
Keesokan paginya,Miranda,Brian,Petra dan Putri bangun pagi sekali dan mempersiapkan diri untuk pergi berlibur bersama.Mereka sibuk dengan persiapan masing-masing dan Putri masih harus pulang ke rumahnya untuk mempersiapkan keperluannya dan Petra.Mereka pamit pulang sebentar dan akan kembali saat mereka sudah siap untuk bepergian.Setelah selesai mempersiapkan keperluannya dan Brian,Miranda segera menemui Brian untuk meminta bantuan mengangkat barang bawaannya ke dalam bagasi mobil.Brian pun segera melakukan apa yang Miranda minta lalu mereka berdua menunggu kedatangan Petra dan Putri yang sedang mempersiapkan keperluan berliburnya.Rencananya mereka berlibur selama 2 hari di sana.Sekembalinya dari liburan di pantai yang mereka pilih sebagai tujuan liburan kali ini,mereka akan kembali dengan aktifitas masing-masing.
Tak beberapa lama kemudian Petra dan Putri kembali ke rumah mereka.
"Kak,sudah siap?"tanya Petra.
"Sudah dari tadi sih."sahut Miranda.
"Ayo kita berangkat keburu siang nanti kepanasan lho pas sampai pantainya!"ajak Putri.
"Ayo cepat!"sahut Miranda dengan antusias.
Mereka segera menuju mobil masing-masing dan segera melajukan mobilnya menuju tempat tujuan mereka.Mereka sengaja membawa mobil masing-masing takutnya tiba-tiba ada keperluan mendadak yang membuat salah satunya harus pulang lebih dulu dari yang lain.
Setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang,akhirnya mereka sampai di tempat tujuan dan terlebih dahulu mereka memesan kamar di salah satu hotel di sana.Setelah menaruh barang bawaan di dalam kamar hotel tempat mereka menginap,Putri dan Miranda langsung menuju pantai yang berada tidak jauh dari hotel tempat mereka menginap meninggalkan suami mereka di belakang.
"Hah,kalau para wanita bertemu pasti lebih asyik dengan dunianya sendiri."keluh Petra.
"Kita sebagai suami harus bisa memahami mereka."sahut Brian.
"Hmm...kapan giliran kita yang dipahami Kak?"gerutu Petra.
"Sebagai pria kita wajib mengayomi Petra,jangan menyesali apa yang menjadi pilihan kita."saran Brian sambil menepuk pundak Petra dan melempar senyumnya.
"Iya Kak."sahut Petra singkat.
__ADS_1
Brian memang lebih berpikir dewasa dari Petra yang memang lebih berambisi.Brian bisa mengerti Miranda karena ia berpikir Miranda adalah tanggung jawabnya sekarang dan ia telah memilih Miranda sehingga ia harus menerima segala kelebihan dan kekurangannya.Baginya Miranda bersedia disisinya saat ini merupakan hadiah terbesar dihidupnya.
Seharian penuh Miranda dan Putri bermain-main di tepi pantai sambil menikmati hembusan angin yang bertiup.Mereka juga bermain air pantai yang bergulung-gulung ketepian pantai.Mereka tampak senang menikmati liburan ini dan sesaat kemudian Petra dan Brian bergabung bersama mereka berdua menikmati liburan ini.Berpasang-pasang mata melihat ke arah mereka dengan pandangan iri sekaligus terpesona.Bagaimana tidak,dengan wajah mereka yang cantik dan tampan mempesona membuat para pengunjung lain merasa mereka pasangan yang sempurna.Saat Miranda dan Putri ingin kembali berjalan berdua,suami mereka masing-masing tiba-tiba menggandeng tangan mereka.Rupa-rupanya para suami itu merasa cemburu dengan kedekatan para istri yang melupakan mereka saat jalan berdua.
"Sudah cukup jalan sama Kak Miranda,sekarang giliran kita jalan berdua!"ajak petra memaksa.
"Ih,sama Kakak sendiri saja iri."sahut Putri.
"Iya Sayang,mengapa kamu melupakan aku saat bersama Putri?"rajuk Brian.
"Bagus dong,aku dekat dengan Putri,toh kita sudah sering berdekatan begini khan."sahut Miranda.
"Jadi kamu bosan berdekatan denganku?"gerutu Brian.
"Ya sudahlah kalau itu maumu."ucap Brian pasrah.
"Lagipula memangnya hanya kalian berdua saja yang mau liburan.Kita ini pasangan masa iya aku mesra-mesraan dengan Kak Brian?tidak lucu kalau begitu!"sungut Petra.
"Ya jangan begitu juga kali,masa kamu sudah berubah haluan Sayang."goda Putri.
"Ih,kamu itu.Aku selamanya akan cinta sama kamu."tegas Petra.
"Iya,iya.kami percaya kalau Petra si dingin sudah berubah menjadi Petra si bucin."ledek Miranda.
"Apa Kakak ini ikut-ikutan saja."gerutu Petra.
__ADS_1
"Biarin,memang kenyataannya begitu kok."sahut Miranda.
"Sudahlah,kita kesini untuk liburan bukan untuk bertengkar."lerai Brian.
Setelahnya mereka berjalan berpasang-pasangan menuju restoran yang berada di lantai 2 hotel tempat mereka menginap.Perut mereka mulai keroncongan karena belum makan sejak datang di sana pagi tadi.Mereka memesan beberapa menu makanan yang tersedia di restoran tersebut.Setelah berhasil menghabiskan makanan yang tersedia di atas meja mereka pergi ke kamarnya masing-masing untuk beristirahat.
Hingga malam hari mereka masih betah berada di dalam kamar.Mungkin selepas perjalanan jauh tadi mereka langsung bermain-main seharian sehingga rasa lelah semakin terasa.Malamnya Putri pamit untuk keluar sebentar untuk mencari angin.Awalnya Petra mengijinkannya tetapi setelah kepergian Putri,ia pun menyusul istrinya itu.Putri yang berada di luar hotel sambil menatap langit malam itu yang dipenuhi oleh bintang bertaburan dan bulan sabit yang seolah melengkungkan senyuman menikmati malam yang indah ini dengan perasaan gembira.Petra yang sedari tadi mencari keberadaannya lalu melihat istrinya itu sedang memandang ke atas langit dan karena rasa penasaran yang tinggi ia menghampiri Putri dan ikut menatap langit malam itu.
"Kamu suka lihat bintang dan bulan itu?"tanya Petra yang berhasil membuat Putri terkejut.
"Indah bukan?Sudah lama aku tak merasakan perasaan setenang ini."serunya.
"Aku juga.Aku lebih sering menghabiskan waktu berada di kantor dan terlalu larut dalam pekerjaanku.Berkat kamu aku bisa melihat keindahan ini."ungkap Petra.
"Seharusnya kita harus berterima kasih pada Kak Miranda yang merencanakan liburan ini."saran Putri.
"Iya,memang dia selalu tahu apa yang aku butuhkan di sela kesibukanku.Ia orang yang bisa mengerti aku selain kamu."tegas Petra.
"Karena memang wanita itu peka akan perasaan orang lain."jelas Putri.
"Aku sangat beruntung memiliki kalian semua."ungkap Petra sambil memeluk istrinya yang masih menatap langit di atas mereka.
Setelah puas mengagumi keindahan langit malam itu,mereka berdua kembali ke dalam kamar dengan berjalan beriringan dan bergandengan tangan layaknya sepasang kekasih yang tengah di mabuk cinta.Mereka layaknya pasangan yang tengah bulan madu dan menikmati setiap moment yang ada.Saling memandang dan menatap seolah mereka tidak ingin kehilangan satu sama lain.Di mata mereka seakan saling mengungkapkan perasaan cinta yang tidak bisa keluar langsung dari mulut mereka tetapi mereka ungkapkan dengan cara mereka sendiri.Perjuangan mereka untuk mendapatkan cintanya seakan terbayar ketika mereka bisa saling mencintai dan mengasihi seperti ini berharap rasa cinta mereka abadi sepanjang hidup mereka nanti.
Hari itu mereka tutup dengan beristirahat di kamar dan esok mereka masih akan melanjutkan liburannya lagi di sana.Mereka berencana untuk berbelanja beberapa barang sebagai oleh-oleh mereka kepada orang tua masing-masing.Sebelum berbelanja pastinya mereka akan kembali berwisata di area tempat liburan itu hingga mereka merasa puas dan tidak akan melewatkan moment menyenangkan bersama-sama.Berharap besok langit akan cerah dan suasana mendukung untuk mereka jalan-jalan seperti hari ini.Menghabiskan waktu mereka selama liburan dengan hati yang bahagia.
__ADS_1