Boss Playboy

Boss Playboy
Keenan akan pulang.


__ADS_3

Episode 135 : Keenan akan pulang.


***


Masih di pertunangan Isya,


"Selamat ya Isya, kamu cantik sekali hari ini," Cinta memeluk sahabatnya, memberikan selamat saat acara salaman sudah dimulai.


"Terimakasih Cin, nanti aku minta tips dan trik darimu ya, makasih udah datang kesini walau kau sangat dijaga ketat oleh suamimu," bisik Isya memeluk sahabatnya dan meminta tips bagaimana caranya menjadi istri yang sangat disayang oleh suami.


"Hehe, baiklah," balas Cinta melepaskan pelukan dan membiarkan giliran Rita sekarang memeluk Isya.


Seperti biasa Rita akan begitu dramatis dan seolah sedih, walau sebenarnya dia juga sedikit pamer karena membawa pasangan ke acara tunangan ini.


Ialah dokter yang saat lalu mengantarkan Rita pulang, entah bagaimana caranya tetapi hubungan Rita dan dokter itu berjalan semakin dekat beberapa hari terakhir ini.


Cinta senang melihat kedua sahabatnya seperti menjalani hubungan normal dan menemukan lelaki yang tepat.


Dia tersenyum dan melihat jam sudah malam, dia harus pulang, dia tetap saja mengingat bagaimana suaminya akan marah jika dia pulang kelamaan.


"Ah, aku harus segera pulang," serunya meminta ijin dengan kodean tangan kepada Isya dan Rita.


Kedua sahabatnya yang mengerti segera mengangguk, "Pasti dia sedang ditelepon suaminya terus untuk pulang," bisik Rita pada Isya dimana keduanya masih saling berpelukan ala Teletubbies dan melupakan antrian yang semakin panjang.


***


Cinta yang pulang buru-buru itu sudah memasuki mobil, saat ia masuk kedalam mobil ia lalu memeriksa telepon nya namun tak ada juga panggilan.


Dia mencoba sekali lagi mengirim pesan dan melakukan panggilan tapi tak ada jawaban.

__ADS_1


"Heh! aku baik-baik saja, aku percaya karena itu aku akan baik-baik saja, karena kau sudah berjanji," ucapnya tersenyum namun lagi dan lagi ia menangis tersedu-sedu dalam mobil.


Supir pribadi yang mendengar dan melihat itu hanya terdiam saja, dia melajukan mobil dengan kecepatan aman dan hanya mendengar isakan tangis Cinta.


Malam semakin larut, jalanan yang dilewati dan suara mobil menemani Cinta sampai di kediamannya.


Disana kepala pelayan dan para pelayan sudah menunggu dan menyambut Nyonya mereka, saat Cinta sampai mereka menunduk hormat, begitu juga dengan Cinta yang memang sopan, dia mengusap tangisannya dan membalas menunduk kearah pelayan itu.


Cinta memasuki kediaman sembari diikuti oleh kepala pelayan.


"Nyonya, tadi Tuan menghubungi saya jika beliau akan kembali pulang esok hari," kepala pelan itu memberikan kabar sampai membuat Cinta berhenti melangkah.


Dia berhenti dan matanya melebar, seolah tak percaya dengan ucapan yang dikatakan oleh kepala pelayan ini.


Dia kemudian melihat kebelakang dan meminta penjelasan yang lebih jelas, dia bahkan mengira jika dia salah dengar.


"Bapak barusan bilang apa? suamiku akan kembali pulang?" Cinta memperjelas lagi, senyuman merekah langsung terlihat jelas.


Dengan wajah yang senyuman terpaksa dan sedikit gelisah, kepala pelayan itu mengangguk dan menjawab lagi dengan sopan.


"Benar Nyonya, Tuan akan kembali pulang esok hari,"


Saat mendengar itu, Cinta tak bisa menggambarkan betapa bahagianya ia, dia langsung melompat kegirangan, dia berlari ke kamar dan hendak mempersiapkan sesuatu.


"Aku sudah duga jika semuanya baik-baik saja, tidak mungkin suamiku meninggalkan aku dan bayiku, besok dia akan pulang dan semuanya akan kembali seperti biasanya," serunya bersemangat sekali.


Dia memasuki kamar pribadi, dia hendak mempersiapkan kejutan kepada suaminya.


Dia memang melakukan pemeriksaan secara berkala, tadi pagi saja dia pergi ke dokter untuk memeriksakan bayinya.

__ADS_1


Walau belum berbentuk apa-apa, sudah ada foto ia minta dari pemeriksaan itu, dia akan mengumpulkan semua dan menghiasnya menjadi cantik untuk ia berikan kepada suaminya.


Agar Keenan tahu jika sebentar lagi mereka akan memiliki anak.


"Ayahmu akan pulang, kita harus mengejutkan dia ya, pasti ayahmu akan senang sekali," seru Cinta seolah berbicara dengan anaknya yang ada di perut.


Dia mengambil sebuah box kecil, beberapa pernak pernik untuk menjadi hiasan dalam box itu, dia menulis kata-kata yang lucu.


Dia melihat beberapa tutorial untuk membuat kejutan di kotak lucu.


Cinta berencana, esok hari dia akan memasak makanan yang banyak, setelah Keenan makan dengan puas dia akan memberikan kotak lucu ini sebagai kejutan mengenai kehamilan nya.


Cinta sangat bersemangat malam itu, dia menghias dan menggambar sendiri, lalu mendekorasi kotak dengan dekorasi selucu mungkin.


Tak terasa sudah tengah malam, dia bahkan belum mandi, setelah selesai mendekorasi kotak itu, dia menyimpan nya di laci meja ranjang dan ia membersihkan dirinya untuk pergi tidur.


Dia harus bangun pagi dan memasak untuk suaminya yang akan kembali pulang.


***


Disisi lain di kediaman Josh Thomson,


"Keenan, aku tahu akan sangat sulit, tetapi untuk sekarang ini, jangan mengambil keputusan yang membahayakan, semuanya ada di tanganmu," Josh memperingati Keenan yang sudah akan kembali pulang menemui Cinta untuk sebuah tujuan.


"Aku tahu!" ketus Keenan dengan wajah dan mata yang memerah Sepertinya dia baru saja menangis semalaman, Josh juga mendengar jika putranya ini telah berteriak di ruangannya berkali-kali.


Tadi malam Josh hendak mengetuk pintu kamar pribadi Keenan, akan tetapi saat mendengar Keenan berteriak dan memecahkan segala sesuatu yang ada di kamarnya, Josh mengurungkan niatnya.


Josh mengerti mengapa Keenan bersikap seperti itu jadi dia diam saja.

__ADS_1


Setelah itu Keenan segera berangkat pagi itu, agar esok siang dia bisa sampai disana.


***


__ADS_2