
Episode 108 : Kalian membuang Cinta!
***
Sudah beberapa menit yang lalu Keenan sampai di kediaman Cinta, dia begitu bangga dan percaya diri akan membuat keluarga Cinta heboh dan menyambut nya dengan sangat megah.
Hal itu pasti membuat Cinta bangga memiliki suami seperti dirinya, dan akan membuat istrinya itu jatuh cinta setengah mati kepadanya.
Akan tetapi saat ia memasuki kediaman Cinta, yang ia dengar hanyalah teriakan dan tangisan dari wanita paling berharga dalam hidupnya itu.
Keenan mendengar teriakan dan luka hati Cinta, membuat Keenan mencengkeram tangannya kuat sekali dan melangkah dengan sangat arogan kearah Cinta.
Semua orang sedang tertuju kepada ucapan Cinta, mereka terdiam dan tidak bisa membela dirinya karena apa yang dikatakan Cinta adalah benar.
Bahwa tidak satupun diantara ayah dan ibunya yang berusaha merangkulnya, malah kebalikannya, Cinta yang seharusnya mendapatkan kasih sayang malah adalah pihak yang mengorbankan dirinya.
"Aku tidak berharga bagi kalian, harapan ku terlalu besar, bahkan ibuku yang melahirkan aku tidak memperdulikan aku, lalu untuk apa aku lahir ke dunia ini? untuk apa?" suaranya semakin pelan dan tangisannya semakin pilu.
Tubuhnya bergetar hebat dan hatinya seperti diremas, begitu sakit dan menyesakkan.
Semua kebohongan yang ia ciptakan sendiri dalam kepala dan angan-angan nya hancur berkeping-keping.
Padahal yang ia inginkan bukanlah hal yang berlebihan, yang ia inginkan hanyalah sedikit perhatian dan kasih sayang, tetapi harapan sekecil itupun tak bisa ia rasakan.
"Srek!"
Saat Cinta mulai terdiam dan menangis tersedu-sedu, tangan kokoh seorang lelaki yang begitu berkuasa menariknya, menggenggam bahunya dan melihat dari dekat wajah Cinta.
Mata mereka bertemu dan saat melihat lelaki itu, tangisan Cinta semakin menggema, sulit dijelaskan akan tetapi, Cinta merasa dia boleh menangis dengan keras jika lelaki ini sudah ada di dekatnya.
Keenan yang memang menarik dan melihat wajah istrinya yang kelihatan sangat menyedihkan menunjukkan ekspresi yang mengerikan sekarang.
Belum pernah ia melihat tangisan sepedih ini, rasa sakitnya sampai kedalam hati Keenan, seolah wanita ini memang sengaja di dekatkan oleh semesta agar melihat jika ada orang lain yang juga mengalami derita seperti yang ia alami.
__ADS_1
Keenan mengusap air mata di pipi istrinya, "Sayang, bukankah aku sudah katakan, jika satu tetes air matamu mengalir karena orang lain, maka aku akan menghabisi orang itu, siapapun dia!" bisik Keenan tak bisa menahan amarahnya lagi.
Dia memeluk wanita nya dan matanya langsung menatap tajam kearah Layla dan Rehan.
Cinta masih menangis, dia bersembunyi dalam pelukan suaminya, seperti sebuah pohon yang melindungi, itulah yang dirasakan oleh Cinta sekarang ini.
Keenan menatap tajam dan mendominasi, membuat Rehan dan semua orang yang duduk di kursi sofa itu melebarkan mata dan entah kenapa ketakutan.
"Hari ini kalian membuangnya, kalian mencampakkan nya seolah dia tidak berarti!" Keenan menyeringai, matanya yang tajam dan ekspresi nya kelihatan sangat mengerikan.
Hanya satu ucapan itu saja sudah membuat bulu kuduk merinding.
Lalu Keenan melanjutkan ucapannya, "Aku selalu menepati janjiku, mulai hari ini kalian tidak ada hubungannya dengan Cinta, mulai hari ini kalian tidak diijinkan bertemu Cinta dan memohon kepadanya,"
"Karena mulai hari ini dia hanya milikku seorang, dan kalian semua yang ada disini akan tahu akibat dari membuang nya, akan ku perlihatkan apa yang akan terjadi kepada kalian semua yang membuat dia menangis hari ini, apa arti dari kehancuran!" geram Keenan memberikan ancaman.
Saat mendengar itu Rehan sudah panik, disaat yang sama Layla kebingungan, dia memang mau menikah akan tetapi dia merasa tidak membuang Cinta, Layla tidak sadar bagaimana dia selama ini menelantarkan putrinya itu sendirian.
Dia masih bersembunyi di dalam pelukan suaminya, sudah cukup baginya, hatinya sudah terlalu hancur oleh ayah dan Ibunya.
Keenan kemudian menghempaskan tangan Layla, "Siapa aku? kau bertanya siapa aku? hey, kau harus berkaca lebih dulu dan lihat siapa kau?" geram Keenan benar-benar tidak menyangka bagaimana rendahnya ayah dan ibu istrinya ini.
"Aku Ibunya, kau siapa?" Layla masih tidak rela, bagaimana lelaki ini memeluk putrinya.
Layla mungkin tidak sadar, sudah berapa lama dia meninggalkan Cinta, dia masih mengira Cinta masih gadis kecil, dia tidak pernah sadar sudah bertahun-tahun lamanya dia pergi, dan sekarang Cinta sudah dewasa.
"Ibu? heh! jangan membuat ku tertawa! coba kau tanya pada dirimu sendiri, apa ada seorang ibu meninggalkan anaknya? membuatnya menangis dan bahkan menelantarkan nya? menjijikkan!"
"Aku bahkan tidak sudi berbagi ruangan yang sama dengan kalian semua!" geram Keenan langsung mengajak Cinta keluar.
Layla yang mendengar ucapan Keenan langsung terdiam, dia melihat Cinta yang bahkan tidak mau lagi melihat kearah nya.
Layla tersungkur, semua bayangan rasa sakitnya muncul lagi, semua berawal dari perselingkuhan mantan suaminya, yaitu Rehan.
__ADS_1
Karena rasa sakit yang berlebihan sampai membuat Layla tidak bisa melihat wajah putri kecilnya, dia pergi ke pelosok untuk mengobati orang-orang desa dan mengabdi disana, akan tetapi meninggalkan anaknya sendiri.
Ucapan sarkas Keenan barusan seolah memaksa Layla melihat kegagalannya sebagai seorang ibu.
***
Sedangkan Keenan yang sangat marah dan emosi segera menghubungi asistennya, dia sudah duduk di kursi mobil dimana dia masih tetap mendekap istrinya yang sejak tadi tidak mau berbicara.
"Tring ... Tring ... Tring!"
Bram yang sedang menikmati hari liburnya menerima panggilan dari Pak Bos tentu saja kebingungan, sangat jarang bagi Keenan menghubungi nya jika di hari weekend seperti ini, akan tetapi dia tetap harus mengangkat panggilan itu tentunya.
"Halo Pak?"
"Bram, hentikan investasi dana kita ke perusahaan Heit, sekarang juga!" hanya itu perintah dari Keenan, langsung ia mematikan panggilan itu setelah memberikan perintah itu.
Keenan akan membuat Rehan tahu apa arti dari kehilangan Cinta, apa arti dari menyakiti nya selama ini, dan untuk Ibu Cinta yaitu Layla, Keenan akan membuat wanita itu sadar jika bukan karena Cinta, maka Layla tidak akan bisa hidup dengan nyaman dan tenang.
Karena pengorbanan Cinta lah, makanya Rehan dan keluarganya tetap bisa hidup dengan nyaman dan penuh dengan harta, jika bukan karena Cinta berkorban tinggal bersamanya maka perusahaan Heit sudah bangkrut sejak awal.
***
Author :
Hai pak Basuky, lu masih baca episode ini kan? tolong ya jarinya di jaga, masa lu nyuruh orang mati sih? kalo ga suka ceritanya ya ditinggalkan saja lah.
Lagian aku juga udah jelasin kan si pengumuman kenapa novel ini di buat tanda end! sampai sekarang aku update terus loh ga bolong sehari pun!
Malah lu nyuruh mati!
Tolong para pembaca hati-hati ya dalam berkomentar, ini komentar nya sudah sangat sangat keterlaluan.
__ADS_1