Biarkan Aku Mencinta

Biarkan Aku Mencinta
Bab 24 Penyesalan seorang ayah


__ADS_3

Setelah kepulangan mereka dari rumah Seyla,Revan langsung menuju kamarnya.Nadia tahu jika suaminya itu sangat kecewa dan marah mengetahui hal ini,jadi ia membiarkan suaminya untuk sendiri di dalam kamar.Petra pun tak banyak berkata dan langsung menuju kamarnya.Sedangkan Nadia duduk di sofa ruang tengah sambil menghibur diri dengan menonton televisi.Sesaat kemudian salah satu asisten rumah tangganya datang menghampirinya.


"Nyonya,apa Nyonya mau sesuatu?"tawar asisten rumah tangga tersebut.


"Iya Mbak,tolong buatkan saya jus jeruk dan tolong ambilkan biskuit saja!"pinta Nadia.


"Baik,Nyonya!"jawab asisten rumah tangga tersebut sambil beranjak menyiapkan apa yang di minta oleh majikannya.


Asisten rumah tangga tersebut menaruh pesanan majikannya dihadapan Nadia.


"Ini,Nyonya.Saya permisi dulu!"pamit asisten rumah tangga itu usai menyiapkan apa yang telah di minta oleh majikannya di atas meja.


"Iya Mbak,terima kasih ya!"balas Nadia.


"Sama-sama Nyonya!"ucap wanita itu sambil meninggalkan majikannya di sana.


Nadia menikmati jus dan biskuit yang di sediakan masih dengan menatap layar kaca televisinya.Dengan santai,suap demi suap ia memasukkan biskuit ke dalam mulutnya dan menghabiskan segelas jus jeruk dihadapannya.Setelah menghabiskan semuanya,ia membawa bekas makanan dan minuman itu ke tempat cuci piring agar bisa di cuci oleh asisten rumah tangganya kemudian ia masuk ke dalam kamarnya.Di sana sang suami masih termenung di depan jendela kamar sambil menatap keluar jendela.Nadia memutuskan untuk berganti pakaian lalu akan mencoba bicara pada Revan setelahnya.Sampai ia keluar dari kamar mandi,Revan masih terdiam di depan jendela dan menatap keluar rumah dari jendela kamarnya.Nadia mencoba mendekatinya dan mulai membuka obrolan dengannya.


"Kamu kenapa Pa?"tanya Nadia.


Revan masih terdiam dan belum mau berkata-kata.

__ADS_1


"Kamu kalau ada yang dipikirkan jangan di simpan sendiri!coba berbagi biar bisa lebih tenang!"bujuk Nadia.


"Aku tak pernah menyangka Ma,bisa seperti ini kejadiannya!"sahut Revan.


"Mana ada yang tahu juga Pa.Kalau tidak salah Seyla itu saudara sepupu Ardi lho Pa!"seru Nadia memberitahu.


"Ardi?"tanya Revan dengan mengernyitkan dahinya.


"Iya,Ardi yang waktu itu ke sini saat pernikahan Miranda gagal dan dia yang ternyata menjadi dalang penyekapan Brian!"jelas Nadia.


"Apa mereka sengaja melakukan ini untuk balas dendam?"tanya Revan.


"Kamu banyak tahu tentang mereka tapi tidak kasih tahu aku?"ucap Revan kesal.


"Aku sudah kenal kamu Pa,Mana mungkin kamu mau dengar kalau tidak ada bukti,iya khan?"tuduh Nadia.


"Benar juga katamu!"sesal Revan.


"Aku juga mencari tahu bagaimana sifat calon menantuku termasuk Brian juga.Aku mempercayai Brian karena dia hampir mirip dengan Petra.Jiwa bersaingnya,ketekunannya dan rasa kasih sayangnya dan aku yakin Brian bisa menjaga Miranda!"tambah Nadia.


"Miranda!"ucap Revan menyesal saat menyebut nama anak perempuannya tersebut.

__ADS_1


"Kamu merindukannya,khan?sudah jangan membohongi hatimu sendiri!"tebak Nadia.


Revan hanya menoleh ke arah istrinya dan terkejut mendengar istrinya menebak dengan benar isi hatinya.


"Aku tahu karena aku juga orang tuanya Pa,aku sama sepertimu sangat merindukan Miranda tapi aku membiarkan kalian seperti ini bukan karena aku mau tapi aku ingin kalian menyadari sendiri apa isi hati masing-masing!"jelas Nadia.


"Apa dia tak pernah menghubungimu?"tanya Revan.


"Setiap hari,Miranda juga sepertinya sama sepertimu Pa,suka memendam isi hatinya.Dia ingin bertanya tentang keadaanmu tapi seperti mulutnya terkunci saat ingin mengatakannya."seru Nadia.


"Benarkah itu?"ucap Revan.


"Kamu tanyakan saja padanya sendiri!siapa tahu ia mau kembali ke rumah ini!"sahut Nadia.


Revan hanya bisa terdiam mendengar ucapan Nadia.Memang semua ucapan Nadia ada benarnya juga.Miranda dan dirinya memang memiliki watak keras kepala dan mudah marah.Apalagi kalau mereka masing-masing sudah merasa benar sendiri,hanya saja Revan tak pernah mau menyelidiki kebenarannya sedangkan Miranda harus mendapatkan fakta yang sebenarnya dengan apa yang terjadi.Miranda juga mempunyai firasat tinggi sehingga dia tidak mudah begitu saja percaya orang.Tidak seperti Revan yang terlalu mempercayai orang hingga tanpa sadar ia telah dibodohi.Nadia berharap dengan saran yang diberikan tadi hubungan ayah dan anak itu bisa membaik lagi.


Beberapa hari berlalu,Revan mulai sedikit melupakan kejadian itu,tapi kontrak kerja dengan Hendra ia putuskan secara sepihak dan ia tidak mempedulikan harus membayar kerugian yang cukup besar karenanya.Ia tak ingin lagi berhubungan dengan ayah dan anak itu.Meski telah melupakannya namun rasa kesal dan marah masih menyelimuti hatinya saat melihat wajah mereka di hadapan matanya.Dengan terbongkarnya semua itu perusahaan Petra bisa terselamatkan dari ancaman kebangkrutan.Petra juga sudah kembali bekerja seperti biasa dan ia merasa senang karena sekarang tidak ada lagi yang mengganggu hubungannya dengan Putri.Setiap hari Petra memberi kabar kepada Putri dan sebaliknya Putri juga terkadang menghubungi Petra lebih dulu.Tetapi meski begitu mereka tetap menjadi rival dalam bisnis.Mereka tetap profesional membangun perusahaan mereka sendiri dan mereka bersaing secara sportif di dunia bisnis.Di luar pekerjaan mereka adalah kekasih tapi jika di dalam bisnis mereka adalah petarung yang siap untuk bersaing.


Di sisi lain Rey sedang membangun bisnisnya kembali dari hasil dana pemberian Petra waktu itu.Dengan kerja kerasnya sedikit semi sedikit perusahaannya mulai bangkit kembali.Kini ia lebih berhati-hati dalam menerima orang baru terlebih lagi untuk urusan asmaranya.Rey tidak ingin mengulangi kebodohan yang sama sehingga membuatnya hancur tak bersisa.Ia juga ingin membuktikan kepada Seyla jika ia bisa kembali sukses melebihinya.Hinaan yang ia dapatkan saat bertemu dengan Seyla saat itu menjadi cambukan keras baginya untuk kembali bergelut di dunia bisnis.Semangat dari Petra pun menjadi pelopor dirinya bisa mengembangkan perusahaannya ke dunia internasional.Hingga saatnya ia telah mencapai kesuksesan dia akan kembali menjadi sang Elang yang bisa terbang tinggi mengelilingi cakrawala luas.Semua yang ia dapatkan juga merupakan do'a dari kedua orang tuanya yang selalu mendukungnya.Dia juga telah membeli sebuah rumah yang cukup mewah untuk kedua orang tuanya dan memutuskan untuk tinggal bersama dengan kedua orang tuanya.Sebagai anak tunggal hanya Rey lah harapan bagi kedua orang tuanya untuk menggantungkan hidup di usia senja.Hanya satu keinginan mereka yang belum terwujud yaitu melihat Rey berkeluarga dan memiliki keturunan.Tetapi mengingat hal yang telah lalu membuat Rey masih takut untuk membuka hatinya untuk seorang wanita.Apalagi ia di kecewakan bukan hanya secara mental tetapi juga finansial.Ia lebih protektif terhadap wanita yang mendekatinya.Dia akan mencari tahu tentang latar belakang keluarganya,pekerjaannya,riwayat percintaannya dan semua yang menyangkut tentang wanita tersebut.Bahkan dia tidak ingin berdekatan dengan wanita yang ia anggap agresif dan suka mencari perhatian darinya karena hal itu membuatnya mengingat Seyla.


Di tempat lain Seyla sedang merengek kepada Hendra ayahnya agar pernikahannya dengan Petra bisa tetap berjalan seperti keinginannya.Seyla memaksa ayahnya untuk berusaha mencari cara agar pernikahan tersebut tidak di batalkan.Tapi hal ini tidak mungkin ayahnya lakukan.Jangankan untuk memohon pada Revan,kontrak bisnisnya saja telah diputuskan sepihak oleh Revan.Ini berarti Revan telah marah besar kepada mereka.Baginya sangat sulit untuk kembali membujuk Revan dengan keadaan seperti ini karena Hendra tahu sekeras kepala apa Revan itu.Terlebih lagi Petra yang dari awal tidak menyukai putrinya tersebut tidak akan suka dengan hal ini.Sudah pasti Petra juga akan menolak permintaannya dan dengan semua rencana licik yang telah terbongkar mana mungkin seseorang akan mudah memaafkannya.Permintaan Seyla membuatnya semakin pusing saja dan ia justru meninggalkan Seyla di rumah sedangkan dirinya pergi untuk mencari udara segar di luar rumah.Teriakan Seyla yang memanggilnya tak ia hiraukan karena jika tidak pasti Seyla akan semakin menjadi meminta banyak hal yang belum tentu bisa ia penuhi.Di dalam mobilnya Hendra merenunginya,mungkin Seyla sangat penuntut kepadanya karena dari kecil ia telah di manjakan.Terlebih saat istrinya meninggal,Seyla seperti kurang kasih sayang dari seorang ibu sebab ia tak ingin menikah lagi setelah kepergian istrinya karena sakit.Baginya ia dapat membesarkan putrinya seorang diri tetapi ternyata ia salah bagaimana pun juga putrinya butuh kasih sayang dan perhatian lebih yang tidak bisa ia berikan saat dirinya sibuk bekerja.

__ADS_1


__ADS_2