
Episode 122 : Orang lain hanyalah batu.
***
Masih di kediaman Keenan,
Saat ciuman itu dia berikan, Cinta hendak melepaskan suaminya, agar suaminya segera pergi ke kantor.
Akan tetapi bukan Keenan namanya jika tidak kurang dan selalu ingin hal lebih dari istrinya.
Keenan menarik pinggang istrinya dan menciumnya lagi, lagi dan lagi, sampai sampai wajah Cinta sudah semerah tomat saat assiten pribadi Keenan, Bram sudah datang sendiri hendak menjempu Bos nya yang sebentar lagi akan mengadakan meeting penting.
Bram yang melihat itu hanya berdiri tegap dan tersenyum kaku bagaikan robot, dia ingin menghentikan ciuman mesra Bos nya, akan tetapi dia takut akan kena amuk.
Akan tetapi disaat yang bersamaan, meeting penting sebentar lagi harus diadakan, membuat Bram yang sebenarnya tersenyum kaku bagaikan robot itu sedang bertengkar dan berperang dalam hatinya.
“Sayang, bukankah kau sudah terlambat?” Cinta segera memutar otaknya agar suasana kaku ini segera berakhir.
Keenan yang sedang dimabuk asmara itu hanya tersenyum dengan pipi merahnya, dia mengusap bibir istrinya.
“Sayang, aku hanya senang sekali kau tahu, saat aku menyuruhmu datang memeluk aku kau datang dan benar-benar memeluk ku,"
"Saat aku menyuruhmu mencium ku, kau benar-benar datang mencium ku, hal ini sangat penting dan berharga, seolah menjadi bukti jika kita sudah menikah dan kau telah menjadi milikku seutuhnya,”
Keenan mengatakan apa sebenarnya yang ia rasakan, mengapa ia senang sekali dan mencium Cinta berkali-kali, karena baru kali ini lah Cinta benar-benar berinisiatif menciumnya.
Saat Cinta mendengar itu, jantungnya hampir meledak, pipinya ikut memerah dan dia menunduk malu sekali.
__ADS_1
Dia dibuat lupa jika diantara mereka ada asisten ngenes yang sedang menatap datar ke arah mereka.
“Sampai kapan kedua orang yang sedang dimabuk asmara ini akan sama sama malu dan merona, seperti anak SMA yang sedang pacaran? AAAAA!”
“Jika begini terus, Bos akan telat menghadiri meeting dan aku yang akan terkena amukan lagi,”
Bram yang semakin meledak-ledak melihat dua sejoli yang kasmaran di pagi hari itu dengan gemetaran dan penuh kesabaran penuh akhirnya membuka mulutnya dan bersuara.
“Pa … Pak Keenan,” suara nya yang gemetaran dan ekspresinya yang kaku, dan wajahnya yang memerah karena menahan kesal yang tiada tara.
Panggilannya membuat Keenan dan Cinta yang dimana pipi kedua orang itu sedang merona langsung melihat kearah Bram.
Cinta yang malu sekali karena Bram melihat kemesraan antara dirinya dan suaminya langsung menunduk.
“Sa … Sayang, aku kembali masuk ke rumah dulu, semoga harimu menyenangkan,” seru Cinta lagi-lagi dengan ucapan yang sangat cepat.
“Aaaaa, kenapa suamiku romantis sekali sih?” teriak Cinta pelan sekali.
Tetapi beberapa detik kemudian, “Awww, pinggangku!! aku lupa jika aku sedang encok dan berlari, aduh!” gerutunya lagi mengusap usap pinggangnya.
Karena dia terlalu malu juga senang dan merona, membuatnya lupa jika tadi pagi dia dihabisi suaminya berkali-kali, jadi pantas saja pinggang nya encok.
***
Sedangkan Bram yang sudah keringat dingin takut diamuk Bos nya yang di matanya sama dengan monster ini menelan salivanya dengan kasar.
Bram tahu jika Bos nya tidak suka diganggu saat sedang melakukan hal yang disukai oleh Bosnya.
__ADS_1
“Tidak apalah kenapa semprotan pagi, yang penting karir ku tidak terancam!” geram Bram dalam hatinya.
Akan tetapi sikap yang ia terima dari Bos nya malah berbeda 180 derajat, Keenan bahkan tidak melihat kearah Bram sama sekali.
Karena dalam dunia romansa dan bayangan nya yang sedang jatuh cinta, Bram dan oranglain hanyalah berperan sebagai batu saja.
Keenan melewati Bram dan masuk sendiri ke dalam mobil dimana sudah tersedia sejak tadi di lobby rumah.
Bram yang syok sekali bahkan membatu sejenak, dia memastikan jika yang ia lihat bukanlah imajinasinya, dia menampar pipinya sebentar dan melihat ke belakang.
Dan benar saja, Bos nya nyata ada di mobil dan sudah duduk sembari tersenyum ramah sekali.
“Apakah ini kekuatan cinta sesungguhnya?” gumam Bram sejenak, akan tetapi dia langsung terburu-buru memasuki mobil dan melajukannya, karena ia ingat jika tidak saatnya terkejut sekarang, karena ada meeting penting yang sedang menunggu.
Jadi kalau mau terkejut nanti saja.
***
Saat Keenan sudah pergi ke kantor, Rehan yang sebenarnya memiliki rencana itu datang lagi ke rumah Keenan, dimana dia yakin putrinya pasti akan luluh padanya.
Hanya menunggu sampai Keenan tidak ada di sekitar Cinta.
Kali ini dia membawa Monic dan Rara, agar Cinta luluh, dia akan membuat Monic dan Rara meminta maaf kepada Cinta atas semua perbuatan yang dilakukan oleh Keenan keduanya selama ini.
***
Jangan lupa like dan komen, terimakasih :)
__ADS_1