
Episode 121 : Cium suami mu dulu.
***
Waktu akhirnya berlalu, tanpa sadar Cinta bisa tertidur juga dalam dekapan suaminya, walau semalam dia gundah mengenai sebenarnya apa yang terjadi mengapa ayahnya sampai menunggu dan mengejarnya seperti itu.
Karena keduanya sudah kelelahan karena aktifitas mereka di pemandian air panas membuat keduanya terlelap cepat tadi malam.
Pagi ini Cinta terbangun karena merasa geli di bagian dadanya.
“Hmm …”
Cinta perlahan membuka matanya, dan ia melihat suaminya sedang asyik bermain di kedua buah dadanya, satunya lagi menggunakan tangan dan satunya lagi menggunakan mulut.
Cinta terpaku sejenak, dia mengedipkan matanya melihat apa yang sedang terjadi.
Dia mengira dia bermimpi sekarang.
Keenan yang menyadari istrinya telah terbangun membuat Keenan menyeringai, “Selamat pagi sayang ….” Bisiknya membuat Cinta sadar jika ini semua bukan mimpi melainkan kenyataan.
“A … apa yang kau lakukan?” belum selesai Cinta menyelesaikan ucapannya, Keenan langsung menutup bibir Cinta dengan lahapan bibirnya.
Dengan cepat Keenan sudah naik dan mengecup bibir istrinya dengan sangat bergairah, “Kau ingat kan hukuman mu yang tertunda tadi malam, aku ingin menagihnya sekarang sayang,” bisik Keenan memang sedang sangat mnginginkan istrinya.
“APA? pagi ini? tapi … tapi,”
“Ssshhh! Kau mau durasinya lebih panjang dan lebih lama? jika mau, terus lah mengoceh, setiap penolakan dihitung satu jam permainan,” goda Keenan menatap istrinya dengan tatapan yang sangat nakal.
Mata Cinta melebar, dia keheranan dengan suaminya, bagaimana mungkin cara pikir Keenan benar-benar sangat pintar jika dalam hal itu.
__ADS_1
“Kenapa jadi begitu? Sejak kapan ….”
Saat Cinta menjawab lagi, Keenan semakin terkekeh, dia mulai melepaskan bajunya dan berbisik lagi, “Tambah satu jam, ayo berbicara lagi, maka kita bisa bercinta sepanjang hari!” bisikan itu menekan dan membuat darah Cinta mendidih.
Dia langsung menutup mulutnya dan geleng-geleng kepala.
“Hehe, bagus,” balas Keenan kembali memberikan kecupan panas pagi itu.
Dan setelah itu terjadilah olahraga panas yang menggebu-gebu, kesukaan Keenan yang selalu ia rencanakan setiap saat.
***
Beberapa saat kemudian,
Keduanya sudah mandi dan berpakaian bersih, Keenan hendak bersiap-siap pergi ke kantor, jadi dia duduk di kursi meja makan sembari berpangku tangan dan memandangi istrinya yang sedang menyiapkan sarapan untuknya.
"Brak!"
"Prang!"
Suara aduan alat masak terdengar begitu nyaring, akan tetapi Keenan menganggap jika istrinya sedang sangat bersemangat memasak makanan untuknya.
"Istriku yang menggemaskan bersemangat sekali sih," ucapnya pelan masih berpangku tangan dan memandangi istrinya.
Keenan tidak tahu saja, kelihaian tangan Cinta dan suara piring dan alat masak yang terdengar begitu kencang bukan karena Cinta bersemangat sekali memasak, akan tetapi karena Cinta merasa Keenan sangat curang pagi ini.
Saat olahrga panas itu terjadi diatas ranjang berkali-kali, bagaimana mungkin Keenan menghabisinya juga di kamar mandi, membuat pinggangnya encok, akan tetapi lagi-lagi Keenan kelihatan baik-baik saja dan yang kelihatan lelah hanya dirinya saja.
Diantara dua sejoli yang sedang di mabuk cinta itu, dimana Keenan yang berpangku tangan dan melihat kecantikan istrinya semakin bertambah saat memasak dengan bersemangat untuknya, disinilah para koki menjadi pajangan dapur yang menatap sayu dan datar kearah Keenan.
__ADS_1
Tuan mereka yang kelihatan jatuh cinta sekali, dan Nyonya rumah, yaitu istri Tuan mereka memasak dengan masakan sederhana nya.
“Haahh, siapa sangka gelar koki hebatku tak berguna di dapur ini,” keluh kepala koki di sahuti anggukan kepala oleh assiten koki yang lain.
Disaat yang sama para pelayan yang melihat nasib para koki, dimana kejayaan mereka telah ditumbangkan oleh seorang istri muda yang masakannya hanyalah masakan serderhana hanya bisa geleng-geleng kepala dan kelihatan iba.
***
Mata para koki itu melihat masakan rumahan yang tak sebanding dengan masakan mereka, akan tetapi saat masakan itu di lahap oleh Tuan mereka, Tuan mereka makan dengan sangat lahap dan kadang-kadang tanpa sepengetahuan Cinta, Keenan akan menatap kearah para koki dan membanggakan istrinya dengan tatapan mata.
Keenan akan tersenyum menyeringai, sebagai kode jika masakan istrinya jauh lebih baik.
Para koki tentu hanya bisa mengelus dada dan membuang mata karena tak tahan dengan sikap Keenan yang sangat bangga pada istrinya walau dengan hal kecil pun.
Hanya dalam beberapa saat semua makanan yang disiapkan oleh Cinta dilahap habis oleh Keenan tak bersisa, Cinta akan selalu dibuat kagum dengan nafsu makan suaminya, bukan hanya gairahnya saja tanpa batas mungkin perutnya pun tanpa batas.
***
Keenan sudah ada di depan pintu rumah dan Cinta mengikuti Keenan hendak mengantar suaminya masuk kedalam mobil.
“Sayang … suami mu akan pergi ke kantor, sini cium suami mu dulu,” Keenan masih merona, dia bahagia sekali, dia puas, dan tak ada yang bisa menggambarkan bagaiman dia sangat menghargai setiap detik kehidupannya yang sekarang.
Dia merentangkan tangannya, dan menunggu istrinya datang mendekapnya dan menciumnya, memberikan ciuman pagi dan sebelum pergi ke kantor.
Cinta yang masih mengenakan celemek itu melepaskan celemek nya, dia datang mendekat kearah suaminya dan memeluk suaminya, melakukan adegan suami istri yang sebenarnya sering ia tonton di televisi.
Saat Cinta memeluk suaminya, Keenan dengan sangat merona dan sembari memberikan kode memajukan bibirnya sebagai kode agar Cinta menciumnya.
Cinta segera menjinjitkan kakinya, dia memejamkan matanya dan mencium suaminya, dia sangat menurut pagi ini membuat Keenan semakin gemas dan suka tentunya.
__ADS_1