
Pagi itu Miranda telah bangun lebih dulu.Ia teringat bahwa ia kemarin melewatkan makan malamnya karena tertidur di atas sofa saat menunggu kepulangan Brian.Ia terkejut saat menyadari jika dirinya telah berada di kamar bersama dengan Brian yang masih tertidur lelap di sisinya.Sepertinya semalam Brian yang telah merebahkannya di atas ranjang ini.Ia mencoba mengusik ketenangan Brian dengan menggodanya saat tidur.
"Sstt!"goda Miranda.
"Sayang,kamu masih ngantuk ya?"usik Miranda.
"Hey,sudah siang nanti telat lho ke kantor!"goda Miranda sambil mentoel-toel hidung mancung Brian.
"Kamu apaan sih ini juga masih pagi,kamu kira aku tak tahu kamu mau kerjain aku!"ucap Brian sambil menarik Miranda agar berbaring di sampingnya dan memeluknya dengan erat.
"Kenapa kemarin tidak bangunkan aku pas kamu sudah pulang?"tanya Miranda.
"Kamu capek sekali sepertinya,jadi mending aku angkat saja ke kamar habis itu aku ikut tidur deh di samping kamu!"ucapnya sambil tetap memeluk Miranda.
"Maaf ya,aku jadi ngrepotin kamu!"sesal Miranda.
"Tak apa-apa kok,lagipula aku suka bisa gendong kamu ke kamar.Kapan lagi ada moment seperti ini!"jelas Brian.
"Terus mau sampai kapan kita begini?"tanya Miranda.
"Sebentar lagi ya.Aku masih ingin berduaan sama kamu Sayang!"ucap Brian masih dengan menutup matanya dan masih tetap memeluk Miranda.
"Tapi jangan lama-lama ya,kamu tidak lupa khan kalau hari ini kita bekerja!"seru Miranda mengingatkan.
"Iya Sayang aku tahu."jawabnya sambil mengecup kepala Miranda.
Setelah puas bermesraan berdua,Miranda dan Brian bersiap-siap untuk berangkat ke kantor masing-masing.
Seperti biasa Miranda akan berangkat bersama dengan pengawalnya selama ia bekerja menggantikan posisi Petra di perusahaan dan Brian lebih suka berangkat seorang diri ke kantor.Kali ini Brian dan Miranda tidak bisa berangkat bersama karena Brian harus segera melaksanakan meeting di luar kota.Mereka segera berangkat setelah menaiki mobil masing-masing dan mobil mereka berdua segera berjalan memecah jalanan pagi itu.Di kantor Miranda akan larut dalam pekerjaannya hingga jam makan siang ia baru berhenti untuk mengisi perutnya.Kemudian ia akan sibuk lagi hingga tanpa sadar sore menjelang dan sudah waktunya untuk pulang.
"Bu,sudah waktunya pulang kantor!"ucap asisten Petra mengingatkan.
__ADS_1
"Benarkah?aku tak menyadarinya.Baiklah kita pulang sekarang!"ucap Miranda sambil mengemasi barang-barangnya.
"Oya Bu,jangan lupa besok Ibu ada undangan untuk perayaan anniversary klien kita!"ingat asisten Petra saat mereka berjalan keluar kantor.
"Oke,jam berapa acaranya?"tanya Miranda masih dengan meneruskan langkahnya.
"Malam Bu,jam 7!"seru asisten Petra singkat.
""Baiklah aku akan datang ke sana tepat waktu!"seru Miranda sambil kemudian mereka berpisah setelah berada di depan mobil masing-masing dan menaiki mobil masing-masing.
Hari itu berlalu dengan cepat dan sesampainya Miranda di rumah pas sekali Brian juga baru saja sampai di rumah.Mereka turun dari mobil secara bersamaan lalu masuk ke dalam rumah secara bersama-sama.
"Bagaimana kerjanya Sayang?"tanya Brian sambil memeluk pinggang ramping istrinya itu dan berjalan masuk ke dalam rumah.
"Baik,kamu sendiri Sayang?"balas Miranda.
"Sejauh ini lancar-lancar saja!"ucap Brian.
Kemudian mereka memutuskan untuk membersihkan diri terlebih dahulu lalu kembali mengobrol di ruang tengah sambil beristirahat.
"Apa mau aku pijitin kamu?"tawar Brian.
"Tak usah lah Sayang,kita sama-sama lelah.Aku cuma butuh bersantai saja sebentar!"sahut Miranda.
"Oya Sayang,aku besok mau pergi ke acara perayaan anniversary klien,kira-kira kamu bisa ikut tidak?"tambah Miranda tiba-tiba.
"Boleh,memang jam berapa acaranya?"tanya Brian.
"Jam 7 malam di hotel dekat kantor kamu?"terang Miranda.
"Pas sekali tempatnya!"seru Brian.
__ADS_1
"Ya hotel itu khan memang sempurna dari segi pelayanan dan tempatnya!"jawab Miranda.
"Iya sih!"sahut Brian singkat.
"Ya sudah besok aku jemput kamu saja bagaimana?"seru Brian.
"Oke!"sahut Miranda sambil melempar senyum pada suami tampannya itu.
Brian hanya membalasnya dengan senyuman pula dan belaian lembut di rambut Miranda.Mereka masih mesra meski sudah beberapa bulan menikah dan kasih sayang mereka seperti bertambah seiring berjalannya waktu.
Di tempat lain di rumah Putri,Petra masih asyik dengan laptopnya untuk mengecek beberapa pekerjaan yang sedang dikerjakan oleh kakaknya.
"Sempurna!tidak sia-sia aku percaya pada Kak Miranda!"gumamnya.
"Apa yang sempurna?jangan bilang kamu lihat aneh-aneh ya!"sahut Putri tiba-tiba dan langsung mendekati Petra dengan penuh kecurigaan.
"Curiga amat jadi istri.Nih aku lagi cek pekerjaan Kak Miranda hasilnya benar-benar sesuai ekspektasiku!"seru Petra sambil menyodorkan laptopnya agar bisa di lihat Putri.
"Jadi kamu masih belum yakin sama dia,sampai-sampai kamu mengecek ulang pekerjaannya?"tanya Putri heran.
"Bukannya begitu juga Cintaku,kamu tahu sendiri khan,Kak Miranda itu sudah lama resign aku pikir dia akan mengalami kesulitan ketika kembali bekerja!"ungkap Petra.
"Kamu itu terlalu meremehkan Kak Miranda,dia itu profesional dan pastinya dia itu berdedikasi tinggi pada pekerjaannya."sahut Putri.
"Mengapa jadi kamu yang kesal sih!"seru Petra.
"Habis kamu terlalu meremehkan wanita!"seru Putri kesal.
"Ya sudah maaf-maaf!"seru Petra mengalah.
Putri hanya melirik ke arah Petra yang memohon pengampunannya.Karena tak kunjung mendapat jawaban dari istrinya,Petra mulai usil kepada istrinya tersebut dan akhirnya mereka bisa melepaskan tawa bersama.Malam itu kedua kakak beradik itu menikmati malam mereka yang indah bersama pasangan masing-masing.Dan kedua orang tua mereka pun menghabiskan malam mereka bersama selama anak-anaknya tidak berada di rumah.
__ADS_1
Keesokan harinya Miranda dan Brian berangkat menuju kantor masing-masing sedangkan Petra dan Putri menghabiskan waktu mereka untuk bersenang-senang selama masa cuti mereka.Putri dan Petra memutuskan berenang di pagi buta karena udara saat itu cukup panas.Mereka berenang di kolam belakang rumah Putri.Mereka juga menyempatkan sarapan di sela-sela istirahat dari aktifitas berenang mereka.Bahkan mereka seperti anak kecil yang sangat suka bermain air dan mereka berdua sempat berlomba saat berenang.Seharian penuh mereka isi dengan bermain-main di sana dan setelah lelah baru lah mereka menghentikan kegiatan itu dan membersihkan diri di kamar mandi.
Malam menjelang,Miranda dan Brian telah bersiap dengan gaun dan jas mereka.Mereka tampak serasi dengan pakaian warna senada.Miranda memakai gaun panjang menutupi mata kaki dengan lengan terbuka warna merah maroon dan Brian memakai jas warna senada dengan celana kain hitam yang pas di tubuhnya.Mereka berjalan beriringan menuju mobil yang akan digunakan untuk pergi ke pesta tersebut.Mereka hanya membawa dua pengawal untuk Miranda saat berada di tempat acara tersebut karena tidak ingin mengundang perhatian tamu lain.Mereka pun berangkat menuju tempat acara dengan disopiri oleh salah satu pengawal Miranda.