Biarkan Aku Mencinta

Biarkan Aku Mencinta
Bab 28 Serangan yang terbaca


__ADS_3

Dengan adanya pengawalan untuk Putri itu beberapa usaha untuk mencelakai Putri bisa di tangani oleh bodyguardnya.Mereka seperti telah terlatih untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan yang akan terjadi.Seperti hari itu Putri yang akan berangkat kerja tiba-tiba mobilnya akan di tabrak oleh sebuah mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi dari arah berlawanan.Saat itu mobil Putri tengah dikemudikan oleh pengawalnya yang cukup mahir di bidang kemudi mobil.Dengan cepat dan tepat ia menghindari mobil yang akan menabraknya dan menjamin keselamatan orang yang di kawalnya.Saat tengah menghindar,mobil yang berniat untuk menabrak itu justru menabrak pohon yang berada di tepi jalan.Sepertinya pengemudinya terkejut karena mobil yang menjadi sasaran tabrakannya menghindarinya dengan cepat dan tepat.Akhirnya ia membanting setir ke kanan untuk menghindari tabrakan lain dan menabrak pohon yang ada di tepi jalan tersebut.Melihatnya Putri sempat merasa syok karenanya.Untung saja saat itu bodyguardnya sangat cekatan dan ahli di bidang mengemudikan mobil sehingga ia bisa terselamatkan.


"Untung saja tidak terjadi tabrakan!"seru Putri.


"Nona tidak apa-apa?"tanya pengawal yang mengemudikan mobil Putri.


"Tidak apa-apa.Ini semua berkat kamu terima kasih!"ucap Putri.


"Sama-sama Nona,ini sudah menjadi tugas saya!"ucapnya.


"Sepertinya ia sengaja melakukannya!"ucap pengawal satunya lagi yang duduk di sebelah Putri.


"Sepertinya begitu.Kita harus lebih waspada dan berhati-hati lagi."ucap pengawal yang mengemudikan mobil.


"Apa benar ada yang sengaja ingin mencelakaiku?siapa dan mengapa?"batin Putri.


Putri bergelut dengan pikirannya sendiri saat ia mendengar para pengawalnya sedang membicarakan mengenai hal itu.Menurutnya,ia tak pernah mencari masalah dengan orang lain dan selama ini tidak pernah ada kejadian seperti ini sebelumnya.Ini akan menjadi pikirannya karena nyawanya kini dalam bahaya.


Tak beberapa lama,Putri telah sampai di kantornya dan kejadian tak terduga kembali terjadi di sana.Beberapa orang tak di kenal mencoba untuk menyerang Putri tapi karena kesigapan dari pengawalnya,Putri berhasil diselamatkan.Sayangnya seorang bodyguardnya harus mengalami cidera ringan di lengannya karena sayatan benda tajam akibat menghadang serangan yang ditujukan pada Putri.Dengan adanya hal ini,Putri semakin di buat takut dan gelisah karena apa yang di pikirkan pengawalnya memang benar adanya bahwa ada orang yang sengaja ingin melukainya.Nyawa Putri semakin terancam karena kian hari makin banyak serangan yang dilakukan dan pelakunya seperti tidak mau menyerah begitu saja.Saat berada di rumahnya pun Putri masih sempat di teror dengan lemparan batu dari arah luar yang menyebabkan kaca mobilnya pecah berantakan.Pelakunya seperti seorang psikopat yang benar-benar menebarkan ancaman untuk Putri dan Putri mengumpulkan bukti mengenai teror dan penyerangan yang selama ini di terimanya.Ia akan menyerahkan kepada pihak kepolisian jika hal ini masih terus berlanjut.


Hingga hari pernikahan tiba,usaha untuk mencelakai Putri masih tetap berlanjut.Tapi penjagaan makin di perketat karena setelah kejadian demi kejadian yang terjadi kepada Putri sebelumnya bukan hal yang main-main.Di samping Petra menyewa beberapa pengawal lagi untuk menjaga rumah Putri,dia juga meminta bantuan kepolisian untuk menjaga area sekitar rumah Putri.Tak di sangka hal ini membuat pelaku merasa kesal karena dia kesulitan untuk melancarkan kembali serangan kepada Putri sehingga ia berniat menyerang Petra sebagai gantinya.Ia mengalihkan sasarannya karena ia berpikir jika Petra akan lebih mudah di serang karena penjagaan Petra tidak begitu ketat seperti di rumah Putri.Ia akan melancarkan aksinya saat Petra berangkat menuju rumah Putri.

__ADS_1


Di kediaman Revan,semua orang telah bersiap untuk berangkat menuju rumah Putri.Miranda yang sengaja menginap di sana telah bersiap-siap untuk mengiringi sang adik menuju rumah mempelai wanita.Masing-masing telah memakai pakaian sesuai dengan porsinya.Para wanita tampak cantik mempesona dengan gaunnya dan para pria nampak gagah dengan jasnya.Mereka segera menaiki mobil masing-masing untuk berangkat menuju tempat acara.Tapi saat Petra dan kedua orang tuanya akan masuk mobil pengantin,Miranda meminta Petra dan kedua orang tuanya pindah ke dalam mobilnya.Miranda seperti memiliki firasat bahwa akan ada hal tidak baik sedang mengintai mereka.Tanpa banyak bertanya mereka menuruti permintaan Miranda karena sedang di buru waktu.Satu pengawal di tempatkan di mobil yang di gunakan Petra sebagai sopir untuk berjaga-jaga sedangkan dua bodyguard berada di mobil pengantin yang digunakan Miranda.Untuk dua mobil lain khusus untuk pengawalan di jalan agar perjalanan bisa lancar.Mereka segera berangkat setelah memasuki mobil masing-masing.Seperti dugaan Miranda sebelumnya,mereka di hadang oleh sebuah mobil tepat saat kedua mobil di depan mobil pengantin telah berlalu.Untungnya Petra berada di mobil Miranda yang telah lebih dulu melanjutkan perjalanan menuju tempat acara tersebut jadi yang terjebak adalah Brian dan Miranda serta mobil pengawal yang berada di belakang mobil pengantin.Satu persatu orang keluar dari mobil yang menghadang mereka dan menyuruh Miranda dan Brian untuk keluar.


"Keluar kalian!"bentak salah seorangnya.


"Maaf ini ada apa ya?kami sedang buru-buru untuk ke acara pernikahan!"sahut Brian sopan.


"Aku tak mau peduli dengan urusan kalian.Cepat keluar!"gertaknya lagi.


"Siapa yang menyuruh kalian?"sahut Miranda tegas.


"Kau tidak perlu tahu itu,kami hanya di suruh membawa kalian!"gertaknya lagi.


"ha ha ha,dasar bodoh!kalian pikir kami orang yang kalian cari?tanyakan pada Tuan kalian dulu!"hina Miranda sambil keluar dari mobil di susul dengan Brian.


"Sial!bukan dia orangnya!kita salah sasaran!"umpatnya kesal.


"Sudahlah,keluarlah!jangan bersembunyi di dalam mobilmu itu!"teriak Miranda seakan tahu ada seseorang di sana.


"Tak ku sangka calon kakak iparku sungguh pandai dalam menebak strategiku!"sahut Seyla sambil keluar dari mobilnya.


"Ha,kamu kira aku sebodoh itu,aku sudah berpengalaman dalam hal seperti ini sebelumnya jadi kau salah telah meremehkanku!"ucap Miranda dengan emosi.

__ADS_1


"Dasar pengganggu,jangan salahkan aku jika kau terluka!"ancam Seyla.


"Coba saja kalau bisa!"tantang Miranda.


"Hajar mereka!"titah Seyla.


Orang suruhan Seyla pun segera menuruti perintah majikannya dan langsung berniat menyerang Miranda dan Brian.Tanpa di suruh pengawal Miranda keluar dari mobilnya dan melindungi Miranda serta Brian yang dalam bahaya.Brian yang juga jago dalam ilmu bela diri tidak mau tinggal diam sehingga menyebabkan terjadinya baku hantam antara kedua belah pihak.Seyla merasa terancam ketika melihat orang suruhannya kewalahan menghadapi pengawal Miranda dan suaminya.Ia bermaksud untuk melarikan diri dan sebelum ia berhasil masuk ke dalam mobilnya,Miranda lebih dulu menjambak rambutnya dan menariknya keluar dari mobilnya.


"Kamu pikir kamu bisa dengan mudah melarikan diri dariku?"ucap Miranda dengan nada meninggi.


"Lepaskan aku!"teriak Seyla.


"Boleh,tapi aku peringatkan padamu jangan sekali-sekali lagi mencoba menyakiti keluargaku atau aku akan berbuat lebih dari ini!"ancam Miranda sambil melepaskan jambakannya dari rambut Seyla.


"Plak" tamparan keras dari Seyla mengenai pipi Miranda.


"Kamu pikir aku takut dengan ancamanmu itu?"ucap Seyla dengan senyum sinis.


"Plak,plak,plak"tiga tamparan Miranda daratkan di pipi Seyla sebagai balasan atas tamparan yang di terimanya.


"Kamu pikir aku main-main dengan ancamanku?Coba saja kau buktikan sendiri,bukan hanya kau yang akan hancur tapi ayahmu juga!"gertak Miranda dengan penekanan di setiap kata-katanya sambil memelototkan mata penuh amarah.

__ADS_1


Mendengar ancaman yang di ucapkan Miranda membuat Seyla terintimidasi olehnya.Ia begitu mengkhawatirkan ayahnya yang akan terkena imbas dari perbuatannya.Sepertinya Miranda sudah benar-benar hilang kesabaran menghadapi Seyla dan itu dapat terlihat jelas dari wajahnya yang sangat dingin dan sinis saat menatap Seyla.Seyla pun akhirnya pergi dari sana dengan membawa bawahannya yang telah mengalami kekalahan setelah bertarung dengan Brian dan bodyguardnya.Usai kepergian Seyla Miranda,Brian dan pengawalnya kembali melanjutkan perjalanannya.


__ADS_2