
Kedatangan Brian dan Miranda di tempat tersebut menjadi perhatian banyak tamu yang hadir.Mereka datang dengan Miranda menggandeng lengan Brian sedangkan Brian memeluk pinggang ramping istrinya tersebut.Semua tamu bisa melihat dan menduga jika mereka berdua adalah pasangan.Wajah cantik nan putih serta berkharisma milik Miranda di padukan dengan wajah tampan nan bersih serta berwibawa milik Brian menjadi paduan sempurna di malam itu.Miranda dan Brian menghampiri klien mereka yang mengadakan pesta saat itu.
"Selamat ya Tuan,Nyonya atas ulang tahun pernikahan kalian.Semoga selalu diberikan kesehatan dan kesuksesan di masa depan!"seru Miranda kepada pemilik acara saat itu sambil mengulurkan tangannya sebagai ucapan selamat.
"Terima kasih Anda berdua berkenan hadir di acara kami ini,kami sungguh sangat bahagia!"ucap tuan yang mengadakan acara tersebut.
"Oya,saya mohon maaf atas ketidakhadiran adik saya di sini karena ia baru saja menikah dan masih dalam masa bulan madu!"terang Miranda.
"Kami sudah paham kok.Jadi bagi kami tidak masalah toh Anda juga hadir mewakilinya!"ucap nyonya pemilik acara.
"Terima kasih atas pengertian Tuan dan Nyonya."sahut Brian.
Mereka akhirnya sedikit berbincang-bincang kemudian mencoba berbaur dengan tamu yang lain.Tanpa mereka sadari sepasang mata sedang mengawasi mereka dengan senyum penuh kelicikan diwajahnya.Sepertinya ia tengah merencanakan sesuatu yang tidak terduga kepada Miranda dan Brian.Apa rencana yang di buatnya?
Miranda dan Brian masih asyik menemui tamu lain dan berbincang-bincang dengan mereka.Sementara seseorang sedang menyiapkan rencana untuk mencelakai mereka berdua.Kemudian Brian berpamitan untuk ke kamar mandi terlebih dahulu dan meninggalkan Miranda di sana dengan tamu yang lain.Saat Brian tidak berada di sana,pria yang sejak tadi mengamati Miranda dan Brian mencoba mendekati Miranda.
"Hai,Cantik!apa kabar!"sapa pria itu yang ternyata adalah Ardi.
"Ardi!mengapa kamu ada di sini,?"seru Miranda terkejut.
"Menurutmu apa yang sedang aku lakukan di sini?pastinya sama sepertimu!"seru Ardi sambil terus mendekati Miranda.
"Apa yang mau kamu lakukan padaku?"tanya Miranda khawatir.
"Kenapa kamu takut denganku?"tanya Ardi dengan senyum liciknya.
Miranda terus mundur saat Ardi terus mendekatinya dan Ardi semakin maju mendekati Miranda sedangkan Miranda semakin mundur ke belakang dan tanpa Miranda sadari tepat selangkah lagi ia mundur maka ia akan tercebur ke dalam kolam renang.Dan saat Ardi kembali maju.Miranda mundur dan kemudian tercebur ke dalam kolam renang.
"Byurr..."bunyi Miranda saat tercebur ke dalam kolam renang.
__ADS_1
Ardi tertawa puas melihatnya tanpa berniat untuk membantu Miranda keluar dari kolam tersebut.Sekembalinya Brian dari kamar mandi ia terkejut melihat keramaian di depannya dan berlari untuk mengetahui apa yang tengah terjadi.Dan saat ia mengetahui Miranda tercebur ke dalam kolam renang,tanpa pikir panjang Brian melompat ke dalam kolam untuk mengeluarkan Miranda yang terlihat kesulitan bernapas.
"Miranda!"teriak Brian sambil melompat ke dalam kolam untuk menolong Miranda.
Mengetahui nama majikannya di panggil,kedua pengawal yang berjaga di luar segera masuk ke dalam.Mereka memang tidak mengetahui pasti apa yang terjadi dengan majikannya tersebut.Ardi yang mengetahuinya segera kabur dari sana setelah melihat 2 orang pria tinggi tegap dengan badan kekar menghampiri Miranda saat Brian berteriak menyebut nama Miranda.Brian menggendong Miranda yang pingsan di dalam pelukannya dan segera berlari ke mobilnya.Brian memerintahkan pengawalnya untuk segera mengemudikan mobilnya menuju rumah sakit terdekat.Tak beberapa lama mereka telah sampai di rumah sakit dan Brian segera berlari menuju ruang perawatan agar istrinya segera mendapat pertolongan medis.Saat Miranda dilarikan ke unit ICU membuat Brian cemas tidak menentu.Dengan memakai pakaian yang basah karena berusaha menolong Miranda ia menjadi pusat perhatian orang di rumah sakit.Tetapi ia tidak mempedulikan hal itu karena saat ini yang terpenting baginya adalah nyawa Miranda.Brian mondar-mandir di depan ruang perawatan sambil menunggu dokter yang memeriksa Miranda keluar ruangan hingga ia lupa untuk menghubungi yang lain.Dia tidak bisa berpikir jernih saat itu karena ia takut akan kehilangan Miranda.
Satu jam berlalu,dokter keluar dari ruangan perawatan Miranda dan tanpa banyak berpikir Brian langsung mendekati dokter tersebut.
"Bagaimana keadaan istri saya Dok?"tanya Brian khawatir.
"Baik Tuan,Nyonya Miranda bahkan sudah siuman dan tidak ada luka parah didirinya hanya syok saja!"jelas dokter.
"Apa saya bisa menemuinya?"seru Brian.
"Silahkan Tuan,kalau begitu saya permisi dulu!"pamit dokter tersebut.
"Sama-sama Tuan."sahut dokter itu sambil pergi meninggalkan Brian di sana.
Brian langsung menemui Miranda yang masih terbaring di ranjang rumah sakit.Wajahnya yang cantik tampak lemah karena masih mengalami syok akibat kejadian tadi.
"Aku lupa belum menghubungi Papa dan Mama!"ucap Brian sambil mengambil ponsel di sakunya.
"Jangan,biarkan mereka tidak tahu hal ini!"larang Miranda dengan suara lemah.
"Mengapa mereka tidak boleh tahu?"tanya Brian.
"Aku tidak mau mereka khawatir!"sahut Miranda.
"Baiklah kalau itu maumu.Oya ada apa sebenarnya hingga kamu bisa tercebur ke dalam kolam itu?"selidik Brian.
__ADS_1
"Ardi!"jawab Miranda singkat.
"Ardi?ada apa dengan Ardi?"desak Brian.
"Ia menemuiku saat kamu ke kamar mandi dan ia mencoba terus mendekatiku tetapi aku takut sehingga aku semakin berjalan mundur hingga aku tercebur ke dalam kolam!"jelas Miranda.
"Lalu mengapa kamu tak berteriak memanggil pengawal saat tau Ardi mendekatimu?"tanya Brian lagi.
"Aku tidak ingin membuat kehebohan di sana lagipula aku berpikir ia tak akan berani bertindak macam-macam padaku saat banyak orang tetapi aku terlalu takut padanya!"jelas Miranda.
"Sudahlah jangan dipikirkan lagi.Maaf aku lalai dalam menjagamu!"seru Brian menyesal.
Brian memeluk Miranda dengan hangat dan mencoba menenangkannya.Tubuh Miranda sedikit menggigil karena pakaiannya basah oleh air kolam tadi.
"Sebaiknya kita cepat pulang sebelum kamu benar-benar sakit karena kedinginan!"ajak Brian.
Miranda hanya mengangguk menjawab ajakan Brian.Brian pun segera menyelesaikan administrasinya kemudian menggendong Miranda memasuki mobilnya menuju rumahnya.Sesampainya di rumah Miranda segera membilas dirinya dengan air hangat kemudian berganti pakaian dan tidur,lalu giliran Brian yang membilas diri dan berganti pakaian kemudian tidur di sisi Miranda sambil memeluknya.
"Kamu sudah tidur Sayang?"tanya Brian.
"Belum!"jawab Miranda.
"Setahuku kamu bisa berenang mengapa kamu sampai hampir tenggelam?"tanya Brian lagi.
"Karena gaun yang ku pakai dan sepatu yang merepotkan itu jadi aku kesulitan untuk bergerak!"sahut Miranda.
"Baiklah sekarang istirahatlah.Aku akan menemanimu di sini!"ujar Brian menenangkan.
Malam itu mereka tidur dengan saling berpelukan untuk menghilangkan rasa dingin di tubuh mereka.Brian mulai cemas dengan adanya kejadian ini.Ia akan semakin ketat menjaga Miranda agar Miranda tak lagi mengalami kejadian-kejadian yang bisa mengancam nyawanya seperti ini.Brian begitu menyesal membiarkan orang yang ia cintai sampai mengalami hal seperti ini.Dia tidak pernah menyangka sedikit pun bahwa Ardi bisa berbuat seperti itu pada Miranda.Sepertinya Ardi paham betul jika Miranda masih mengalami trauma saat melihatnya sehingga hanya dengan mendekati Miranda pasti Miranda akan ketakutan karenanya.
__ADS_1