
Episode 109 : Aku akan selalu mengingat mu!
***
Perselingkuhan tidak akan pernah bisa termaafkan, perselingkuhan dalam pernikahan sama saja dengan mengingkari janji kepada Tuhan, bukan saja hanya hal itu, sebuah perselingkuhan akan mematahkan hati dan menghancurkannya, seseorang yang terluka karena perselingkuhan tidak akan bisa melupakan rasa sakitnya.
Walau sudah berpisah, akan tetapi luka itu tetap akan ada dan membekas selamanya.
Selalu akan ada korban dari sebuah perpisahan, dan yang akan terluka dan terabaikan adalah anak dari hasil pernikahan yang telah hancur.
Sama seperti Cinta, dia lahir dari sepasang suami istri yang dulunya saling mencintai akan tetapi ternoda oleh perselingkuhan hingga akhirnya berpisah.
Cinta sejak tadi hanya diam saja, saat mendengar Keenan menelepon assiten nya pun dia tetap diam.
Hatinya sepertinya memang telah hancur berkeping-keping, harapannya yang begitu tinggi menjatuhkan nya sampai ke dasar.
Ternyata selama ini, hanya dia yang merindukan, hanya dia yang membutuhkan, semuanya hanyalah harapan dari keinginan bodohnya.
Setelah beberapa saat dalam perjalanan, akhirnya Keenan dan Cinta sampai di kediaman mereka.
Wajah Keenan masih sama, kelihatan begitu marah dan mengerikan, sedangkan Cinta masih hanyut dalam ketidakberdayaan setelah melihat fakta yang begitu jelas di matanya, jika sejak awal, sejak perpisahan ayah dan ibunya, dia sudah tidak dibutuhkan dan tidak diinginkan lagi.
Keenan melihat kearah istrinya, wajahnya yang sendu dan menyedihkan, hatinya menyelekit sakit saat melihat ekspresi wanita ini, akan tetapi rasa sakit hatinya membuatnya marah.
Keenan ingin marah dan membentak, tidak rela dia melihat istirnya menangis pilu dan memperlihatkan wajah kepedihan karena orang lain, tidak rela ia melihat istrinya merasakan sakit karena kekejaman orang lain.
Akan tetapi ia menahan marahnya, dia tidak ingin menambah luka wanita nya.
“Brengsek!’ geramnya membuka pintu mobil, langkah nya kuat dan mendominasi, dia membuka pintu mobil dari arah istrinya dan menggendong Cinta ala bridal style.
Cinta sedikit terkejut ketika tubuhnya diangkat tanpa aba-aba, “Lepaskan aku, aku bisa berjalan send ….” Masih dengan suara yang lemah, Cinta mencoba turun akan tetapi genggaman tangan suaminya semakin kuat.
“Diam! Jika kau tidak ingin melihatku membunuh keluargamu, maka kau harus diam dan menurut!” Keenan benar benar kelihatan murka.
Mendengar itu Cinta diam lagi, akan tetapi dia menurut, dia menyandarkan wajahnya di dada bidang suaminya, memejamkan matanya sejenak.
Mungkin ini mengejutkan, akan tetapi dari semua orang, sepertinya Keenan adalah tempat ternyaman bagi Cinta sekarang ini.
Keenan tetap menggendong wanitanya masuk ke dalam rumah, sisi rumah dibuat terkejut, padahal mereka hendak merayakan kebebasan mereka tanpa adanya Keenan, akan tetapi hanya beberapa saat tuan muda arogan itu sudah kembali pulang lagi.
__ADS_1
Akan tetapi atmosfernya kelihatan berbeda, wajah kesedihan campur marah dari Tuan mereka sudah cukup membuat mereka diam dan tak berani berkutik.
***
Keenan menggendong istrinya sampai ke kamar mereka, walau dia sedang marah dia tetap meletakan Cinta dengan lembut ke atas ranjang, sedangkan dia melepaskan jas dan dasi yang ia kenakan.
Dia bahkan berpakaian begitu bagus dan menawan untuk bertemu keluarga Cinta, akan tetapi yang ia dapatkan hanyalah kemarahan dan kekecewaan.
Lalu setelah itu membuka kancing baju nya agar melonggar, dia menatap tajam kearah istrinya yang masih duduk dan memperlihatkan wajah pilunya, karena tidak tahan lagi melihat istrinya menunjukkan ekspresi seperti itu, Keena langsung berkecak pinggang dan berdiri di hadapan Cinta.
“Dengar ya, aku tidak ingin melihat wajah menyedihkan itu darimu, itu membuatku kesal dan hatiku sesak!”
“Mereka sudah membuang mu, kau lihat kan tadi? Jadi jangan menangis dan bersedih untuk mereka lagi!” Keenan berbicara dengan suaranya yang meninggi, dia juga menatap dengan tatapan nya yang tajam.
Cinta melihat wajah Keenan dan mendengar semuanya, apa yang dikatakan oleh Keenan adalah kebenaran, akan tetapi sungguh lah tetap menyakitkan.
“Aku … aku bahkan berpikir untuk membawa ibuku jalan-jalan, menghabiskan waktu bersama, pergi ke pemandian air panas, berbelanja dan bercerita banyak hal, aku bahkan dengan sangat percaya diri mengatakan padamu akan menginap beberapa hari disana kan? Tetapi nyatanya aku langsung kembali hanya beberapa saat,”
“Selama ini aku tahu aku membohongi diriku sendiri, akan tetapi aku sungguh tidak berharap melihat dan mendengar dengan telingaku sendiri jika tidak ada seorangpun yang mengingatku, tidak ada seorang pun yang membutuhkan aku ….” Cinta berbicara dengan ekspresi wajah yang sangat menyedihkan.
Air matanya tidak berhenti mengalir, bahkan ia sampai sesenggukan, dia berbicara banyak hal kepada Keenan, membuat Keenan tak bisa menjelaskan apa yang ia rasakan sekarang, yang jelas ia merasakan sesak, tidak rela dan marah melihat kekecewaan istrinya ini.
“Kau dengar? Aku akan selalu mengingatmu, membutuhkan mu bahkan akan selalu merepotkan mu! Aku sudah mengatakan ini berulang kali, apa kau akan selalu lupa jika kau memiliki aku, apakah kau kurang kerepotan denganku? Haruskah aku merepotkan mu lebih banyak lagi!’
Dengan wajah kesalnya dan tangan di pinggang, Keenan sudah seperti seorang ibu yang memarahi anaknya.
“Deg … Deg … Deg!"
Sama seperti sebelumnya, jantung Cinta akan berdegup begitu kencang jika lelaki ini dengan emosinya yang meluap luap atau dengan keegoisannya, atau bahkan dengan wajah arogannya mengatakan jika dia akan selalu mengingatnya dan membutuhkannya, akan membuat Cinta lupa dengan segala hal.
“Tapi bagaimana dengan keluargamu? mereka tidak akan setuju denganku? Juga, kau sudah dijodohkan dengan wanita cantik itu, bagaimana jika kau juga akan meninggalkan aku, jangan memberikan aku kata-kata yang sangat berharga seperti itu,”
Cinta membalas ucapan suaminya, Cinta sudah lelah berharap dan hidup dalam harapan bodohnya, kali ini dia harus mendapatkan jawaban pasti dari suaminya ini.
“Tak!”
Keenan langsung menjitak jidat Cinta dengan tulunjuk tangannya, walau hanya dengan telunjuk tangan rasanya tetap sakit dan membuat Cinta harus mengusap nya dengan tangan.
“Apa yang kau lakukan? sakit ….” Keluh Cinta sembari mengusap-usap jidatnya yang pasti sudah memerah.
__ADS_1
“Sayang, apa kau kira aku main-main dengan pernikahan ini? mungkin memang pernikahan kita kelihatan terlalu cepat, juga mungkin sebelum aku menikah aku banyak bermain-main dengan wanita lain,”
“Akan tetapi setelah menikah aku sudah tidak pernah bermain dengan wanita lain lagi, kenapa? Karena dalam hidupku, bahkan disaat kali pertama kita bertemu, kau adalah wanita pertama yang membuatku merasakan sesuatu di hatiku,”
“Bagiku pernikahan itu satu untuk selamanya, aku tidak pernah bermain main denganmu sejak aku mengetahui jika aku memiliki perasaan kepadamu, aku mungkin sudah mengatakan aku menyukai mu berulang kali, akan tetapi aku tidak akan bosan mengatakannya berulang kali, agar kau ingat jika aku tidak pernah berniat untuk mempermainkan mu!”
“Deg … Deg … Deg!”
Pipi Cinta sudah memerah, setiap kata yang keluar dari suaminya ini, walau kelihatan arogan dan menuntut, akan tetapi begitu romantis dan membuat hatinya meleleh.
Rasanya di butuhkan, disukai dan diinginkan, semua perasaan itu sangat diinginkan oleh Cinta, sampai ia tidak sadar jika selama ini, selama dia ada di sisi Keenan, dia sudah mendapatkan itu semua.
Tanpa sadar Cinta meneteskan air matanya, akan tetapi dia tersenyum.
“Terimakasih, aku tidak mengatakan ini tadi karena terlalu sedih, tetapi terimakasih sudah membela ku di depan keluargaku,” Cinta berterimakasih, dengan sangat bersungguh sungguh dan tulus.
Hal itu membuat Keenan melebarkan matanya dan pipinya memerah, “Ti … tidak perlu berterimakasih, aku tidak menerima kata terimakasih, kau harus membayar apa yang kulakukan untukmu nanti,” ketus Keenan tidak bisa menyembunyikan wajahnya yang memerah karena berdebar-debar itu.
Cinta sedikit kebingungan dengan apa ia akan membayar Keenan, akan tetapi itu tidak perlu untuk sekarang.
“Ehem, aku sudah mengatakan semuanya, kau dilarang bersedih untuk mereka ….” Sembari mengalihkan pandangannya untuk menyembunyikan pipinya yang memerah.
Keenan hendak melangkah ke luar kamar.
“Persiapkan dirimu, aku akan meminta pelayan untuk mempersiapkan baju-bajumu juga, kita akan pergi,” seru Keenan sembari membuka pintu.
Cinta yang mendengar itu tentu saja kebingungan, “Kita mau kemana memangnya?” balas Cinta kepada suaminya yang sejak tadi sudah tidak memperlihatkan wajahnya karena sekarang wajahnya sudah memerah sekali.
“Kau bilang mau ke pemandian air panas kan? Kita akan liburan disana selama weekend,” seru Keenan langsung keluar dari kamar dan segera mengusap dadanya karena jantungnya berdegup semakin kencang.
“Sialan, kenapa aku menjadi malu dan berdebar seperti ini sih? apakah dia tidak tahu seberapa berbahaya nya dia jika bersikap imut seperti itu?" geram Keenan sungguh sedang menahan dirinya sendiri.
Bagi Keenan Cinta sangat menawan dan menggemaskan tadi saat mengatakan terimakasih dan melihatnya dengan mata bulatnya.
Hampir Keenan menghabisinya tadi akan tetapi dia tahan, karena pastinya Cinta masih kelelahan akibat olahraga panasnya tadi malam.
***
Guys masih lanjut kok novel ini, akan tetap update setiap hari. Terimakasih 🙏
__ADS_1