
Episode 135 : Aku sudah bosan!
***
Di kediaman Keenan,
Waktu akhirnya berlalu, pagi sudah menyingsing, pagi ini terasa berbeda dari pagi sebelumnya, bagi Cinta semuanya nampak begitu indah.
Dia meregangkan tangannya, lalu ia beranjak dengan hati bahagianya membersihkan dirinya, dia bahkan bersenandung bahagia disetiap langkahnya, dia sangat merindukan suaminya, dia ingin sekali memeluknya dan menghabiskan hari seperti sebelumnya.
Setelah ia selesai mandi dan memakai pakaian yang nyaman ia segera pergi memasak.
Dia akan menyambut suaminya dengan makanan kesukaannya.
"Pasti dia akan senang sekali, apalagi kami sudah punya baby," Cinta tertawa dan memasak dengan sangat bersemangat.
Tangannya lihai memotong bahan-bahan makanan, menyiapkan ini dan itu.
Kesedihan yang ia rasakan seminggu penuh ditinggalkan suaminya dan tak diberikan kabat sirna tak berbekas, yang ia rasakan sekarang ini hanyalah kebahagiaan menanti kepulangan suaminya.
Menit telah berlalu, sampai akhirnya beberapa jam, makanan sudah disusun rapih diatas meja makan, Cinta duduk tersenyum meninggalkan suaminya, dia melihat jam sudah hampir siang.
"Sebentar lagi dia pasti akan sampai," serunya dimana jantungnya berdegup semakin kencang.
Sampai paga akhirnya dia mendengar ada mobil sampai di lobby rumah, Cinta berlari kesana begitu cepatnya sampai nafasnya terengah-engah.
Dia tidak sabar melihat Keenan, lelaki yang sungguh ia rindukan setiap hari.
Saat ia sampai di lobby dengan nafasnya yang masih naik turun, benar saja mobil suaminya telah sampai disana, dan Keenan, lelaki yang amat sangat ia rindukan keluar dari mobil itu.
"Sayang ...." suaranya kecil, karena nafasnya yang memburu sebab ia berlari, ia hendak melangkah dan memeluk suaminya sampai langkahnya terhenti sejak melihat Keenan datang bersama wanita.
"Deg ... Deg ... Deg!"
"Hah ..."
"Hah ..."
Nafasnya masih terengah-engah, langkahnya berhenti seketika dan senyuman merekah itu kemudian hilang seketika.
Dihadapannya, dia melihat dengan jelas, wanita itu, wanita yang begitu cantik yang pernah ia lihat, Clara menggandeng suaminya tepat didepan matanya.
Cinta mengedipkan matanya dan melihat lagi, dia mengira dia salah lihat dan sedang bermimpi.
Tetapi semuanya nyata dan Keenan juga Clara sudah melangkah melewati nya.
__ADS_1
"Deg ... Deg ... Deg!"
Ada gemuruh di hati Cinta, kakinya menjadi lemas dan nafasnya menjadi sedikit sesak.
Dia hendak meraih tangan suaminya, tetapi terlalu jauh, dia mengejar keduanya yang seolah tak melihatnya tadi dan meraih tangan Keenan.
"Srek!"
Cinta yang meraih tangan Keenan akhirnya membuat keduanya berhenti melangkah.
Keenan membalikkan badannya dan melihat kearah Cinta yang menatapnya penuh harap, Keenan bisa melihat dengan jelas jika Cinta mencoba tersenyum dan meminta penjelasan.
"Sayang, kenapa kau bisa bersamanya? ada apa sebenarnya? aku menunggu mu pulang dan ..."
Cinta jadi gugup, dia kehilangan kata-kata yang hendak ia ucapkan, sampai akhirnya Keenan memotong ucapan Cinta.
Tetapi sebelum itu, dia melihat kearah Clara yang diam mematung seperti batu, seolah tak suka juga dengan keadaan ini.
"Kau kembali lah ke ruangan mu," ucap Keenan pada Clara dan memintanya masuk ke ruangan Clara yang sudah disiapkan oleh kepala pelayan.
Setelah Clara pergi, Keenan dengan wajah dinginnya dan mata tajamnya kembali melihat kearah Cinta yang kebingungan namun tetap mencoba tersenyum.
"Aku ingin bicara denganmu," seru Keenan melepaskan genggaman tangan Cinta.
Kakinya semakin lemas, dia gemetaran dan dia harus berpegangan kepada salah satu pelayan yang ada di sisinya.
"To ... tolong bantu aku berjalan," ucap Cinta lemas dan suaranya gemetaran sekali.
Pelayan yang kelihatan sedih itu membantu Cinta melangkah.
Saat itu Cinta melihat suaminya, yang gagah dan kokoh itu melangkah dengan mantap dan tak sedikitpun menoleh kearah Cinta.
Jantung Cinta semakin bergemuruh dan rasanya semakin sakit.
***
Keenan duduk di sofa, dan mengalihkan tatapannya agar tak melihat Cinta melangkah karena terlalu lemas sampai harus dibantu oleh pelayan.
Cinta juga duduk tepat berada di hadapan Keenan hendak mendengar apa yang ingin disampaikan oleh suaminya.
Dengan matanya yang bulat dan begitu tulus, dia menunggu ucapan suaminya, "Ada apa?" serunya pelan dan tetap berusaha tersenyum.
Keenan menelan salivanya karena dia sedang menahan perasaan nya, dia mencengkeram tangannya dan berusaha keras menatap tajam kearah Cinta.
"Kau ingat? saat pertama kali kita bertemu dan alasan kita bersama?" tanya Keenan pada Cinta yang mendengarkan dengan seksama.
__ADS_1
Cinta mengangguk, namun ia segera menimpali, "Aku ingat, tapi kau bilang itu tidak penting, karena kau menyukaiku dan ingin hidup bersamaku, makanya kita menikah kan?" senyuman yang sangat dipaksakan, menggetarkan hati dan begitu menyakitkan.
"Glek!'
Keenan menelan salivanya dan dia menggenggam erat tangannya, hatinya yang bergemuruh ia sembunyikan walah tatapannya tak bisa berbohong.
"Tidak, aku tidak mengatakan itu, aku katakan jika aku bosan aku akan melepaskan mu, dan sekarang aku sudah bosan dan muak, aku ingin melepaskan mu!" suaranya yang tegas dan sedikit meninggi, ia sengaja untuk membuat Cinta mengerti.
Cinta yang mendengar itu tak bisa menyembunyikan wajahnya yang begitu terkejut namun juga tak bisa menahan air matanya yang langsung mengalir dengan deras, air mata yang ia tahan sejak tadi.
"A ... apa yang ingin kau katakan?"
"Tolong katakan dengan jelas, bosan? muak? kenapa?"
"Aku ingin dengar dengan jelas, aku tidak mengerti, kita sudah menikah jika bosan kau bisa mengatakan kepadaku, aku bisa tidur ditempat berbeda atau menjauh sebentar, tidak masalah,"
"Setiap hubungan memang pasti ada rasa bosan, tapi bisa diatasi, jadi ...."
Cinta dengan suara yang gemetaran, dia berhenti berbicara sejenak, menarik nafas karena dia merasa begitu sesak dan sakit.
Seorang lelaki yang menjanjikannya dunia mengatakan bosan kepadanya, rasa sakit itu tak bisa ia bayangkan.
"Jadi, aku yakin semua bisa diperbaiki kan?" ucapnya lagi seluruh tubuhnya sudah bergetar hebat.
Wajahnya menjadi pucat dan dia sedikit mual, rasa syok dan tak percaya membuatnya pusing dan mual.
"Tidak bisa! aku bosan berarti kau harus pergi, aku ingin ..."
Dengan nafas yang terengah-engah, Keenan mengalihkan tatapannya tak mampu lagi melihat kearah Cinta, kemudian ia melanjutkan ucapannya.
"Aku ingin kita segera berpisah, sekarang juga!"
Ucapan itu membuat Cinta terdiam seribu bahasa, ekspresi nya berubah-ubah, dia mengernyitkan dahinya tapi kemudian matanya membesar, pandangannya menjadi kabur karena air mata memenuhi matanya.
Seperti dunia yang runtuh, seluruh harapan yang dipupuk dan kepercayaan diri runtuh begitu saja.
Lelaki yang saat lalu mengatakan akan membuat Cinta menjadi wanita paling dicintai di seluruh dunia menjatuhkan nya seperti dia tak bernilai.
Cinta terdiam sebentar, matanya yang kosong begitu memilukan, siapapun yang melihat matanya akan merasakan rasa pilu yang begitu hebat.
***
Jika kalian berkenan jangan lupa follow author ya, di akun author ini. Terimakasih 🤍
__ADS_1