Boss Playboy

Boss Playboy
Kehancuran Rehan Heit


__ADS_3

Episode 118 : Kehancuran Rehan Heit


***


Rehan yang tidak sengaja mengucapkan perbuatan kejinya tetap tidak mau disalahkan tentunya.


"Jangan hanya menyalahkan aku ya! kau kira selama ini kau bisa hidup dengan tenang di desa itu dan mendapatkan obat secara gratis karena apa? jangan mencuci tanganmu dari semua kejahatan ini!” geram Rehan yang keceplosan langsung mematikan panggilannya.


Sedangkan Layla menangis dengan hebat, dia tersungkur, dia merasa hatinya remuk sekali, dia bersalah namun ia merasa tidak pantas meminta maaf kepada putrinya sendiri.


Kata-kata Cinta yang mengatakan mengenai pengorbanan itu teringat kembali dan menyayat hatinya lebih dalam.


Hatinya seolah remuk mengingat bagaimana selama ini putri nya telah diam saja dan tetap tersenyum walau hatinya terluka.


Keegoisan nya karena merasa tidak bisa melihat Cinta karena akan teringat dengan perselingkuhannya mantan suaminya menggerogoti nya.


Tak ada yang bisa ia lakukan selain menangis hiteris dan memukul-mukul dadanya.


"Bisa-bisanya aku hanya mementingkan kebahagiaan ku sendiri? dia pasti menunggu ku pulang tetapi aku tak kunjung kembali, menjijikkan! aku menjijikkan!" dia mencengkeram rambutnya.


Dia tidak bisa menjelaskan penyesalan gila ini, rasanya seperti membuat lobang di hatinya lagi.


***


Di perusahaan Heit,


“Pak, ada telepon dari perusahaan X!”


“Pak ada tagihan dari bank Y!”


Banyak sekali pemberitahuan dari asistennya membuat Rehan semakin gila dan murka.


“KELUAR!” teriaknya pada assitennya itu membuat sang assiten ketakutan dan keluar dari ruangan pribadi Rehan.


“Sialan! Sialan! Aku harus bertemu Cinta secepat mungkin, dia harus membuat Tuan Keenan mengembalikan dana itu, jika tidak aku benar-benar akan hancur!” geramnya mengambil jas nya dan segera berannjak hendak ke kediaman Keenan.


Sungguh harta dan kekuasaan telah membutakan matanya, dan tak mampu melihat fakta bagaimana ia telah membuat putri kandungnya sendiri menderita.

__ADS_1


***


Kericuhan sedang terjadi diluar, dimana Cinta sama sekali tidak tahu apapun, dia sedang bersama Keenan menikmati weekend dan indahnya hari.


Keenan memang sengaja menjauhkan Cinta dari pemberitaan itu agar Cinta tidak merengek kepadanya untuk mengampuni ayahnya.


Keenan tahu, Cinta memiliki hati yang baik dan lembut sekali, jika dia melihat ayahnya menderita dan bangkrut maka pasti hatinya akan tergerak sendiri menolong ayahnya, karena memang begitulah sifatnya.


Keenan tidak rela, dia akan menghancurkan ayah dan ibu Cinta yang telah melukai Cinta sejak lama.


***


Sekarang ini Cinta yang hanya menikmati hari hanya bersama suaminya saja dan berbincang hal hal konyol sungguh membuat Cinta bahagia, lupa semua keresahan dan rasa sakitnya.


Sekarang ini sudah sore, keduanya tidak berendam di pemandian air panas akan tetapi hanya bermalas-malasan seharian di ranjang, dan kali ini mereka berpindah ke balkon hendak menikmati matahari terbenam secara bersama.


Mata mereka sedikit menyipit melihat kearah senja yang hendak tenggelam, “Sayang …” suara lembut lelaki yang awalnya suka bermain-main itu terdengar lembut di telinga Cinta.


Cinta sedang bersandar di dada bidang suaminya, dimana Keenan sedang memeluknya.


“Hmm?” Cinta menyahuti dengan pelan dan sedikit mengantuk.


“Jika suatu hari terjadi sesuatu atau ada saat dimana semuanya menjadi buruk, tolong percaya padaku ya, jangan tinggalkan aku, berjanji lah padaku ….” Keenan benar-benar serius.


Suruhan ibunya sungguh menjadi awal permulaan dimana kebahagiaan ini akan segera terganggu, dan Keenan ingin apapun yang terjadi agar Cinta tetap mempercayainya.


Cinta yang sebenarnya sudah mengantuk saat mendengar itu tidak terlalu berpikir jauh, pikiran dan hatinya sudah tenang ditempat ini, karena keberadaan Keenan dan juga suasana yang sangat nyaman, jadi Cinta terbuai dan tidak terlalu mengambil serius ucapan suaminya.


“Hmm … baiklah, lagipula aku memang sudah memutuskan untuk mempercayaimu,” Cinta menjawab sembari memejamkan matanya, saat matahari tenggelam saat itulah ia terpejam dan mulai tertidur nyaman dalam dekapan suaminya.


Cinta tidak tahu sejak kapan, mungkin sejak Keenan membelanya di hadapan kedua orangtuanya, sekarang tempat ternyamannya adalah bersama dengan suaminya ini dan berada dalam pelukannya.


Keenan tersenyum ketika melihat istrinya dengan imutnya malah tertidur dalam dekapannya, dia mencubit pelan pipi istrinya dan mengecup dahinya.


Entah kenapa ketakutan mulai menggerogoti nya, dia benar-benar takut kehilangan Cinta dan dia bahkan tidak ingin membayangkan hal itu terjadi, jadi sebisa mungkin dia akan melindungi Cinta dari apapun.


“Aku akan melindungi mu, kita tidak akan terpisah apapun yang terjadi,” bisik Keenan membiarkan istrinya tidur sebentar lagi sebelum makan malam.

__ADS_1


Lalu mereka akan kembali pulang ke kota.


Karena esok hari dia harus kembali bekerja dan mengurus segala sesuatu.


***


Di sisi lain, hari ini Rehan sudah bolak balik ke kediaman Keenan akan tetapi hasilnya tetap nihil dia malah di usir dari kediaman itu dan tidak boleh memasuki gerbang sama sekali.


“BUKA GERBANGNYA!”


“Kalian tidak tahu siapa aku!”


Dia berteriak dan mendorong-dorong gerbang besar itu, tetapi tidak ada satupun yang bergeming membukanya.


“Cinta … ini Ayah, buka gerbangnya!” Rehan berteriak seperti sedang kehilangan akal, dia tidak tahu jika Cinta tidak ada dalam rumah itu.


“Tring … Tring … Tring!”


Tiba-tiba ponselnya berdering lagi, dan saat ia lihat itu adalah dari istrinya, Monic.


“Halo Pah, bagaimana jadinya? kenapa perusahaan mu bisa bangkrut dalam satu malam? sudah kau temui Cinta belum? katakan padanya untuk membujuk lelaki itu untuk mengembalikan semuanya,” suara Monic yang kedengaran memerintah malah membuat Rehan semakin menjadi-jadi.


“DIAM! Kau berisik sekali, menurutmu apa yang kucoba lakukan sekarang ha? diam saja dan jangan menggangguku, wanita tidak diuntung!” teriak Rehan langsung mematikan panggilan dengan istrinya.


Hari sudah hampir malam, dia tidak akan pulang sebelum bertemu Cinta dan membujuknya untuk mengambil hati Keenan, dia tidak boleh kehilangan segalanya.


Sedangkan Monic yang merasa suaminya berubah sekali semenjak mantan istrinya menghubunginya saat lalu menjadi murka lagi.


Seorang wanita yang awalnya merebut lelaki yang memang milik orang lain memang akan ketakutan seumur hidupnya, dia akan ketakutan dan cemburu selama sisa hidupnya karena dia tahu jika kesetiaan suami yang ia rebut itu begitu rapuh sampai bisa meninggalkan istri pertamanya.


“Sialan! kenapa harus membentak aku! aku hanya bertanya saja!” geram Monic menjadi emosi.


Hanya dalam beberapa saat keluarga nya menjadi berantakan, hanya karena Cinta telah dilindungi oleh seseorang.


Mungkin mereka tidak sadar jika selama ini kenyamanan yang mereka terima semuanya karena pengorbanan Cinta.


***

__ADS_1


Maaf baru update semua :(


Masih lanjut kok, akan aku selesaikan sampai tamat.


__ADS_2