
Episode 83 : Aku juga suka dia.
***
Di kediaman Keenan,
Clara melanjutkan ucapannya, yang membuat Cinta sekarang menahan emosinya.
"Jadi, apapun hubungan mu dan Keenan itu tidak akan pernah berhasil, karena 2 mingguan lagi Keenan harus pergi ke Inggris bersamaku untuk menentukan tanggal pernikahan dengan para tetua,"
"Jadi, aku harap kau bisa mengerti, jika ini bukan hanya karena keegoisan ku, akan tetapi garis takdir antara aku dan Keenan tidak bisa dilepas!"
Clara berbicara selembut mungkin, mencoba agar Cinta tidak sakit hati dengan ucapan ucapannya sejak tadi.
Akan tetapi ucapan Clara bukan tentang betapa intens nya dia mengucapkan nya akan tetapi tentang isi ucapannya, dan isinya sungguh menyakiti Cinta.
Seolah menyadarkan Cinta jika Keenan seperti bintang yang jauh sekali baginya, tidak akan bisa ia capai selamanya.
Seolah derajat keluarga dan kebesaran Keenan terlalu besar sampai dia tidak pantas bahkan berdiri disisinya, kira kira begitulah isi dari ucapan Clara sejak tadi.
"Lalu bagaimana dengan mu Nona Clara? apakah kau menyukai Keenan? apakah hubungan mu dengan Keenan hanyalah sekedar perjodohan semata?" sekarang Cinta ingin tahu apa sebenarnya yang dirasakan oleh Clara.
Saat mendengar ucapan itu, Clara tiba-tiba gugup akan tetapi ketegasan Cinta dan keteguhan nya yang ingin mengetahui jawaban sesungguhnya membuat Clara tidak memiliki pilihan lain selain menjawab sejujur-jujurnya.
"Iya, aku menyukai Keenan sejak dulu, dia adalah cinta pertama ku, jadi aku akan mengatakan ini karena aku akan memperjuangkan Keenan, aku mencintai dia dan aku layak berada di sisinya!"
Clara dengan tegas menyatakan apa kata hatinya.
"Deg!"
Seolah ada panah langsung menusuk hati Cinta, seolah sekarang ini ada seorang wanita yang hendak merebut suaminya.
Dan mengingat kelembutan dan kebucinan ataupun kenakalan Keenan akan diterima wanita lain apalagi Clara entah Kenapa membuat kepala Cinta memanas dan penuh dengan emosi yang meledak-ledak.
Dengan gemetaran dan mengepal tangannya dia membalas Clara.
"Aku, aku juga menyukai Keenan, aku tidak akan menyerah dan melepaskan dia, jadi ... tolong Nona jangan terlalu meremehkan saya," seru Cinta untuk pertama kalinya memperjuangkan sesuatu yang ia inginkan.
__ADS_1
Untuk pertama kalinya dia menjawab sesuatu yang biasanya dia hanya akan diam saja dan mengalah tak berbuat apa-apa.
Mengalah sudah biasa bagi Cinta, mengorbankan hati dan perasaan nya sudah biasa, akan tetapi kali ini berbeda, entah kenapa dia tidak ingin menyerah dan mengalah untuk lelaki yang sebenarnya selalu menyusahkan hidupnya itu.
Walau saat mengatakan hal itu dia hampir menangis dan gemetaran, tetapi setidaknya Ida mengutarakan isi hatinya.
Clara yang mendengar itu mengepal tangannya, sama dengan Cinta, bagi Clara dia juga tidak akan memperjuangkan Keenan.
"Maaf saja Cinta, aku akan jujur padamu diawal, tetapi seberapa keras pun perjuangan mu, yang nantinya akan terluka adalah kau juga, jadi persiapkan dirimu," seru Clara menelan salivanya.
Sesungguhnya dia juga tidak pandai berdebat dan bertengkar, kedua wanita ini sama sama hampir menangis dan gemetaran hanya karena mereka mengutarakan isi hatinya.
"A ... aku pergi dulu, sudah cukup pembicara kita," seru Clara tersenyum kaku dan pergi daru rumah entah kemana.
Dia merasa hatinya sangat terluka menemukan jika ternyata wanita itu juga menyukai tunangannya.
"Apakah aku terlambat? padahal aku juga cinta, kenapa aku sakit hati sekali?" seru Clara langsung menangis tersedu-sedu di dalam mobil.
***
Keenan memperlihatkan wajah ceria dan penuh kebahagiaan hari itu membuat semua orang syok, pekerjaan yang sebenarnya selalu membuat nya marah kali ini sama sekali tidak mengganggu nya.
Tidak ada satupun yang terkena amukan dan terancam dipecat, walau ada beberapa kesalahan yang mereka lakukan kali ini di pekerjaan mereka.
Pekerjaan yang begitu banyak dilakukan dengan senyuman dan semangat, sampai para karyawan kepo nya mulai berbisik-bisik.
"Ada apa lagi dengan Bos kita? kenapa sih dia terlihat aneh dan moodnya selalu berubah selamat beberapa hari belakangan ini!"
"Iya benar, tapi aku tidak peduli, yang jelas pekerjaan ku tidak terancam, apapun yang membuat Bos bahagia hari ini aku sangat bersyukur dan berterimakasih padanya, karena hari ini aku melakukan kesalahan, jika saja dia dalam keadaan bad mood mungkin aku sudah dipecat!"
Gosip mulai tersebar, banyak yang berprasangka, dan beberapa dari mereka yang melihat berita jika tunangannya Keenan yang bernama Clara sudah datang ke negara ini.
Mereka menduga jika kebahagiaan Keenan ini karena kedatangan tunangannya, padahal sebenarnya kebahagiaan Keenan semuanya karena wanita yang ia inginkan sudah menjadi miliknya seutuhnya.
"Ah, sudah selesai, aku akan pulang dan bertemu istriku, aku sudah tidak sabar bertemu dengannya, ah, apakah ini yang dinamakan pengantin baru? rasanya menyegarkan dan menyenangkan!" seru Keenan berkumandang ria dalam hatinya.
Dan dengan senyuman yang merekah dia pulang membuat semua karyawan nya tetap berasumsi mengenai sumber kebahagiaan Bos mereka yang terkenal mengerikan.
__ADS_1
"Bram ...."
"Iya Pak?"
"Ingat ya jangan menelepon aku malam ini, walau apapun yang terjadi dengan pekerja jangan sampai kau mengganggu aku! aku akan mematahkan tangan mu jika itu terjadi!" seru Keenan memeringati assiten nya.
"Heh, bukankah itu terbalik? bukankah Anda yang selalu mengganggu kualitas malam indah ku? ckck! tapi apa boleh buat demi uang bertahan hidup aku iyakan sajalah!" gumam Bram yang sebenarnya merasa perkataan Bos nya ini harusnya di tujukan ke dirinya sendiri saja.
Bagaimana pun Keenan Yang sering mengganggu dia saat malam, bukan Bram.
"Baik Pak, akan saya ingat," balas Bram hany bisa geleng-geleng kepala dan melajukan mobilnya.
***
Disaat yang sama,
Sejak kemarin Rama selalu mencoba menghubungi Cinta, entah kenapa Cinta susah sekali dihubungi dan ditemui, apalagi saat ucapan Rara saat lalu yang mengatakan jika Cinta telah menjadi simpanan lelaki kaya.
"Aku percaya padamu Cinta, kau tidak mungkin melakukan hal itu kan?" serunya masih mencoba mengirimkan pesan.
Tetapi Cinta yang memang sengaja tidak membalas pesan dari Rama hanya membaca pesan itu tanpa membalas, dia merasa dia tidak pantas lagi memiliki hubungan apapun dengan Rama setelah dia bersama Keenan.
Cinta hanya berharap agar hubungan Rama dan Rara berjalan lancar, dia benar-benar bertekad untuk melupakan cinta pertamanya itu.
***
Novel ini akan update setiap hari yaa, jadi mohon di tunggu, berikan komentar membangunnya biar aku makin bagus dalam menulis.
Btw aku tahu banyak kekurangan dalam novel ini, jika kalian menemukan ada salah ketik, tinggalkan komentar saja ya, biar ;langsung aku perbaiki hehe.
Makasih ya semuanya, lope you.
***
Jangan lupa follow ig author : @nitanaiibaho
Kalian bisa DM dan tanya2 disana
__ADS_1