Biarkan Aku Mencinta

Biarkan Aku Mencinta
Bab 35 Kejutan dari Miranda


__ADS_3

Sebulan kemudian Petra,Putri dan Brian masih sibuk dengan pekerjaan masing-masing.Hanya Miranda yang masih betah di rumah setelah Brian benar-benar melarangnya bekerja setelah Petra telah kembali memimpin di perusahaan.Bukan apa-apa,hanya saja Brian masih teringat saat undangan pesta dari klien Mandala Grup yang hampir merenggut nyawa Miranda.Dan atas kejadian itu Miranda bisa memahami kekhawatiran Brian jika ia memaksa masih ingin bekerja.Tidak menutup kemungkinan jika hal yang lebih parah lagi akan terjadi padanya.Mengingat Miranda banyak orang yang tidak menyukainya.Kedua orang tua Miranda pun juga tidak mengijinkan Miranda untuk kembali bekerja karena mereka telah menginginkan Miranda untuk segera memiliki momongan.


Pagi itu Miranda merasa tidak enak badan.Saat bangun tidur ia masih merasa baik-baik saja tetapi saat menemani Brian sarapan tiba-tiba ia merasa tidak berselera untuk makan.Padahal Miranda paling banyak makan di banding Brian tetapi pagi ini ia hanya menyentuh makanannya sedikit saja.


"Kamu kenapa Sayang?"tanya Brian cemas.


"Aku tak tahu Sayang,mengapa hari ini aku jadi tidak berselera makan ya?"seru Miranda balik bertanya kepada Brian.


"Iya nih,padahal biasanya kamu paling doyan makan lho!"seru Brian mengingatkan.


"Iya nih,aku juga sedikit pusing dan mual jika mencium bau makanan tertentu,seperti bau makanan yang banyak bawang-bawang begini nih!"ucap Miranda jijik sambil menunjuk makanan dengan penuh bawang goreng di atasnya.


"Sebaiknya kita ke dokter dulu Sayang.Aku takut kamu salah makan sesuatu sehingga menjadi seperti ini."ajak Brian.


"Baiklah aku ganti baju dulu ya!"ucap Miranda sambil berlalu menuju kamarnya.


Setelah bersiap,Miranda kembali menemui suaminya di ruang makan dan mereka memutuskan untuk pergi ke dokter terlebih dahulu sebelum Brian berangkat kerja.


"Sayang bagaimana kalau nanti kamu datang terlambat ke kantor?"tanya Miranda cemas.


"Aku sudah bilang stenley untuk mengambil alih pekerjaanku lebih dulu sampai aku datang!"sahut Brian.


"Baiklah,tapi aku ingin menemui Mama setelah ini jadi tolong antar aku ke sana setelah ke dokter ya!"rengek Miranda.


"Iya Sayang!"jawab Brian penuh kesabaran.


Mereka segera menuju rumah sakit yang di tuju untuk memeriksakan kondisi Miranda.Sesampainya di rumah sakit Miranda dan Brian menuju ke dokter umum namun setelah di periksa oleh dokter umum mereka diarahkan ke dokter kandungan.


"Sayang,mengapa aku harus ke dokter kandungan?apa ada yang salah dengan rahimku sehingga aku harus di periksa di sana?"tanya Miranda penasaran.


"Entahlah Sayang.Kita ikuti saja petunjuk dokter!"seru Brian menenangkan Miranda yang mulai panik.


"Aku harap tidak ada penyakit yang serius pada rahimku!Mama sudah ingin memiliki cucu!"seru Miranda dengan raut muka sedih.


"Kita berpikir positif saja Sayang!"hibur Brian.

__ADS_1


Sesampainya di depan ruang cek kandungan,mereka masih harus menunggu antrian untuk di periksa.Tak beberapa lama kemudian namanya di panggil oleh suster yang bertugas di sana.


"Nyonya Miranda!"teriak suster tersebut.


"Iya Sus!"sahut Miranda.


"Tuan juga boleh masuk menemani istrinya kalau berkenan!"ucap suster sambil tersenyum kepada Brian.


"Iya Sus!"sahut Brian menyusul Miranda yang telah lebih dulu masuk ke dalam ruangan.


"Boleh saya pinjam tangannya?"tanya dokter Siska,dokter bagian kandungan itu.


"Baik Dok!"sahut Miranda sambil mengulurkan tangannya.


Beberapa kali dokter Siska memeriksa denyut nadi di pergelangan tangan Miranda kemudian dokter memeriksa tekanan darah Miranda secara seksama.Setelah di rasa semua baik,Miranda di minta dokter Siska untuk berbaring di ranjang pemeriksaan untuk di periksa lebih lanjut.Brian merasa khawatir apa yang sebenarnya terjadi dengan Miranda.Ia takut karena kecelakaan saat pesta itu membuat Miranda menjadi memiliki penyakit yang serius.Namun Brian berpikiran positif bahwa hal ini hanya pemeriksaan yang tidak berarti apa-apa.


Setelah beberapa lama di periksa akhirnya Brian tidak dapat menahan rasa penasaran yang sejak tadi menggelayut dalam benaknya.Saat istrinya telah kembali duduk disampingnya dan dokter Siska duduk ditempatnya Brian langsung bertanya kepada dokter Siska.


"Ada masalah apa Dok dengan istri saya?"tanya Brian penasaran.


"Kapan Nyonya terakhir kali datang bulan?"tanya dokter Siska kepada Miranda.


"Kalau tidak salah 2 bulan lalu Dok!"jawab Miranda lalu menyadari apa yang ditanyakan oleh dokter Siska.


"Jadi,jadi saya...!"lanjut Miranda tetapi terputus karena rasa bahagianya.


"Iya,benar Nyonya.Anda sedang hamil!"sahut dokter Siska sambil mengulas senyum diwajahnya.


"Apa Dokter?istri saya hamil?"seru Brian dengan raut muka bahagia bercampur tidak percaya.


"Benar Tuan.Perkiraan memasuki kehamilan 6 minggu!"ungkap dokter Siska.


"Sayang aku hamil!"ucap Miranda senang.


"Iya Sayang,kita akan memiliki keturunan seperti harapan kedua orang tua kita!"seru Brian tidak kalah antusias.

__ADS_1


"Iya Sayang,aku bahagia sekali!"tambah Miranda.


"Terima kasih Dokter!"seru Brian pada dokter Siska.


"Sama-sama Tuan.Oya satu lagi,tolong jaga kandungannya karena usianya yang masih muda sehingga rawan sekali.Lalu ini resep vitamin yang harus Tuan tebus di apotik untuk Nyonya Miranda!"seru dokter Siska sambil menyerahkan sehelai kertas kepada Brian.


"Baik Dokter,kalau begitu kami permisi dulu!"pamit Brian.


"Silahkan Tuan dan Nyonya!"sahut dokter Siska.


Setelah berpamitan Brian dan Miranda menuju apotik terlebih dahulu untuk menebus vitamin yang dianjurkan oleh dokter Siska kemudian mereka menaiki mobil mereka dan meninggalkan rumah sakit menuju rumah orang tua Miranda.Sepanjang perjalanan wajah mereka sungguh menyiratkan kebahagiaan yang nyata.Kado dari Tuhan itu begitu indah dan berkesan bagi mereka.Apa yang tidak mereka sangka sebelumnya telah dihadirkan oleh Tuhan sebagai bentuk buah cinta kasih mereka.


Tak beberapa lama mereka telah sampai di rumah Revan dan Nadia.Nadia begitu terkejut dengan kehadiran mereka dirumahnya pagi itu.Dan tanpa banyak bicara,Nadia langsung memeluk erat putrinya.


"Mama senang kalian datang kesini!"seru Nadia bahagia.


"Iya Ma,Miranda kangen ingin makan kue brownies buatan Mama!"pinta Miranda.


"Kebetulan Mama baru saja membuatnya karena Mama sedang merindukan kamu."ungkap Nadia.


"Wah pas sekali Ma!"seru Miranda antusias.


"Oya Ma,kami mau bicara sebentar dengan Mama!"ujar Brian menyela.


"Tentang apa Nak?"tanya Nadia penasaran.


"Ehm,begini Ma.Miranda sedang hamil!"ucap Brian gugup.


"Apa,benar itu Sayang?"tanya Nadia pada Miranda.


"Iya Ma!"jawab Miranda singkat.


"Ini kejutan buat Mama Sayang!"seru Nadia sambil mencium kening Miranda.


"Terima kasih ya Sayang,kalian sudah mewujudkan mimpi Mama!"seru Miranda pada Brian dan Miranda.

__ADS_1


Brian dan Miranda hanya tersenyum malu-malu dibuatnya.Jujur mereka tak pernah menyangka secepat ini mereka mendapat karunia dari Tuhan berupa janin dalam perut Miranda.Mereka tidak pernah merencanakan untuk memiliki momongan dalam waktu dekat tetapi mereka juga tidak mau menunda untuk memiliki momongan.


__ADS_2