Boss Playboy

Boss Playboy
Aku masih ingin ....


__ADS_3

Episode 88 : Akan masih ingin ....


Keenan yang menyadari Cinta pingsan sedikit terkejut, dia bahkan belum puas melakukan nya tetapi walau begitu ia merasa bahagia sekali, tidak ada yang bisa menggambarkan kebahagiaan nya saat ini.


Dia kemudian menghentikan aksi nakalnya, dia melihat tubuh istrinya yang sudah memiliki banyak tanda biru, dia bahkan terlihat seperti macan tutul sekarang.


“Deg ... Deg ... Deg!”


“Apa kah ini semua ulah ku? Ternyata aku bermain sangat lama di tubuhnya, pantas saja dia pingsan, ck Keenan! Kau harus bisa menahan gairah mu sedikit!” ketus Keenan pada dirinya sendiri.


Walau dia belum puas dan bermain dengan hebat, dia sudah senang, dia juga tidak bisa memaksakan keinginan dan gairah kuatnya.


Dia mengecup dahi istrinya, “Maafkan aku sayang, aku seperti nya terlalu bersemangat,” bisik Keenan kemudian memakaikan baju untuk istrinya.


Dia segera menghubungi dokter pribadi untuk segera datang ke kediamannya untuk memeriksa apakah Cinta baik baik saja.


Tentu saja Keenan tetap panik saat Cinta tiba tiba pingsan.


Hanya dalam beberapa saat dokter pribadinya sudah datang dan memeriksa keadaan Cinta, Cinta baik baik saja dan tidak perlu mengonsumsi obat apapun.


Dia hanya terkejut dan tubuhnya belum mampu memproses apa yang baru ia alami.


Para pelayan yang tahu kejadian itu juga dokter yang memeriksa Cinta itu merasa wajar saja Cinta mengalami itu mengingat betapa kuat nya Keenan.


“Saya permisi dulu Tuan,” seru dokter pribadinya sudah selesai memeriksa keadaan Cinta, dia segera berlalu dan Keenan kembali ke kamar pribadinya dimana Cinta terlihat seperti sedang tertidur nyenyak.


“Hmmm, melihat nya tertidur seperti itu membuat ku tidak tenang! Kenapa sih wanita ini sangat menggoda bahkan saat dia tidur!”


“Ck! Sial aku masih mau melakukan nya, dia bahkan meninggalkan aku tidur saat aku sangat bergairah! Sayang, lihat saja besok pagi saat kau bangun, hukuman karena tertidur saat aku masih melakukan itu akan dilanjutkan, ha ha ha!”


Tawa Keenan menyeringai dalam bayangannya.


Rencana kotor yang kesekian kali sudah terencana dengan matang, dia ingin melakukan nya dengan puas saat besok.


Waktu akhirnya berlalu, malam panas yang memusingkan akhirnya berlalu.


***


Pagi hari di kediaman Keenan.

__ADS_1


“Ahhh, kepalaku pusing sekali.” Cinta merasa kepalanya begitu sakit dan dia merasa ada perasaan nyeri di kedua pangkal pahanya.


“Aaargghhhh.” Cinta berteriak sesaat setelah ada bayangan dan ingatan yang mengerikan di kepalanya, dia membayangkan dia melakukan itu dengan Keenan dan dia kelihatan sangat menikmati nya.


Cinta masih merasa jika itu adalah mimpi.


Tetapi saat ia melihat tangan, area leher ada banyak sekali tanda-tanda biru ditubuhnya, dan dia menilik sedikit ke bagian dadanya dari sela sela bajunya, dan ternyata di bagian dadanya jauh lebih banyak lagi tanda biru itu.


Dia benar benar sudah terlihat seperti macan tutul sekarang.


“A ... apakah itu nyata? a ... apakah bayangan wajah nakal dan suara suara nakal yang tergambar di kepalaku adalah nyata? apakah aku berubah menjadi nakal seperti nya? Tidaaaaaakkkk!” Cinta berteriak dalam hatinya, tetapi dia tidak mau terlalu rusuh karena Keenan masih ada di dekatnya.


“Hiks, memalukan memalukan!”


“Haaahhhh!” Cinta mencoba menarik dan menghembuskan nafasnya secara teratur, semuanya sudah menjadi bubur jadi dia harus menyiapkan dirinya agar terbiasa.


Setelah beberapa saat,


Dengan sigap Cinta pelan-pelan melepaskan rangkulan tangan Keenan dari tubuhnya, dia ingin sekali cepat mandi, karena dia merasa tubuhnya sangat lengket dan pegal dibagian pinggang.


“Srekk.”


“Ahh, lepaskan ... berat.” Balas Cinta sembari mencoba melepaskan diri dari Keenan yang terlihat sedang marah.


Padahal sebenarnya Keenan hanya pura-pura, agar mengerjai istrinya ini.


“Sayang, kau harus tanggung jawab padaku! apakah tadi malam kau tidak mengingat apapun? Kau dengan enaknya tertidur saat aku masih ingin melakukan nya lagi, dan bahkan aku belum melakukan nya sampai tuntas, apakah kau tahu betapa menyakitkan dan menyiksanya itu?! KAU HARUS BERTANGGUNG JAWAB PADAKU!”


Keenan tidak peduli dengan komplain yang diberikan Cinta, tetap saja dia dengan santai tiduran diatas tubuh Cinta.


“Hiks ... apa yang sebenarnya terjadi tadi malam? Apakah aku benar benar bisa tertidur saat melakukan itu?


“Eh tapi tidak ... tidak, masalahnya sekarang, bukankah yang harus meminta pertanggung jawaban itu adalah pihak perempuan? Ini kenapa dia yang meminta pertanggung jawaban padaku? Jangan bilang dia mau melakukan nya lagi sekarang, hal memalukan itu!.”


Cinta syok dan langsung was was tentunya.


Ditengah kegundahan hati Cinta, dia mencoba mengingat-ingat dengan jelas kejadian semalam. Semuanya memang masih belum jelas di kepala Cinta, tetapi saat ia fokus dan mengingat lagi, wajahnya sekarang sudah semerah tomat.


Dia mengingat bagaimana dia mencakar pundak Keenan, bersuara dengan suara yang nakal dan membalas ciuman Keenan dengan intens juga.

__ADS_1


Ia juga mengingat bagaimana saat Keenan bermain dengan tubuhnya, dia kelihatan menikmati dan melayang.


“Aku mau menghilang saja, apakah yang tadi malam itu aku? Apakah aku bersuara nakal dan membalas lelaki ini, apa yang telah ku lakukan! Huhu!”


“Cinta kau sungguh bodoh, dimana harga dirimu yang tinggi itu? Aarggghhh ... mau di taruh dimana lagi wajahku ini? TIDAK!” Cinta sungguh ingin menghilangkan ingatan tadi malam.


Tetapi bagaimana pun nasi sudah menjadi bubur, sesuatu yang sudah terlepas itu sudah tidak bisa kembali lagi.


“Sayang, jangan banyak bergerak dibawah sana, apa kau mau kejadian tadi malam terulang lagi sekarang? Itu sih memang rencana ku tetapi apakah itu masih sakit?” tanya Keenan dengan entengnya, seolah pertanyaan itu merupakan pertanyaan yang biasa-biasa saja.


“APA INI MAKSUDNYA? Apakah dia sedang menanyakan tentang itu ku? Dengan entengnya menanyakan itu? Kenapa hanya aku yang malu? Kenapa dia dengan mudah menanyakan itu? Ah tapi, mengingat betapa nakal nya aku tadi malam, tidak heran dia bisa seperti itu!” gumam Cinta pada dirinya sendiri.


“Keenan, jangan menggodaku lagi, aku ingin mandi. Lepaskan aku!” ucap Cinta dengan sangat pelan.


“Sayang, ayo mandi bersama kalau begitu, tenang saja aku tidak akan melakukan nya jika kau masih sakit, tapi kalau kau menggodaku jangan salahkan aku jika aku akan tetap menghabisi mu!” seru Keenan langsung bersemangat saat mendengar kata mandi dari istrinya ini.


“Tidak mau!” seru Cinta refleks dan tentu saja Keenan langsung memberikan respon yang mengerikan.


Cinta yang sadar akan hal itu langsung menelan salivanya, terkadang dia lupa se mengerikan apa lelaki ini karena tindakan lembutnya beberapa saat terakhir.


“Ma ... maksud ku, aku ingin mandi sendiri,” jawab Cinta lagi mengulang ucapannya sembari menunduk dan menciut.


“Oh tidak bisa, sejak kapan kau bisa menolak aku!” seru Keenan langsung menggendong istrinya ke kamar mandi.


***


***


Novel ini akan update setiap hari yaa, jadi mohon di tunggu, berikan komentar membangunnya biar aku makin bagus dalam menulis.


Btw aku tahu banyak kekurangan dalam novel ini, jika kalian menemukan ada salah ketik, tinggalkan komentar saja ya, biar ;langsung aku perbaiki hehe.


Makasih ya semuanya, lope you.


***


Jangan lupa follow ig author : @nitanaiibaho


Kalian bisa DM dan tanya2 disana

__ADS_1


__ADS_2