
***
"Tring!"
Suara lift akhirnya terdengar menandakan Cinta sudah sampai di lantai dasar dimana dia meninggalkan Keenan.
"Ah mampus, kenapa sih aku ini sangat amat sangat teledor! hiks, diberikan hukuman apa lagi kah aku ini?" ketus Cinta menggerutu sendirian.
Saat pintu terbuka dia segera berlari namun langsung menabrak seseorang.
Cinta yang teledor ini sungguh memang tidak berubah, saat lift terbuka saja dia tidak melihat apakah ada orang di hadapannya atau tidak.
Cinta terkejut dan segera mundur, "Ma ... maf,"
Belum sempat Cinta melanjutkan ucapannya, dia mengintip sedikit wajah orang yang ia tabrak ini, dan saat itu pula Cinta langsung menunduk 90 derajat.
"Maafkan aku Tuan, aku tidak sengaja, tadi juga aku melamun sampai bisa tidak keluar dari lift!" seru Cinta tidak ingin mempertaruhkan hidup apalagi karir nya sebagai staff biasa.
__ADS_1
Keteledoran demi keteledoran yang ia lakukan sungguh akan bisa membuatnya dalam masalah.
Ya, Keenan tadi sadar jika Cinta tidak ikut berjalan dibelakang nya dan malah terdiam didalam lift.
"Cih, aku tahu kau memang bunglon, aku tidak peduli cepat ikut aku, aku sudah lapar!" seru Keenan geleng-geleng kepala sembari memberikan tas kerjanya kearah Cinta agar Cinta yang membawakannya.
"Ah, sepertinya si mesum ini tidak memperdulikan sikap teledor ku! kau sih Cinta banyak angan-angan, nanti jatuh sakit baru nangis!" ketus Cinta dalam hatinya mengejek dirinya sendiri yang selalu memiliki angan-angan melintasi langit ketujuh.
Cinta segera mengikuti langkah Keenan dengan sedikit berlari, karena satu langkah Keenan saja begitu jauh karena kakinya yang jenjang sedangkan Cinta .... ah sudahlah jangan diceritakan lagi, semua yang ada dalam diri Cinta semuanya biasa-biasa saja.
"Pfft!" Keenan tertawa kecil menyadari jika Cinta sangat lucu dan menggemaskan berlari kecil sembari membawa tas kerja besar di tangannya.
"Dia lucu juga," gumam Keenan merasa semakin nyaman dan suka mengerjai Cinta.
"Pak!"
*Terdengar suara karyawan lembur yang sedang menyapa Keenan*
__ADS_1
"Mampus, aku kan sedang memegang tas si arogan itu! bagaimana ini? bagaimana ini? aaaa, jika mereka tahu aku memegang tas ini mereka akan mencurigai hubungan aku dengan Tuan Keenan dan jika mengetahui nya maka aku sudah melanggar kontrak dan jika aku melanggar kontrak maka habislah riwayat ku!" teriak Cinta berusaha mencari jalan keluar secepatnya didalam otaknya.
Mata Cinta semakin membesar dan gerakan para karyawan Keenan itu seolah semakin melambat di mata Cinta, dengan segera Cinta melempar dirinya secepatnya ke balik tembok besar menara, dan bersembunyi mengikuti gerakan para karyawan itu.
"Haahhh"
Cinta menghembuskan nafas lega setelah misi persembunyian nya berhasil.
"Untung saja mereka sudah pergi," seru Cinta merasa sangat lega, walau misi ini terbilang sepele tetapi bagi Cinta ini adalah sebuah langkah untuk menyelamatkan ke berlangsung hidupnya.
Cinta hendak melangkah guna mengejar Tuannya tetapi Cinta segera terkejut saat mendapati Keenan sedang berlipat tangan menatapnya dengan sangat tajam.
"Kenapa kau bersembunyi disini?" seru Keenan seolah sedang menghakimi Cinta.
"Loh, Tuan, tadi kan ada karyawan Tuan, sekarang aku sedang membawa tas kerja Tuan, jika mereka melihat ini maka mereka akan curiga dengan hubungan kita, tenang saja Tuan, aku sudah berjanji untuk merahasiakan hubungan kita, jadi aku akan berusaha semampunya!" seru Cinta dengan percaya diri dan wajah menunjukkan penuh keyakinan.
"Cih, gadis ini apakah sedang melakukan trik? tidak ku sangka dia sungguh ingin merahasiakan hubungan kami, disaat banyak gadis diluaran sana malah berlomba-lomba untuk membuktikan aku menjalin hubungan dengan mereka! juga disamping itu semua, kenapa aku kesal dan sangat tidak suka!" gumam Keenan semakin terlihat marah dan matanya semakin tajam.
__ADS_1
Tentu saja hal itu membuat Cinta berkedip-kedip dan tersenyum kaku, kebingungan kenapa Tuannya ini terlihat marah lagi.
"Ck, aku salah apa lagi coba! ais!" geram Cinta mencoba mencari kesalahan nya lagi.