikan semua kepada wanita sempurna sepertiku!"ucap Seyla dengan tertawa renyah.


"Sepertinya kamu punya sasaran baru ya!"tebak Rey.


"Ya begitulah.Seorang pengusaha muda yang lagi naik daun pemilik cabang perusahaan Mandala Grup.Ayahnya seorang pemimpin perusahaan utama Mandala Grup dengan mudahnya percaya kepadaku untuk menjadikanku menantunya."sombong Seyla.

__ADS_1


"Kamu masih tetap akan menghabiskan harta mereka seperti perlakuanmu padaku dulu?"tanya Rey dengan senyum sinisnya.


"Tentu saja,mana bisa aku melewatkan harta di depan mata!"sahut Seyla.


"Masih saja licik seperti dulu.Aku berharap kamu tidak jatuh dalam rencanamu sendiri!"seru Rey sambil terus berlalu dari hadapan Seyla.


"Hey,mau ke mana kamu?"teriak Seyla.


"Kenapa?rindu padaku?"goda Rey setelah mematikan perekam di ponselnya.


"Enak saja,aku tidak mau dengan orang miskin sepertimu!"umpat Seyla.


"Lihat saja nanti siapa yang lebih miskin!"sahut Rey.


Kemudian Rey meninggalkan restoran tersebut menuju parkiran dan pergi menaiki motornya.Ia pun telah mendapatkan rekaman videonya saat bersama dengan Seyla dari salah satu pegawai restoran yang sengaja ia bayar untuk membantu rencananya.Setelah mendapatkan bukti tersebut Rey menuju kantor Petra dan mengirim semua file yang ia simpan di ponselnya kepada ponsel Petra.Seperti janji Petra sebelumnya,Rey diberikan modal usaha untuk memulai bisnisnya lagi.Dengan uang itu Petra berharap Rey bisa bangkit untuk membangun perusahaan kecil dan membesarkan lagi dengan kerja kerasnya.


"Ini sesuai janjiku!aku harap kamu bisa bangkit membangun bisnis lagi!"seru Petra sambil mengulurkan tangannya dan menaruh koper berisi uang yang dijanjikan di atas meja.


"Mengapa Anda begitu baik dengan saya dan Anda juga memberi banyak uang yang tak sebanding dengan pekerjaan saya yang hanya begini saja?"tanya Rey bingung.


"Apa yang saya janjikan akan saya penuhi.Menurut saya bantuan kamu ini sangat berarti bagi saya.Terlebih lagi saya ingin kamu bisa membesarkan perusahaanmu dan mari bersaing di dunia bisnis secara sportif!"ajak Petra untuk membangkitkan semangat Rey.


Mereka saling menatap dan melempar senyum pertemanan sekaligus persaingan dalam bisnis.Rey berpamitan kepada Petra untuk pulang dengan membawa koper berisi uang di dalamnya pemberian Petra barusan.Ia menjalankan motornya memecah jalanan untuk sampai ke rumahnya.Kini tinggal Petra yang berada di kantor sambil memegang seluruh bukti yang ada dan Petra akan memulai aksinya untuk membongkar kelicikan Seyla dan ayahnya.Saat ini ia tinggal menunggu waktu yang tepat dan luang untuk melaksanakan rencananya.Ia mengatur siasat agar Seyla tidak merasa curiga kepadanya dan akhirnya dia akan membuka rencana Seyla di depan keluarga Seyla dan keluarganya.


Di hari yang sama Petra menemui Putri dan menjelaskan kejadian yang sebenarnya sambil membawa serta bukti-bukti untuk meyakinkan Putri bahwa Petra tidak pernah bermaksud mempermainkannya.Awalnya Putri merasa ragu dengan pengakuan Petra,tetapi setelah melihat bukti dan mendengar percakapan antara Rey dan Seyla,ia pun mulai mempercayai Petra.


"Aku akan selalu bilang bahwa aku hanya mencintaimu bukan yang lain!"ucap Petra sambil menggenggam tangan Putri dan menatapnya penuh cinta.


"Maafkan aku yang terlalu buta karena rasa cemburu!"ungkap Putri menyesal.


"Jadi kamu mengakui nih kalau kamu cemburu?"goda Petra.


"Ya,ya,gimana ya,aku,aku...!"ucap Putri salah tingkah.


"Tuh khan,susah ngakuinnya!"sahut Petra kesal.

__ADS_1


"Sudah pulang sana aku mau kerja!"usir Putri.


"Teganya usir kekasih sendiri!"rengek Petra.


"Memang kamu tidak kerja apa?masa jam kerja bosnya malah keluyuran begini?"Seru Putri.


"Bos khan bebas Non!"kata Petra.


"Namanya bos harus jadi contoh baik buat bawahannya.Jangan seenaknya sendiri!"sela Putri.


"Iya calon Bu Bos!terima kasih atas nasehatnya!"sahut Petra.


"Si dingin bisa bucin ya ternyata!"ejek Putri.


"Oh jadi mulai bisa menggoda ya!"ucap Petra.


"Habis dulu cuek banget,eh sekarang jadi bucin!"tambah Putri.


"Khan belum ketemu pawangnya kalau sekarang khan sudah ada pawangnya!"goda Petra sambil mencolek dagu Putri.


"Sudah balik sana ke kantor.Cari uang yang banyak buat modal nikah!"titah Putri.


"Jadi sudah setuju nih nikah sama aku?"tanya Petra girang.


"Ya lihat dulu seberapa serius kamu ajak aku nikah.Yang paling penting selesaikan dulu urusanmu dengan Seyla!"ucap Putri santai.


"Oke Tuan Putri,tapi jangan lupa ya janjinya!setelah masalah selesai kita nikah!"seru Petra.


"Ngebet banget ngajak nikah.Memang sanggup Pak Bos nafkahin aku?"seru Putri usil.


"Aku siap lahir batin!"yakin Petra.


"Ya sudah kamu balik gih ke kantor aku masih banyak kerjaan nih!besok deadline nih!"seru Putri panik.


"Ya sudah aku balik dulu ya Cinta,bye!"pamit Petra.

__ADS_1


"Iya bye!"sahut Putri singkat.


Petra pun pergi dari kantor Putri setelah berpamitan.Putri masih tersenyum simpul melihat tingkah Petra yang berubah 180⁰ dari awal mereka berkenalan.Dia hanya bisa menggelengkan kepala dan menghela napas panjang melihat petra yang mulai bucin padanya.


__ADS_2