Biarkan Aku Mencinta

Biarkan Aku Mencinta
Bab 53 Kebahagiaan seutuhnya


__ADS_3

Seminggu setelah kelahiran Daren,Miranda mulai kembali bekerja di kantor dengan membawa Daren dan seorang baby sitter untuk menjaga putranya tersebut.Untung saja kamar di dalam ruangan itu sudah di sulap sedemikian rupa sehingga nyaman untuk Daren selama ikut bekerja dengan Miranda.Miranda juga sudah menyiapkan ASI untuk Daren di lemari pendingin di dalam kamar pribadinya ketika nanti ia tinggal meeting sehingga baby sitternya hanya butuh menghangatkan kembali saja,lalu bisa langsung diberikan kepada Daren.Perhatian juga tak lupa Miranda berikan untuk putranya tersebut di sela-sela kesibukannya bekerja.Bahkan saat memiliki waktu luang,Miranda juga menyusui anaknya secara langsung.Ia hanya akan menggunakan botol susu jika ia sibuk atau sedang ada meeting penting.Membagi waktu dengan putranya yang masih bayi adalah sesuatu keharusan bagi Miranda karena dia tidak mau melewatkan moment penting tumbuh kembang putranya tersebut.


2 bulan setelah kelahiran Daren,di rumahnya Putri tengah mengalami kontraksi seperti yang dialami Miranda sebelumnya.Hanya saja bedanya saat Miranda mengalami kontraksi,Miranda sedang berada di jalan menuju rumah sakit untuk memeriksakan kandungannya.Namun Putri mengalami kontraksi saat tengah malam dan saat itu ia tengah tertidur di kamar bersama dengan Petra.Petra pun di buat kalang kabut karenanya,terlebih lagi hari masih malam sehingga ia bingung harus melakukan apa.Ia pun bergegas menyiapkan mobil dan perlengkapan persalinan untuk Putri dan segera membawanya ke rumah sakit terdekat.Tak lupa terlebih dahulu Petra memberi tahu mertuanya bahwa ia akan mengantar istrinya tersebut ke rumah sakit.Ibu dan ayah Putri ikut panik dan segera mengikuti Petra menuju rumah sakit.


Setelah sampai di rumah sakit tujuannya,Putri segera dilarikan ke ruang bersalin untuk segera ditangani oleh dokter.Petra dan kedua orang tua Putri menunggu di luar ruangan dan sesaat kemudian suara tangis bayi dari dalam ruangan bersalin terdengar hingga luar ruangan.Semua orang bersyukur atas kelahiran anak Putri,demikian pula dengan Nadia dan Revan yang baru datang setelah kelahiran bayi dari Putri dan Petra.Setelah membersihkan bayi dan ibunya,keluarga yang menunggu di luar ruangan diperbolehkan untuk masuk menjenguk bayi dan ibunya.Saat mereka masuk ke dalam ruangan,bayi dan ibunya masih tertidur lelap di atas ranjang rumah sakit.Sepertinya Putri sungguh kelelahan setelah proses persalinan yang berlangsung secara normal tersebut begitu menguras tenaganya.


"Bagaimana keadaan istri saya Dok?"tanya Petra kepada dokter yang menangani Putri.


"Baik-baik saja kok.Hanya saja pasien mengalami kelelahan sehingga pasien tertidur pulas setelah melahirkan."jelas dokter.


"Syukurlah kalau begitu Dok."sela ibu Putri.


"Lalu apa jenis kelamin anak saya Dok?"tanya Petra penasaran.


"Laki-laki Pak,Bapak bisa mengeceknya sendiri jika masih ragu!"seru dokter tersebut sambil tersenyum.


"Laki-laki lagi cucu Mama sama Papa!"seru Revan antusias.


"Iya Pa,kita panen cucu laki-laki."sahut Nadia senang.


Kedua orang tua Putri hanya tersenyum simpul melihat kelakuan Nadia dan Revan yang begitu antusias.


"Ya sudah saya permisi dulu ya!" pamit dokter tersebut kepada mereka berlima.


"Terima kasih Dok!"seru Petra.


"Sama-sama."sahutnya singkat.


Setelah itu dokter tersebut meninggalkan mereka semua di sana.Sepeninggal dokter tersebut Putri dan putranya masih terlelap di sana.Mereka dengan setia menunggu bayi dan ibunya terbangun untuk menyambutnya nanti.


"Kau namakan siapa jagoan kecilmu ini Petra?"tanya Revan.

__ADS_1


"Randi Begnito Prakasa Pa,gabungan nama kakek-kakeknya!"seru Petra.


"Iya Pa,kami sudah memilih nama itu jauh-jauh hari."seru Putri sambil menguap.


"Kamu sudah bangun Sayang?"tanya Nadia kepada menantunya.


"Iya Ma."sahut Putri sambil menyengir kuda.


"Maaf ya kami ribut sekali saat kamu tengah beristirahat!"seru Nadia.


"Tak apa-apa Ma,Putri juga sudah segar kembali kok!"sahut Putri.


"Kamu dan Miranda memberikan masing-masing seorang pewaris perusahaan."seru Nadia.


"Hanya kebetulan Ma.Ini semua sudah menjadi rencana Tuhan."balas Putri.


"Iya,tapi Mama dan Papa senang mendapat hadiah seperti ini."seru Nadia.


"Belum Ma,nanti kita mau tambah lagi kok biar pas sepasang!"ucap Petra tiba-tiba.


"Bohong Ma,itu maunya dia!"seru Putri sambil mengerucutkan bibirnya.


"Iya Sayang,aku serius masa kita cuma punya anak satu sih!"rajuk Petra.


"Ini saja belum sembuh bekasnya malah kamu protes begitu!"seru Putri kesal.


Mendengar pertengkaran mereka membuat semua orang yang berada di sana tertawa geli.Petra juga asal bicara dan sengaja memancing kekesalan Putri.Keusilannya tidak hanya dilakukan kepada kakaknya saja tetapi juga kepada istrinya.Putri yang masih trauma dengan persalinan yang baru saja dilaluinya menjadi emosi mendengar perkataan Petra itu.


Setelah pagi menjelang Miranda dan Brian datang bersama dengan Daren dalam gendongan Miranda.


"Selamat pagi semua!"sapa Miranda.

__ADS_1


"Selamat pagi."sahut mereka semua.


"Wah,kamu bawa Daren kemari juga Mir?"tanya Nadia.


"Iya Ma,ini aku mau berangkat kerja sekalian mampir kesini."jawab Miranda.


"Hai Daren!"sapa Nadia kepada Daren.


"Oya,ini ada teman baru namanya Randi!"seru Nadia lagi.


"Laki-laki juga Ma?"tanya Brian penasaran.


"Iya nih,Mama panen cucu laki-laki."sahut Nadia sambil tertawa lepas.


"Khan aku sudah bilang Ma,mau tambah lagi nanti."sela Petra.


"Hey,dasar pria sembarangan.Memang kamu pikir wanita itu tempat produksi anak apa!"protes Miranda.


"Iya tuh Kak,masa bekasnya saja masih belum sembuh malah kepikiran buat tambah anak lagi!"rajuk Putri.


"Memangnya kita kucing apa?asal saja bilang begitu."ketus Miranda.


"Kalau Kakak iri,Kakak tambah saja sekalian biar kita sama begitu."goda Petra.


"Kamu ya,bikin aku tambah emosi dan ingin sekali aku memukul wajahmu!"ancam Miranda.


"Jangan Kak!aku cuma bercanda kok!"seru Petra.


"Tapi bercandamu kelewatan tahu tidak!"pungkasnya.


Setelah perdebatan itu Miranda jadi tidak ingin berlama-lama lagi di sana.Semakin lama dia berada di sana,maka semakin kesal dia dengan kata-kata Petra.Segera Brian dan Miranda pamit untuk pergi bekerja.Mereka bergegas berlalu dari rumah sakit tempat Putri di rawat menuju kantornya.

__ADS_1


Tak beberapa lama kemudian Miranda telah sampai di kantor dengan di antar oleh Brian.Setelah selesai mengantar Miranda,Brian segera beranjak menuju kantornya sendiri.Mereka masih sama-sama sibuk dengan kantor masing-masing.Meski begitu mereka menjalani hari-hari mereka dengan penuh kebahagiaan.Kini masing-masing dari anak-anak Revan telah menemukan pasangan hidup masing-masing hingga mendapatkan keturunan masing-masing.Petra dan Putri mendapatkan seorang anak laki-laki yang bernama Randi Begnito Prakasa,sedangkan Brian dan Miranda mendapatkan seorang anak laki-laki bernama Daren Bendern Begnito.


Keluarga kecil mereka telah lengkap dengan seorang putra yang dilahirkan dari masing-masing pasangan sehingga hidup mereka kini telah lengkap dan bahagia.Dengan perusahaan yang diwarisi oleh keduanya mereka berharap kelak saat putra mereka beranjak dewasa,putra mereka tersebut bisa melanjutkan perusahaan yang mereka kelola saat ini.


__ADS_2