Biarkan Aku Mencinta

Biarkan Aku Mencinta
Bab 29 Pernikahan Putri dan Petra


__ADS_3

Petra yang bingung karena mobil kakaknya dan mobil pengawal satunya belum sampai-sampai juga di rumah Putri berniat untuk menyuruh salah satu pengawalnya untuk menjemput mereka.Tetapi sebelum pengawal tersebut beranjak dari tempatnya,Miranda,Brian,dan pengawalnya tiba di sana.


"Kakak darimana saja sih?"tanya Petra cemas.


"Ada masalah sedikit tadi di jalan jadi kakak harus selesaikan dulu!"jawab Miranda.


"Itu pipi kakak kenapa?pemerah pipinya yang sebelah kebanyakan tuh seperti habis di tampar orang?"tanya Petra curiga.


"Oh mungkin tadi kakak pakai make up tanpa melihatnya di kaca jadi agak berlebihan yang sebelah!"bohong Miranda.


"Oh begitu!"sahut Petra masih dengan menatap wajah kakaknya penuh curiga.


"Sudah sana lanjutkan acaranya,biar cepat sah jadi suami istri!"goda Miranda sambil memainkan alisnya.


"Orang gugup begini malah di ajak bercanda!"ucap Petra jengah.


"Ya biar kamunya tak nervous begitu!"sahut Miranda.


Setelah perdebatan kecil itu acara segera di mulai dan semua orang menyaksikan pernikahan Petra dengan Putri yang berjalan lancar sesuai rencana.Resepsi langsung di gelar di tempat yang sama setelah janji pernikahan usai diucapkan.Petra dan Putri tampak bahagia menyambut ucapan selamat dari para undangan yang hadir.Wajah bahagia terpancar dari raut wajah keduanya serta keluarga mereka.Akhirnya acara pernikahan usai dan keluarga Petra pulang ke rumah masing-masing.Untuk beberapa hari Petra tinggal di rumah Putri dan sementara mereka cuti terlebih dahulu dari kantornya.Karena Petra sedang dalam masa cuti,mulai besok Miranda menggantikan tugas adiknya untuk sementara waktu hingga adiknya siap bekerja kembali.


Tak beberapa lama Brian dan Miranda telah sampai di rumah mereka.Setelah mandi dan berganti pakaian,mereka berbincang-bincang di teras rumah sambil menikmati malam penuh bintang dan bulan yang bersinar terang.Miranda menyediakan dua cangkir cappucinno hangat dan beberapa roti sebagai teman mengobrol bersama suaminya.


"Kamu tak capek?"tanya Brian membuka obrolan.


"Capek sih,tapi masih ingin santai dulu di sini!"jawab Miranda.


"Oya,kamu mulai besok kerja lagi ya?"ucap Brian.


"Iya,sampai Petra selesai cuti.Memang kenapa Sayang!"tanya Miranda.


"Tidak apa-apa,tapi alangkah baiknya kamu bawa pengawal deh!aku khawatir akan ada yang berbuat nekat lagi padamu,apalagi kamu telah membuat masalah dengan Seyla kemarin,mana mungkin dia akan diam begitu saja."pinta Brian cemas.


"Iya aku bawa bodyguard selama aku kerja!"sahut Miranda.

__ADS_1


"Yang wanita juga ya,biar bisa kawal kamu masuk kamar mandi.Aku tak mau kehilangan kamu lagi saat kamu di culik dari kamar mandi!"titah Brian.


"Iya,iya.Protective sekali ya sekarang?"canda Miranda.


"Harus dong.Bisa-bisa aku jantungan kalau sampai ada kabar kamu hilang lagi!"seru Brian.


"Iya aku mengerti kok!"sahut Miranda.


Mereka mengakhiri perbincangan setelah menghabiskan minumannya masing-masing dan memutuskan untuk segera tidur karena besok Miranda dan Brian harus bekerja.


Pagi menjelang Miranda dan Brian sedang sibuk menyiapkan diri untuk pergi ke kantor masing-masing setelah sarapan terlebih dahulu.


"Aku antar ya!"tawar Brian kepada Miranda.


"Pakai sopir saja deh,nanti kamu telat lagi!"tolak Miranda.


"Tak apa-apa kok,masih ada waktu buat antar kamu sampai kantor!"seru Brian.


"Ya sudah,kalau begitu bodyguardnya suruh bawa mobil aku saja ya!"seru Miranda.


"Kamu sendiri tidak membawa bodyguard Sayang!"tanya Miranda kepada Brian.


"Yang terpenting itu kamu Sayang,kalau aku sih bisa jaga diri sendiri,toh nanti aku juga sama Stenley.Meski tampangnya seperti itu tapi jangan remehkan Stenley lho!"seru Brian.


"Ya sudah pokoknya kamu hati-hati saja!"pesan Miranda.


"Ya sudah kita berangkat yuk,nanti keburu telat kamunya!"ajak Brian.


"Ayo!"sahut Miranda.


Setelah Brian dan Miranda masuk ke dalam mobil,mereka segera beranjak menuju perusahaan Miranda terlebih dahulu dengan di ikuti pengawal Miranda,setelah itu Brian baru menuju perusahaannya.


Di rumah Putri dan Petra telah selesai mandi dan bersiap untuk sarapan bersama kedua orang tuanya.Sambil makan mereka sedikit mengobrol untuk mencairkan suasana.

__ADS_1


"Kapan kalian mau bulan madu?"tanya ayah Putri.


"Entahlah Pa,belum ada rencana sama sekali!"jawab Putri.


"Iya Pa,Petra juga khawatir karena masih banyak orang yang berniat jahat kepada Putri.Jadi sementara kami di rumah dulu sampai suasana aman terkendali!"tambah Petra.


"Kalau Mama sih tak jadi masalah yang penting jangan lama-lama menunda momongan karena kalian tahu sendiri Mama itu cuma punya anak satu-satunya jadi ingin cepat punya cucu!"jelas ibu Putri.


"Uhuk,uhuk!"Petra dan Putri terbatuk-batuk secara bersamaan mendengar penuturan ibu Putri.


"Kompak ya batuknya!"sahut ayah Putri.


"Baru saja menikah kemarin,sekarang sudah minta cucu!"gerutu Putri sambil wajahnya berubah menjadi memerah.


"Namanya juga sudah menikah pasti punya anak nantinya.Mama sih maunya jangan cuma satu saja,paling tidak dua atau tiga begitu!"seru ibu Putri.


"Uhuk,uhuk!"kembali Petra tersedak mendengarnya dan membuat cemas Putri.


"Nih minum dulu,sudah jangan dengarkan Mama kita makan saja.Mama kalau bercanda suka kelewatan memang!"ucap Putri sambil menyodorkan minuman kepada Petra.


"Siapa bilang Mama bercanda?Mama serius ini!"tegas ibu Putri.


"Sudah lah Ma,nanti makin lama nih makannya!"seru Putri kesal melihat ibunya terus menggoda Petra.


"Tapi Papa setuju sih sama Mama,biar rame rumah kita!"ucap ayah Putri dengan antusias.


"Ih,Papa malah ikut-ikutan!"rajuk Putri.


"Sudah lah tak apa-apa,nanti kita usahakan ya!"ajak Petra.


"Ini juga pakai acara iya-iya saja!"gerutu Putri.


Melihat Putri yang kesal karena mereka,membuat ayah dan ibu Putri tertawa melihatnya.Mereka senang karena Putri kecilnya dulu telah menemukan pendamping hidup yang akan menggantikan mereka untuk menjaga Putri.Meski begitu mereka juga cukup sedih karena bukan tidak mungkin Putri akan meninggalkan mereka untuk tinggal bersama suaminya kelak.Mereka harus menyiapkan hati saat hal itu terjadi dan harus menerimanya karena mau tidak mau Putri harus mengikuti dimana suaminya akan tinggal.

__ADS_1


Setelah selesai sarapan ayah Putri menuju kantor Putri untuk menggantikan anaknya yang sedang cuti.Sedangkan ibu Putri harus pergi ke butiknya untuk mengecek keadaan butik miliknya yang sempat ia tinggalkan selama berhari-hari untuk mempersiapkan pernikahan Putri kemarin.Ia hanya mempercayakan butiknya pada orang kepercayaannya.Sedangkan Petra dan Putri hanya bersantai di rumah karena mereka sama-sama mengambil cuti.Mereka menikmati waktu berdua selama masa cuti ini.


__ADS_2