
Paginya Miranda dan Brian sudah siap dengan pakaian kerja masing-masing.Hari ini mereka akan berangkat kerja bersama-sama.Sebelum berangkat tak lupa mereka sarapan pagi terlebih dahulu baru mereka berangkat ke kantor.
"Sayang,nanti kamu tunggu aku di kantor ya!"pinta Brian.
"Iya,tapi jika nanti kamu pulang telat biar aku pulang bersama-sama pengawalku saja."jelas Miranda.
"Hari ini aku tak ada meeting penting kok jadi aku masih bisa jemput kamu di kantor."terang Brian.
"Baiklah,kamu hati-hati di kantor juga karena tidak menutup kemungkinan kamu juga akan menjadi sasaran kejahatan pelaku penganiayaan pada Petra."jelas Miranda.
"Kamu tenang saja,aku akan waspada kali ini."sahut Brian.
"Aku hanya tidak ingin kamu terluka."seru Miranda khawatir.
"Iya aku tahu kekhawatiranmu.Aku akan jaga diri baik-baik demi kamu dan calon anak kita."seru Brian meyakinkan Miranda.
"Baiklah tapi tetap saja aku ingin kamu membawa pengawal saat berada di luar kantor agar aku bisa merasa tenang!"pinta Miranda.
"Baiklah Sayang."sahut Brian.
Setelah selesai berbincang-bincang mereka kemudian berpisah tepat di luar kantor Petra.Miranda pun segera masuk ke dalam di ikuti beberapa pengawal yang menjaganya sedangkan Brian segera beranjak dari sana menuju kantornya.
Dalam perjalanan Brian menuju kantornya,ia di ikuti sebuah mobil misterius dari belakang tetapi ia menyadarinya sejak kepergiannya dari kantor Miranda.Ia segera mencoba melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi untuk menghindari mobil tersebut.Untung saja jalanan saat itu masih sepi karena hari masih pagi sehingga ia bisa dengan leluasa mengebut dan berhasil menghindari mobil yang mengintainya tadi.
"Sepertinya apa yang dikatakan Miranda benar adanya.Aku harus lebih berhati-hati lagi saat ini."gumam Brian.
Ia segera melanjutkan perjalanannya menuju kantor yang sudah dekat dari tempatnya bersembunyi dari mobil yang mengintainya tadi.
Sesampainya di kantor,Stenley sudah berada di depan ruangannya dan memberitahukan jadwalnya pada hari ini.Dan tidak ada jadwal penting yang harus ia hadiri hari ini sehingga seharian ini ia akan berada di kantor.
"Bagaimana dengan kabar pencarian pelaku penganiayaan terhadap Petra?"tanya Brian pada Stenley.
"Masih abu-abu Pak."seru Stenley.
"Terus cari kebenarannya dan segera tangkap dia jika sudah ditemukan!"titah Brian.
"Baik Pak."sahut Stenley.
__ADS_1
Setelah pembicaraan itu,Stenley segera melaksanakan perintah atasannya tersebut.Brian yang berada di dalam kantornya masih sibuk dengan berkas-berkas di atas mejanya yang perlu ia periksa.Namun ia masih penasaran dengan mobil yang membuntutinya pagi tadi dan ia semakin yakin bahwa dia akan menjadi sasaran berikutnya setelah Petra.Pikirannya menjadi terbagi dua antara pekerjaan dan urusan pribadinya.
Di kantor cabang Mandala Grup,Miranda sedang tenggelam dalam berkas-berkas yang Petra tinggalkan di atas meja.
"Lumayan nih pekerjaan kali ini."gumam Miranda.
"Permisi Bu!"seru asisten Petra.
"Ya,masuk!"sahut Miranda.
"Maaf Bu,ada yang mencari Ibu!"jelas asisten Petra.
"Tolong tanyakan apa kepentingannya!jika tidak ada yang penting sampaikan permohonan maafku jika aku tidak bisa menemuinya."terang Miranda.
"Baik Bu."sahut asisten Petra kemudian berlalu dari hadapan Miranda untuk menyampaikan pada tamu tersebut apa yang Miranda katakan tadi.
Tak beberapa lama kemudian asisten Petra kembali dan menyampaikan apa yang orang itu katakan.
"Maaf Bu,beliau bilang jika beliau adalah teman Pak Petra.Beliau bernama Rey,Bu!"seru asisten Petra.
Asisten Petra kemudian pergi dan melaksanakan apa yang Miranda suruh.
"Selamat pagi Nyonya!"sapa Rey saat telah berada di dalam ruangan Miranda.
"Selamat pagi Tuan Rey,silahkan duduk!"sambut Miranda.
Rey pun duduk di sofa diruangan Miranda.Tanpa banyak bicara Miranda langsung bertanya kepada Rey untuk maksud kedatangannya ke kantornya.
"Apa yang membawa Tuan Rey datang kesini?"tanya Miranda.
"Saya mendengar tentang berita kecelakaan yang menimpa Tuan Petra.Saya dengar ini sebuah tindak kejahatan yang sengaja dilakukan oleh seseorang,benarkah?"tanya Rey penasaran.
"Benar Tuan,tapi kalau boleh saya tahu Anda ini ada hubungan apa dengan Petra?"tanya Miranda.
"Kami berteman sejak saya membantu Tuan Petra membongkar kelicikan Sheila waktu itu."jelas Rey.
"Oh jadi Anda yang membantunya?"seru Miranda.
__ADS_1
"Benar Nyonya,saya hanya ingin membantu mengungkap siapa dalang di balik ini semua."tegas Rey.
"Kami sudah merencanakan siasat untuk menangkap pelakunya Tuan.Jadi kami hanya ingin Tuan ikut berpartisipasi dalam rencana kami dengan tidak menceritakan hal yang sebenarnya kepada orang lain jika Petra sudah sadar."jelas Miranda.
"Jadi Tuan Petra sudah siuman?"tanyanya lagi.
"Benar Tuan,tapi tolong jaga rahasia ini!"pinta Miranda.
"Baik Nyonya."sahut Rey singkat.
Setelah perbincangan itu,Rey pamit pergi dari kantor Petra.Miranda melanjutkan pekerjaannya setelah kepergian Rey.Seharian Miranda sibuk dengan pekerjaan hingga makan siang ia makan di ruang kerjanya dan hingga sore tiba baru lah ia menghentikan pekerjaannya.Seperti pesan Brian sebelumnya,Miranda menunggu Brian di lobi kantor untuk menjemputnya dan saat Brian sudah menjemputnya baru lah mereka pulang bersama ke rumah.
Sesampainya di rumah,mereka berdua segera mandi dan berganti pakaian,lalu pergi ke rumah sakit untuk menjenguk Petra.Setelah selesai bersiap mereka langsung menaiki mobilnya dan bergegas menuju rumah sakit tempat Petra di rawat.Sesampainya di sana,mereka langsung berjalan masuk menuju ruang perawatan Petra.Mereka melihat Putri berada di sana dengan kedua orang tuanya.
"Selamat sore semua!"sapa Miranda.
"Selamat sore!"jawab mereka serempak.
"Bagaimana kabar Petra Put?"tanya Miranda kepada Putri.
"Sudah jauh lebih baik Kak,tapi dia baru saja tertidur karena habis minum obat."jelas Putri.
"Syukurlah kalau begitu,lalu apa ada kendala dengan kesehatannya?"tanya Miranda lagi.
"Tidak Kak,hanya saja ia mengeluh pusing dan saat aku menanyakan kepada dokter ternyata itu hal yang wajar terlebih dia terluka di bagian kepala."jelas Putri.
"Tapi,saat kutanyakan mengenai kejadian itu,ia tidak dapat mengingat kejadiannya.Yang ia ingat dia sedang mengawasi proyek kemudian ia merasa ada yang memukul kepalanya kemudian ia tidak dapat melihat apapun,semua tampak gelap seketika."terang Putri.
"Aku tidak menyangka ada orang yang berbuat senekat ini padanya."ucap Miranda heran.
"Entahlah Kak,saat ini yang aku pikirkan hanya kesehatan suamiku saja Kak."tegas Putri.
"Iya memang sebaiknya begitu.Untuk urusan lainnya kita serahkan pada Papa Revan saja."sahut Miranda.
Putri hanya mengangguk kecil sambil menatap Petra yang terbaring di atas ranjang rumah sakit dengan perban dikepalanya.Baginya ia tidak mau tahu urusan lainnya.Yang ia inginkan saat ini Petra kembali pulih seperti sedia kala.
Hari itu kondisi Petra sudah stabil dan jika kondisinya semakin baik lagi,dapat dipastikan ia akan pulang ke rumah lebih cepat.Hanya saja ia belum diperbolehkan untuk bekerja karena khawatir akan mempengaruhi kesehatannya jika ia belum benar-benar pulih.Mendengar kondisi Petra yang semakin membaik membuat keluarganya bisa merasa tenang sekarang.Semua berharap agar Petra segera pulang dan berkumpul lagi dengan keluarganya.Demikian dengan Putri,istrinya itu sudah tidak sabar untuk kembali berbincang dengan suaminya yang romantis dan manja itu.
__ADS_1