Boss Playboy

Boss Playboy
Aku selalu mengalah


__ADS_3

Episode 30 : Aku selalu mengalah


***


"Ampuni aku Tuan, aku akan melakukan segalanya, tapi jangan lempar aku dari atas gedung ini, aku masih muda dan masih memiliki banyak mimpi!" Cinta berteriak karena Keenan sedang tertawa terbahak-bahak sembari memerintahkan suruhannya untuk menjatuhkan Cinta dari atas gedung tower yang tinggi.


"Brak!"


Para bawahannya itu langsung mendorong Cinta sampai terjatuh.


"Tidaaakkkk!" Cinta berteriak dan mengulurkan tangannya.


"Buk!"


Lalu ia terbangun jika dia baru saja jatuh dari kasur.


Dia langsung melihat sekitar dan menyadari dirinya baru saja bermimpi, dia memegangi kepalanya yang sedikit pusing.


"Mimpiku kok seram sekali ya? kenapa aku ada disini? sebenarnya dimana ini?" tanya Cinta yang masih berada di lantai, segera dia hendak bangkit berdiri, tetapi dari tepi ranjang dia bisa melihat sebuah sepatu yang seperti ia kenal.


Dia merangkak dan melihat siapa yang mengenakan sepatu itu, dan dia lihatlah jika Keenan sedang berdecak pinggang dengan wajah angkuhnya sedang melihat dirinya dengan pandangan merendahkan.


"Gajimu akan aku potong, bagaimana mungkin hanya mendengar sedikit kata ancaman kau pingsan, apakah kau tahu jika kau telah merugikan aku? waktuku terlalu berharga tetapi aku harus memeriksamu disini apakah kau mati atau tidak! dasar perempuan bar bar, menyusahkan!" teriak Keenan dengan matanya yang seolah bisa memancarkan api.

__ADS_1


Dia marah sekali, hanya karena Cinta, dia harus mengundur dua meeting penting, sebenarnya dia bisa saja meninggalkan Cinta di ruangan pribadinya ini sendiri, tetapi entah kenapa, hati kecilnya selalu saja membuatnya tidak enak hati.


Itulah yang membuat Keenan marah besar, karena baru kali ini dia merasa tidak enak hati telah membuat seseorang jatuh pingsan.


Padahal biasanya dia sama sekali tidak akan peduli bahkan jika orang lain terluka karena dirinya.


Mendengar itu Cinta hanya menundukkan kepalanya, dia masih sedikit pusing, entah mengapa dia bisa pingsan hanya karena sadiki tekanan.


Melihat Cinta menundukkan kepalanya membuat Keenan yang sedang berdecak pinggang dan murka jadi kebingungan.


"Ke ... kenapa kau tidak menjawab aku? biasanya kau akan terus menentang perkataanku!" tanya Keenan merasa sedikit janggal.


Seorang wanita bar bar yang terus saja melawan perkataannya ini hanya diam saja duduk menunduk.


Sebagai orang biasa, dia tidak terbiasa mendengar kata ancaman dan tekanan seperti itu, dia memiliki tubuh dan hati yang lemah sungguh mudah untuk menghancurkannya.


"Dalam hidupku, aku tidak pernah egois, aku selalu mengalah, apapun yang diinginkan orang lain akan selalu aku dahulukan, aku tidak pernah berbuat jahat kepada orang lain, walau begitu, walau aku sudah berbuat sebaik dan semaksimal mungkin, ayahku tetap menjual aku pada Tuan, ibuku lebih peduli dengan orang lain yang tidak beruntung dibanding putri kandungnya sendiri, ibu tiriku tidak pernah mau melihatku, aku selalu terlupakan!" Tiba-tiba Cinta menangis.


Apakah karena waktu dan suasananya yang tepat, secara tidak sengaja Cinta mengungkapkan semua isi hatinya.


"Walau begitu aku tetap menunggu mereka, menunggu kapan mereka akan datang kepadaku, Tuan, jika kau melemparkan aku dari atas gedung ini, mereka akan senang, ayahku, ibuku, saudara tiriku, ibu tiriku, mereka akan senang karena benalu mereka telah pergi, jadi aku tidak bisa membiarkan itu, aku harus bertahan hidup setidaknya untuk diriku sendiri, walau tidak ada yang menginginkan aku, aku tidak ...."


Belum sempat Cinta melanjutkan ucapannya yang panjang lebar, jika diingat-ingat, gadis bar bar yang selalu tidak mah kalah ini, baru pertama kali menangis dan benar-benar ketakutan.

__ADS_1


Juga mengungkapkan bagaimana sebenarnya dirinya, dia bukanlah gadis bar bar yang tidak memiliki kesakitan hidup, dia hanya menyembunyikan rasa sakit dan penderitaannya dengan terus menerus tersenyum dan tertawa.


"Srek!"


"Aku tidak akan melemparkan mu dari atas gedung ini, itu hanya candaan saja, aku juga tidak akan pernah melupakanmu, jadi berhentilah menangis, hanya dengan sedikit kata kasar kau benar-benar cengeng!"


Keenan yang melihat Cinta berterus terang, dan tanganya yang sungguh bergetar karena takut membuatnya tidak enak hati.


Dia menarik Cinta dan memeluknya, menepuk pundaknya.


"Sungguh? Tuan tidak akan melempar aku kan?" tanya Cinta lagi memastikan, sambil sesenggukan bahkan air matanya sampai menetes ke kemeja Keenan.


"Iya, jika aku mau melemparkan mu sudah kulakukan sejak tadi, jangan menangis, kau jelek sekali jika menangis!" ucap Keenan dengan suara yang lembut.


Benar-benar berbeda dengan Keenan yang Cinta tahu, seorang Keenan sungguh memiliki sisi lain didalam dirinya.


Cinta yang baru saja tersadar dirinya yang seorang jomblo ngenes berada dipelukan bosnya yang tampan membuatnya serasa melayang.


Dia sudah lupa apa yang membuatnya sedih tadi, kepalanya yang pusing juga sudah hilang.


"Kyaaa! beginikah rasanya dipeluk lelaki tampan! aaaahhh, rasanya sangat hangat, lembut dan nyaman, hihi!" gumam Cinta sedang berteriak senang dalam hatinya.


"Cinta SADAR KAU GADIS MENYEDIHKAN! Ingat jika dia bosmu, jangan menjadi seseorang yang mesum, tahu dirimu dan derajatmu! dasar manusia kesepian!" Sisi diri Cinta yang lain kemudian menyadarkannya, tentang berapa tidak masuk akalnya kebahagiaan Cinta saat dipeluk oleh Keenan.

__ADS_1


__ADS_2