Boss Playboy

Boss Playboy
Cinta bertemu sahabatnya lagi.


__ADS_3

Episode 58 : Cinta bertemu sahabatnya lagi.


***


Keenan sebenarnya tidak suka keramaian seperti pasar malam, bau menyengat dari segala arah dan makanan berminyak yang di jajakan sepanjang jalan.


Hal itu sangat tidak sesuai dengan seleranya, akan tetapi demi sang kekasih yang sedang ngambek akan dia lakukan tetapi tentu saja ada syarat nya.


"Sayang ...."


"Hmm?"


"Lihat aku, katakan apa mau mu, maka akan aku kabulkan," bisik Keenan menyeringai, melonggarkan seat belt nya agar mendekatkan diri kearah Cinta.


Mendengar itu mata Cinta langsung berbinar, dia tiba-tiba bersemangat, dia memang sangat ingin makan bakso dan ayam bakar di tempat langganan nya, dimana dia dan para sahabatnya biasa makan.


"Benarkah?" seru Cinta langsung berbinar dan menghadapkan tubuhnya kearah Keenan.


Dan saat itulah Cinta menyadari jarak mereka sudah terlalu dekat dan bahkan nafas Keenan sampai terasa di wajah Cinta.


"Deg ... Deg ... Deg!"


Jantung Cinta langsung berdegup kencang sekali.


"Ahh, tuan tampan nan perkasa ini, peluk akuuuu!" sang iblis dalam diri Cinta menggeliat lagi seperti biasa jika berada dalam jarak dekat dengan Keenan.


"Hehe, Tuan tampan yang tidak bisa aku lewatkan, sikat Cinta jangan sampai )


lewat!" bahkan sisi malaikat Cinta seperti biasa juga akan mendukung sisi iblis yang ada dalam diri Cinta.


"KALIAN BERDUA GILA! aku tahu aku jomblo tetapi dia ini monster!" lalu Cinta berteriak dalam hatinya dan membubarkan persekutuan iblis dan malaikat yang ada di dalam batin nya.


"Ehem ..."

__ADS_1


Cinta berdehem untuk mengurangi kegugupan nya lalu hendak memalingkan wajahnya.


"Sayang .... cepat katakan, kalau tidak mau ya aku tidak akan membawa mu ke pasar malam itu!" ketus Keenan dengan wajah ngambek nya.


"Deg ... Deg ... Deg!"


Lagi-lagi jantung Cinta berdegup saat melihat ekspresi menggemaskan itu.


"Sial, monster gila ini memang tampan sekali, apa daya ku sebagai wanita biasa yang menyukai lelaki tampan, huhu, tetapi Cinta kuatkan hatimu jangan mau terjebak oleh nya! hmmm!" geram Cinta dalam dirinya dan mulai membangun benteng terkuat lagi dalam hatinya, untuk menolak segala macam yang berbau dan berhubungan dengan oknum bernama Keenan.


Tetapi demi bakso dan ayam bakar Cinta mengalah, Cinta menatap Keenan dengan matanya yang bulat dan berbinar-binar.


"Aku mau makan bakso dan ayam bakar di pasar malam, mau ya ..." seorang wanita keras kepala yang luluh oleh makanan yang sangat ia rindukan membuat Keenan tertegun sejenak.


"Deg ... Deg ... Deg!"


Jantung Keenan berdegup kencang sekali.


"Sayang, jika saja kau tahu aku ingin langsung melahap bibir mu sekarang juga, menghabisi mu di ranjang dan menjadikan mu milikku seutuhnya, jika saja sekali lagi kau menggoda ku seperti ini aku tidak akan lagi melepaskan mu!" nafas Keenan sudah berat dan panas, dia tidak tahan melihat wajah menggemaskan Cinta sekarang ini.


"Sungguh lelaki pertama yang dengan lantang mengatakan sesuatu yang nakal seperti ini, apakah dia tidak malu! aaaaa! tapi demi ayam bakar dan bakso ku, aku datang!" teriak Cinta melewati segala rintangan demi makanan enak yang akan ia santap.


***


Setelah beberapa saat dalam perjalanan, akhirnya Keenan dan Cinta sampai di pasar malam dimana tempat Cinta dan para sahabatnya sering makan.


Cinta turun dari mobil dan wajahnya sangat bahagia, senyumannya merekah karena bisa mencium bau makanan yang menggugah seleranya.


Banyak yang berjualan malam itu, bukan hanya makanan saja tetapi pernak pernik dan banyak hal lainnya.


Sedangkan Keenan seolah risih dan wajahnya masam, Keenan mengenakan topi dan melepaskan jas nya, hanya mengenakan kemeja putih dan celana hitam, tetapi hanya dengan tampilan tanpa persiapan seperti itu sudah membuat semua orang memperhatikan mereka.


"Kenapa banyak orang melihat kearah ku?"

__ADS_1


"Apakah aku cantik?"


"Wahhh, orang cantik emang beda ...."


Cinta sudah berbinar-binar dan memuji dirinya sendiri sampai pada saat ia mendengar ada beberapa gadis muda mendatangi Keenan dan meminta nomor ponselnya.


"Tuan tampan, boleh minta nomor mu? kau tampan sekali...."


"Kyaa, aku malu hanya dengan melihat nya,"


seru kedua gadis yang tengah berisik sendiri karena melihat ketampanan Keenan.


"Heh, aku jadi malu sendiri, ternyata karena lelaki monster ini semua tatapan langsung tertuju kepada kami, untung saja aku memuji diri sendiri hanya dalam hatiku jadi tidak ada yang tahu ...."


"Memalukan, aku tahu!"


"Aku juga!"


Sisi malaikat dan sisi iblis Cinta tiba-tiba muncul dan menghina Cinta.


"Kalian berdua kan bagian dari diriku, diam saja!"


***


"CINTA ...."


*Terdengar suara seseorang yang dikenal oleh Cinta.


"Rita? Isya?" seru Cinta juga segera berlari dan memeluk kedua sahabatnya yang sudah sangat ia rindukan ini.


Mereka akhirnya bisa reuni dan bertemu lagi.


***

__ADS_1




__ADS_2