Boss Playboy

Boss Playboy
Bos Keenan sepertinya benar-benar jatuh cinta.


__ADS_3

Episode 84 : Bos Keenan sepertinya benar-benar jatuh cinta.


***


Cinta yang sedang badmood karena ucapan Clara seperti biasa sedang melakukan pesan teks di group chat persahabatan nya dengan Rita dan Isya.


Cinta masih merahasiakan pernikahan mendadak dan terburu-buru yang ia lakukan, takut nya jika ia jujur maka mungkin kedua sahabatnya akan syok berat dan Cinta akan menerima reaksi yang berlebihan.


Cinta akan menunggu lebih lama, pernikahan aneh ini juga terasa tidak nyata jadi dia akan menjalani nya seadanya dulu.


"Cinta ...." Rita memulai group chat itu dimana sekarang Cinta sedang rebahan di ranjang besar yang akan menjadi ranjang pengantin nya dengan Keenan.


"Kenapa Rita? kangen ya pada aku yang cantik dan imut ini?" balas Cinta seperti biasa begitu santai dan bersikap seperti dirinya sendiri jika berhadapan dengan kedua sahabatnya yang satu frekuensi dengannya.


"Cih! Sabtu kita ketemu lah, kau sombong sekali karena sudah bekerja di perusahaan pusat, sekalian merayakan ulangtahun mu hang kemarin tertunda, satu minggu lagi kan idolaku ulangtahun juga jadi sekalian kita rayakan," Rita membalas sembari menggerutu.


"Bilang saja kau ada mau nya!" ketus Isya ikut nimbrung di group chat itu.


"Eh tapi Cin, kita memang sudah lama tidak bertemu, Sabtu ini kita ketemuan ya, aku rindu keanehan mu, aku sudah pusing dengan kegilaan Rita,"


Balas Isya lagi mengadu bagaimana dia kerepotan bersama Rita, karena sekarang tidak ada lagi Cinta yang menetralisir ketimpangan sifat diantara mereka.


Cinta tertawa terbahak-bahak, lalu ia memikirkan bagaimana caranya dia akan minta ijin pada suaminya.


"Masih ada dua hari lagi, nanti aku ijin sampai dia mau saja, lagian kan aku hanya ingin ketemu sama teman-teman ku!" ketus Cinta langsung menyanggupi permintaan itu.


Dia memang juga sudah merindukan menghabiskan waktu bersama kedua sahabatnya, dia ingin melupakan betapa ekstrim nya perubahan hidupnya hanya dalam beberapa bulan ini.


"Baiklah, kita ketemu di tempat biasa ya," balas Cinta segera mengakhiri pesan, dia harus memasak makanan untuk suaminya, sudah sore, bisa habis dia sama Keenan jika dia tidak memasak untuknya.


***


Cinta melangkah kearah dapur luas yang terlalu besar jika dianggap sebagai dapur, disana sudah ada beberapa koki dan para pelayan menunggu Cinta.

__ADS_1


Mereka segera menunduk hormat menyambut Cinta, membuat Cinta yang tidak terbiasa langsung gugup.


"Ja ... jangan terlalu formal kalau kepadaku, jika Keenan tidak ada kalian bisa bersikap biasa saja kok, hehe," Cinta tersenyum begitu ceria dan ramah berharap para koki dan pelayan ini tidak terlalu formal dan membuat tidak enak begitu.


Akan tetapi .....


"Krik ... krik ... krik!"


Seperti suara jangkrik jika sedang lewat maka akan terdengar nyaring karena senyuman dan ucapan super duper ramah Cinta tetap disambut kaku dan begitu formal oleh koki dan pelayan di dapur.


"Ais, kalian membuat aku malu, ah sudahlah!" geram Cinta malu pada dirinya sendiri karena dikacangi.


Dia langsung memasak dengan lihai, kemampuan nya begitu pas-pasan, akan tetapi koki utama di rumah itu begitu memperhatikan bagaimana Cinta memasak makanan sederhana ala rumahan biasa.


Cinta sampai gugup diperhatikan begitu oleh koki yang notabene nya memiliki kemampuan jauh diatasnya.


"Ke ... kenapa kalian memperhatikan aku begitu serius, aku hanya masak makanan biasa kok, jadi tidak perlu diperhatikan begitu, aku jadi gugup," Cinta sudah tidak tahan, dengan sendok di tangan dan wajah yang merah karena merasa panas sejak tadi diperhatikan banyak mata, akhirnya dia membalikkan badannya dan meminta kepada mereka semua agar tidak memerhatikan dia lagi.


"Maaf Nyonya, tapi Tuan mengatakan masakan Nona sangat enak dan tiada tanding, masakan anda bahkan seribu kali lipat dari rasa masakan dari koki terhebat sekalipun ...."


Pujian berlebihan itu tetap terdengar melewati telinga nya membuat Cinta perlahan menutupi makanan yang ia masak dengan tubuhnya, agar koki yang memuji selangit masakannya tidak bisa melihat bentukan masakannya yang terlihat terlalu biasa.


"Dasar lelaki itu, dia bahkan memuji masakan ku dengan cara yang berlebihan! astaga!" geram Cinta merasa tertekan oleh pujian langsung dari kepala koki.


***


Disaat yang sama, disaat Cinta masih membiasakan dirinya selalu dikelilingi pelayan disinilah Keenan sudah bersemangat hendak kembali ke rumah, mau bertemu istrinya.


Di dalam mobil,


"Ah, mengetahui ada istri menunggu ku pulang rasanya sangat mendebarkan, aaah!" Keenan dengan wajah begitu hangat dan ceria itu selalu saja membuat Bram, sang assisten selalu merinding.


Seolah yang sedang kasmaran ini bukan Keenan, mau bagaimana pun Bram belum terbiasa melihat akhirnya Bos nya merasakan cinta dan tergila-gila dengan seorang wanita.

__ADS_1


Biasanya wanita lah yang tergila-gila pada Keenan.


"Bram ...." Keenan memanggil Bram yang selalu mengumpat di dalam hatinya kepada bos yang selalu menyusahkan nya ini.


"I ... iya Pak?" balas Bram langsung tersenyum sangat ramah.


"Antarkan aku ke tempat yang menjual berlian sekarang, aku ingin membeli sesuatu kepada istriku, jika di ingat-ingat aku tidak memasangkan cincin pernikahan di jari manisnya," ketus Keenan begitu percaya diri.


Mendengar itu Bram yang tidak mau mendapatkan masalah jika terlalu banyak bertanya segera menyanggupi perintah atasannya.


Walau sebenarnya dia juga heran, biasanya jika ingin memberikan hadiah kepada wanita biasanya yang dia perintahkan adalah Bram.


Tetapi kali ini Keenan tidak ingin memerintahkan Bram untuk itu, dia ingin segera memilihkan sendiri hadiah yang dia inginkan untuk dipakai Cinta.


"Wah ... wah, Nona Cinta apakah dia beruntung atau sial ya? sepertinya Bos Keenan benar-benar jatuh cinta padanya, tetapi terlalu banyak halangan yang akan di lalui wanita muda itu," gumam Bram tidak tahu harus menyikapi hal ini


Keenan adalah seorang bangsawan dan keluarga nya terlalu berkuasa, keberadaan Cinta pasti akan membuat keluarga Keenan berang dan akan melakukan sesuatu.


Tetapi Bram tidak bisa melakukan apa apa untuk saat ini, dia segera menjawab bos nya.


"Baik Pak," balas Bram segera mengarahkan kemudi ke tempat yang diinginkan oleh Keenan.


***


Novel ini akan update setiap hari yaa, jadi mohon di tunggu, berikan komentar membangunnya biar aku makin bagus dalam menulis.


Btw aku tahu banyak kekurangan dalam novel ini, jika kalian menemukan ada salah ketik, tinggalkan komentar saja ya, biar ;langsung aku perbaiki hehe.


Makasih ya semuanya, lope you.


***


Jangan lupa follow ig author : @nitanaiibaho

__ADS_1


Kalian bisa DM dan tanya2 disana


***


__ADS_2