Biarkan Aku Mencinta

Biarkan Aku Mencinta
Bab 30 Kembalinya Miranda ke kantor


__ADS_3

Hari itu karena rumah sepi,Petra dengan leluasa bisa mendekati istrinya tanpa rasa malu atau takut akan di goda lagi oleh mertuanya.Sesekali Petra sengaja menggoda Putri dengan kata-kata yang membuat Putri merasa takut didekatinya.


"Kamu yakin tidak ingin segera punya anak?"tanya Petra dengan mengerlingkan matanya.


"Kenapa memang?Kak Miranda saja menunda sampai sekarang!"ucap Putri cuek sambil masih menonton televisi di hadapannya.


"Tapi mana tahu juga Kak Miranda juga sudah melakukan tugasnya sebagai suami istri dengan Kak Brian bukan?"desak Petra sambil semakin mendekati Putri.


"Maaf ya,ini kenapa jadi seperti kita lagi duduk dalam bus yang kehabisan tempat ya?tuh di sana longgar sekali lho tempatnya?"tegas Putri.


"Memang tidak boleh ya kita berdekatan begini?aku sudah memimpikan hal ini sejak lama!"ucap Petra sambil menggenggam tangan Putri.


"Iya,tapi jangan begitu juga lah ini di tempat terbuka bukan harusnya kita lebih bersikap sewajarnya!"saran Putri.


"Oke maaf!"ucap Petra sambil menyunggingkan senyumnya.


"Oya,bagaimana dengan kecelakaan yang di alami asistenku waktu itu?"tanya Putri.


"Sepertinya itu di sengaja deh.Tapi aku belum tahu siapa pelakunya,mungkin orang itu punya dendam pribadi denganku atau kamu."ucap Petra.


"Sejahat itu ya mereka?kemarin-kemarin juga banyak sekali yang mau mencelakaiku sampai salah seorang pengawalku terluka karenanya!"seru Putri bersedih.

__ADS_1


"Sudahlah jangan dipikirkan lagi,aku akan selalu lindungi kamu!"seru Petra menenangkan Putri sambil memeluk Putri penuh kasih.


Setelah pembicaraan itu hati Putri menjadi damai meski masih ada sedikit rasa cemas di hatinya.Bagaimana tidak,dalam sehari Putri mengalami dua kejadian sekaligus yang hampir merenggut nyawanya.Ia hanya bersyukur karena masih di beri keselamatan sampai saat ini.


Di tempat lain di kantor Miranda telah sibuk dengan tugas-tugas Petra yang lumayan menguras energinya.Untungnya ada asisten Petra yang siap membantu Miranda untuk menyelesaikannya.


"Apa hari ini ada meeting penting?"tanya Miranda kepada asisten Petra masih dengan membaca dokumen di tangannya.


"Tidak Bu,hari ini Ibu cukup di kantor saja karena sebelum Pak Petra cuti beliau sudah menyelesaikan semua meeting pentingnya.Mungkin Ibu hanya perlu datang ke acara perayaan klien saja besok lusa!"jelas asisten Petra.


"Oke,terima kasih infonya!"ucap Miranda.


"Sama-sama Bu,saya permisi dulu!"pamit asisten Petra.


Miranda kembali berkutat dengan berkas-berkas yang berada ditangannya.Beberapa pekerjaan telah diselesaikan oleh Miranda dan untuk yang lainnya masih harus antri karena hari telah sore dan waktunya Miranda untuk pulang.Miranda pulang bersama bodyguardnya karena Brian masih ada meeting sehingga tidak bisa menjemput Miranda di kantornya.Miranda segera melenggang pergi dari kantornya bersama beberapa pengawal yang di bawanya.Sepanjang perjalanan Miranda hanya terdiam dan menatap lepas keluar jendela mobilnya menikmati pemandangan jalanan kota yang cukup padat sore itu.Setelah sekian lama ia tidak keluar rumah,kini ia bisa melihat dunia luar untuk sesaat.


Sesampainya di rumah Miranda langsung membersihkan dirinya agar tampak segar setelah seharian lelah dengan pekerjaannya.Kemudian ia duduk di ruang tengah untuk menunggu kedatangan Brian yang masih meeting dengan kliennya.Tanpa terasa matanya terpejam dan Miranda telah memasuki alam mimpinya saat sedang menunggu kepulangan suaminya.Hingga malam tiba Miranda masih terlelap dalam tidurnya dan saat Brian pulang,ia mengetahui istrinya tengah tertidur di atas sofa ruang tengah.Karena tak tega untuk membangunkannya,akhirnya Brian menggendong tubuh Miranda untuk di bawanya ke dalam kamar dan di baringkan di atas ranjang.Setelahnya baru lah Brian membersihkan dirinya dan kembali menemui istrinya yang masih tertidur itu.Ia berbaring di sisi Miranda sambil menghadap ke arah Miranda.


"Sepertinya kamu capek sekali hari ini!"ucap Brian sambil membelai rambut Miranda yang menutupi wajah cantiknya.


"Pasti kamu menungguku pulang sampai kamu tertidur di atas sofa begitu!"seru Brian menyesal.

__ADS_1


Brian mengambil selimut dan menyelimuti Miranda lalu dia sendiri masuk ke dalam selimut tersebut.Brian menyusul Miranda memasuki alam mimpinya sambil memeluk istrinya tersebut.


Di kediaman Revan,Nadia bersantai di teras rumah sambil menyesap teh hangat yang tersaji di meja.Ia duduk seorang diri di depan rumah dan melepaskan pandangan ke angkasa menyaksikan bintang dan bulan yang beradu sinar.Rasanya Nadia merasa kesepian karena kedua anaknya sedang tidak berada di rumah.Biasanya Nadia akan sibuk mengobrol dan bertanya-tanya kepada Petra atau Miranda saat mereka ada di rumah.Usai kepindahan Miranda pun Nadia merasa sepi tetapi tidak sesepi ini karena masih ada Petra di sini.Tapi setelah Petra menikah suasana jadi berbeda dari biasanya.


"Ada apa Ma?melamun saja?"tanya Revan mengagetkan Nadia.


"Sepi ya!tak ada anak-anak di sini!"seru Nadia bersedih.


"Namanya juga sudah berkeluarga Ma,mau bagaimana lagi!"jelas Revan.


"Papa mau minum tidak?biar aku buatkan!"tawar Nadia.


"Tak usah lah Ma,kita mengobrol saja di sini.Jarang-jarang kita bisa bicara berdua begini khan!"pinta Revan.


"Iya,tapi jadi aneh kalau sepi sekali begini!"seru Nadia sambil memaksakan senyumnya.


"Ya harusnya kita sudah siap untuk ini Ma!"saran Revan.


"Benar kata Papa.Memang sulit tapi nanti lama-lama kita pasti terbiasa ya khan!"ucap Nadia menyemangati dirinya sendiri.


"Iya pasti bisa!"seru Revan sambil menggenggam tangan istrinya.

__ADS_1


Malam itu Nadia dan Revan melewati malam berdua di teras rumah hingga larut malam.Mereka menggunakannya untuk berbincang-bincang dan sekali-sekali melempar canda yang menimbulkan tawa keduanya.Setelah sekian lama baru kali ini Nadia bisa berlama-lama berbincang dengan suaminya tersebut.Karena kesibukan Revan yang luar biasa padat sebagai pimpinan perusahaan membuat Nadia jarang menghabiskan waktu bersama Revan.Nadia seperti kembali pada saat ia pertama kali menikah dengan Revan dulu.Mereka sering menghabiskan waktu berdua di sela kesibukan Revan dan hari ini hal itu terulang kembali.Meski hanya sesekali saja mereka bisa melakukan hal itu tapi Nadia tidak pernah menyesalinya karena Revan bekerja untuk kepentingan keluarganya.Meski Revan di kenal keras kepala tetapi dia sosok suami dan ayah yang perhatian kepada keluarganya meski ia tak pernah menunjukkannya secara terang-terangan.Nadia sendiri juga bukan seorang wanita manja dan suka mencari perhatian.Ia lebih mandiri dan mudah beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya jadi baginya tak masalah jika Revan jarang sekali meluangkan waktu untuknya.Bagi Nadia yang terpenting Revan masih bisa menjaga hatinya hanya untuk Nadia dan kedua anaknya.


__ADS_2