Boss Playboy

Boss Playboy
Rumput liar harus disingkirkan.


__ADS_3

Episode 102 : Rumput liar harus disingkirkan.


***


Di kediaman Keenan,


Keenan turun ke lantai bawah, dan melangkah menuju ruang tamu, dan benar saja disana dia sudah melihat ibu tirinya, Lucia menunggunya, dan saat Lucia melihat Keenan datang melangkah kearahnya, Lucia tersenyum dan hendak menyambut Keenan.


Akan tetapi wajah Keenan begitu datar dan kelihatan tidak senang melihat Lucia datang ke kediamannya.


Keenan langsung duduk, melewati Lucia yang sudah berdiri dan hendak memeluk Keenan.


Keenan terdiam dan tidak mengucapkan apapun, membuat Lucia sedikit kaku dan tersenyum pahit, dia duduk dan melihat Keenan yang kelihatan sudah dewasa dan terlihat tampan.


“Apakah kau tidak merindukan ibu dan ayah? Kau bahkan melewatkan acara ulangtahun ayahmu, kami menunggumu pulang setiap tahun,” dengan percaya diri dan pura-pura baik, Lucia mencoba mencairkan suasana.


Tentu saja Keenan semakin muak dan tidak suka, “Cukup basa basinya, untuk apa datang kesini? Tahun sebelumnya kau dan ayah tidak mencari ku? Sekarang apa tujuan kalian?” geram Keenan dengan wajah datar dan bahkan tidak melihat kearah ibu tirinya sedikitpun.


Lucia masih mencoba tersenyum dan menahan amarahnya, dia mencoba mendinginkan hatinya atas sikap Keenan yang sangat tidak ramah dan bahkan tidak menyambut nya.


"Dengar Keenan, kau tahu kau dan Clara sudah dijodohkan sejak lama, tanggal pernikahan kalian harus segera diputuskan, para tetua sudah menanyakan ini sejak lama, dan ayahmu meminta agar kau segera kembali pulang untuk membicarakan nya,"


Lucia berbicara terus terang, dia tidak akan lagi berbasa-basi, dia harus segera membawa Keenan dan Clara kembali untuk menuntaskan masalah perjodohan ini.


"Heh!" Keenan terkekeh begitu remeh lalu ia menoleh kearah ibu tirinya.

__ADS_1


Dia menatap tajam lalu wajah mengerikan itu bisa terlihat dengan jelas oleh Lucia.


"Dengar! sampaikan ini kepada ayah! aku tidak memiliki hubungan apapun dengan urusan keluarga kalian itu! berhenti mengajakku pulang hanya untuk perjodohan bodoh itu! aku tidak akan menikah dengan Clara dan menuruti kalian seperti orang bodoh!"


"Aku sudah hidup mandiri tanpa kalian, jadi berhenti berpura-pura dan kembali lah, aku tidak akan pulang bersama mu!"


Keenan langsung mengatakan berterus terang, dia tidak akan kembali bersama ibunya, pernikahan yang telah direncanakan sejak lama antara dirinya dan Clara, tidak ada alasan bagi nya lagi untuk menerima hal itu.


Lucia yang sudah kehabisan kesabaran nya ini langsung melipat tangannya, dia sudah berhenti tersenyum dan berpura-pura.


"Dengar Keenan, aku tahu kau masih membenci ku, akan tetapi kau tahu ayahmu tidak akan membiarkan ini! pernikahan antara kau dan Clara akan tetap terlaksana, apa kau pikir setelah ayahmu tahu mengenai kekasih gelap mu yang kau sembunyikan ...."


"Ah, siapa namanya, aku lupa, Cin ... umm, Cinta, ya namanya Cinta kan? apa kau tidak berpikir seberapa banyak bahaya yang akan dia lalui jika kau tetap keras kepala dan menyimpannya?"


Lucia yang sudah kehabisan kesabaran nya langsung membuat Keenan terdiam, Lucia mengatakan kebenaran, jika saja ayah Keenan, Josh tahu mengenai Cinta dan keluarga Clara juga tahu mengenai Cinta maka hidup Cinta akan dalam bahaya.


“Aku tahu alasanmu mengapa sangat menginginkan aku menikah dengan Clara, kau haus kekuasaan dan pengakuan, jika aku menurutimu dan menikah dengan Clara tentu statusmu akan menjadi lebih tinggi kan?”


“Aku tidak sudi, dan kuperingatkan sekali lagi, jika salah satu diantara kalian, entah itu kau, ayah atau bahkan keluaraga Clara berani menyentuh wanita ku, aku tidak akan tinggal diam!” geram Keenan benar benar mengancam ibu tirinya.


Dia langsung bangkit dengan wajahnya yang angkuh dan kemarahannya yang meluap, dia sangat tidak suka melihat ibu tirinya yang pura pura peduli kepadanya, akan tetapi sebenarnya memiliki niat dan tujuan terselubung.


Tentu saja Lucia yang memang terkenal angkuh itu tidak terima diperlakukan seperti ini oleh Keenan, Lucia ikut bangkit dan dengan kemarahannya dia mengatakan sesuatu yang tidak seharusnya ia katakan.


“Aku tahu kau masih membenci ku karena ibumu, akan tetapi ibumu mati bukan karena aku, jadi berhenti bersikap kanak-kanak dan lihatlah kenyataan, kau menyalahkan aku atas kematian ibumu karena sakit, tapi semua itu terjadi diluar kendali ku,”

__ADS_1


“Aku datang kesini memiliki niat yang baik untuk membawamu kembali, tanpa Ayahmu turun tangan tapi ….”


Belum selesai Lucia mengatakan ucapannya, Keenan yang sudah tidak bisa mengendalikan dirinya ini langsung melangkah dengan lantang dan penuh amarah kearah ibu tirinya.


Lucia yang melihat kemarahan Keenan tetap berdiri tegap, dia tidak berkedip sedikitpun, seolah dia yakin jika dia memang mengatakan sesuatu yang seharusnya ia katakan.


“Dengar ya! jika mulutmu ini sekali lagi menyinggung ibuku, akan ku buat kau merasakan hal yang sama dengan yang dirasakan ibuku! Dan jika kau belum keluar dari rumahku segera aku akan pastikan kau akan merasakan malu seumur hidupmu!” Keenan sudah tidak segan segan lagi.


Dia tidak suka ibu tirinya ini menyinggung ibu kandungnya.


Lucia mengangkat dagunya, namun tubuhnya sudah bergetar, dia tidak tahu jika sikap suaminya benar-benar menurun kepada putranya ini, jika ada yang menyinggung atau membuatnya marah maka dia akan kelihatan sangat mengerikan dan menakutkan.


“Aku akan pergi, tetapi jangan salahkan aku jika nanti ayahmu akan turun tangan secara langsung, ingat Keenan, perjodohan ini tidak akan bisa kau tolak, apapun yang kau lakukan!” Lucia menegaskan ucapannya, dan ia pun melangkah dengan angkuh, diikuti oleh bawahannya, dia tetap mencoba angkuh keluar dari kediaman Keenan.


Setelah Lucia keluar dari kediaman Keenan secara tidak terhormat, Lucia memikirkan sesuatu agar dia bisa membuat pernikahan antara Keenan dan Clara bisa segera di laksanakan.


Sesuai dengan ucapan Keenan, Lucia memang haus akan kekuasaan dan pengakuan, jika pernikahan antara Keenan dan Clara bisa segera terlaksana, maka kekuatan dan kekuasaan nya akan semakin meluas, dan namanya akan semakin melambung dan semua orang akan semakin segan dan takut kepadanya.


Hanya hal sesimpel itu, akan tetapi bagi Lucia, hal itu sangat penting dan layak untuk diperjuangkan, dia hidup untuk kekuasaan dan pengakuan semata, jadi menikahkan Keenan dan Clara untuk mendapatkan pujian yang semakin melambung bukan masalah baginya.


Pengawal Lucia membukakan mobil untuknya, dan ia segera duduk di kursi belakang, “Anak itu benar-benar mirip dengan ayahnya, sama-sama menyukai wanita kelas rendahan!” geram Lucia dengan matanya yanga tajam dan ekspresi yang muram.


“Gin, lakukan sesuatu kepada gadis itu, jika dia menjadi penghalang penikahan Keenan dan Clara maka dia harus di singkirkan, rumput liar harus segera dipotong agar tamannya kembali indah!”


Perintah Lucia pada suruhannya yang ikut bersamanya didalam mobil.

__ADS_1


“Baik Nyonya, akan segera saya laksanakan,” serunya menyanggupi perintah Lucia.


Segalanya akan ia lakukan demi kekuasaan, bahkan ia rela menikah dengan ayah Keenan yang memang tidak mencintainya sama sekali demi kekuasaan dan pengakuan, jadi rumput liar kecil seperti Cinta tidaklah berharga sama sekali di matanya.


__ADS_2