Boss Playboy

Boss Playboy
Tunggu aku pulang, sayang!


__ADS_3

Episode 82 : Tunggu aku pulang, sayang!


***


Di kediaman Keenan,


Setelah melakukan perjalanan beberapa saat akhirnya Keenan dan Cinta sampai di kediaman yang besar itu.


Disana para pelayan sudah datang berbaris dan menyambut Keenan dan Cinta, Keenan tetap menggenggam tangan istrinya memasuki rumah.


Setelah itu dia hendak membawa istrinya ke kamar utama, dia harus ke kantor setelah ini jadi dia ingin istrinya setidaknya tahu dimana kamar mereka.


Akan tetapi saat hendak menaiki tangga rumah, Keenan dan Cinta bertemu dengan Clara yang masih ada di rumah ini, kelihatan sekali jika Clara baru bangun tidur.


Spot utama yang langsung dilihat oleh Clara adalah wanita yang bersama Keenan itu adalah wanita muda yang membuatnya gundah semalaman.


Apalagi saat Keenan menggenggam erat tangan wanita itu.


"Kok kau masih disini? kau kira rumah ku hotel?" ketus Keenan benar benar terlihat sangat akrab dan berbicara begitu santai dengan Clara.


"Cih! kau kira jika aku ke hotel ayah dan ibumu tidak akan tahu? heh, kau sejak kemarin bahkan tidak menyambut kedatangan ku dan malah ketus kepadaku! dasar kau ya Keenan menyebalkan!" teriaknya kesal sembari menghentakkan kakinya, lalu ia sendiri langsung kabur ke kamar yang sedang ia tempati.


"Ada apa sih dengannya? menyebalkan sekali!" ketus Keenan menuntun Cinta lagi.


Saat melihat adegan itu Cinta entah kenapa sudah merasa ada sesuatu yang aneh diantara hubungan keduanya, terlihat begitu santai dan dekat.


Bahkan selama dia bersama dengan Keenan beberapa waktu dekat ini, belum pernah ada wanita yang dekat dengan Keenan seperti wanita yang tadi.


"Sialan! kenapa hatiku panas ya? ah ... tenang Cinta, tenang!" geram Cinta mengepal salah satu tangannya dan mencoba tetap tenang.


"Tak ... Tak ... Tak!"


Langkah kaki mereka akhirnya sampai di sebuah pintu besar, dan saat Keenan membuka pintu itu, terlihat lah ruangan megah yang begitu luas.


Walau ranjang nya besar akan tetapi tidak membuat ruangan ini terlihat kecil sama sekali karena begitu besar ukuran kamar nya.


"Srek!"


Keenan langsung menarik tangan Cinta ke dalam kamar dan menguncinya, dia memeluk Cinta dari belakang dan membisik.

__ADS_1


"Sayang, ini akan menjadi kamar kita, tunggu lah aku pulang setiap malam diatas ranjang ini," bisiknya begitu nakal dan menggoda di telinga Cinta.


"Oh My God! belum apa apa aku sudah tidak bisa menahan gerogi ku, dia ini terlalu nakal, ucapannya begitu buas dan selalu membuat buku kudukku merinding!" geram Cinta langsung menunduk malu sekali.


Keenan langsung mengusap rambut istrinya, dia harus segera ke kantor karena beberapa urusan yang sangat penting.


"Sayang, aku ke kantor dulu ya, tunggu aku pulang ya," seru Keenan langsung mengecup dahi istrinya.


Setelah itu Keenan segera beranjak dan melangkah menjauh, menutup pintu kamar.


Saat pintu kamar terdengar sudah tertutup membuat Cinta tersungkur, dia tegang sekali sejak tadi.


"Deg ... Deg ... Deg!"


Dia mengusap dadanya karena jantungnya berdegup begitu kencang.


"Aku benar-benar melakukan nya, menikah secara diam diam dan telah menjadi istri lelaki yang mengerikan! aahhh! apa yang akan terjadi selanjutnya kepada hidupku? astaga, kehidupan tenang ku benar benar telah lenyap seutuhnya!" geram Cinta mencoba bangkit dan berbaring di ranjang saja untuk menuangkan ke suntukan tiada akhirnya.


Setelah beberapa saat ia berbaring di atas ranjang, seseorang mengetuk pintu kamar.


"Tok ... Tok ... Tok!'


"Mau bagaimana pun aku belum siap, astaga bagaimana ini?" dia panik sendiri dan wajahnya sudah semerah tomat sampai pada akhirnya pintu kamar terbuka dan yang ia lihat ternyata bukan Keenan.


"Bisa bicara sebentar?"


Suara wanita cantik yang tadi membuat Cinta sedikit cemburu terdengar begitu lembut, dia sedang mengajak Cinta untuk bicara berdua, entah apa yang akan ia bicarakan saat ini.


"Ummm, bi ... bisa," balas Cinta langsung tersenyum kaku, dia segera turun dari ranjang dan mengikuti langkah kaki Clara yang menuju ruang tamu.


Hal yang paling pertama menarik perhatian Cinta adalah bagaimana mungkin wanita secantik dan se anggun ini tidak menarik perhatian Keenan, malah dia yang hanyalah bagaikan kentang jika dibandingkan dengan wanita ini malah menjadi istri Keenan.


"Hah! lelaki itu memang memiliki selera yang unik! ada wanita secantik dan seanggun ini malah memilih kentang seperti ku!" gumam Cinta geleng-geleng kepala.


Sampai paga akhirnya keduanya duduk di kursi sofa yang saling berhadapan.


***


Clara langsung melihat kearah Cinta, sama seperti Cinta yang mengangumi kecantikan Clara, begitu juga dengan Clara merasa Cintai sangat cantik dan imut, tidak salah jika memang pasti banyak lelaki uang menyukai nya.

__ADS_1


"Aku akui dia memang cantik dan berbeda, tetapi mau bagaimana lagi, pernikahan ku dan Keenan tidak mungkin dibatalkan!" gumam Clara tersenyum begitu lembut.


Clara memang bukanlah wanita yang suka mendominasi dan menekan orang lain, dia lebih memilih berbicara baik baik, padahal sebenarnya wanita ini adalah perebut tunangannya, akan tetapi dia akan tetap bersikap netral dan bijak.


"Ehem, aku belum memperkenalkan namaku secara langsung, aku Clara ...." seru Clara tersenyum kearah Cinta.


"Halo Nona Clara, namaku Cinta, salam kenal, hehe," Cinta menjawab ucapan Clara dengan sedikit kaku dan gugup.


"Nama mu cantik sekali, aku jadi iri ...." seru Clara keceplosan dengan wajahnya yang terlihat begitu antuasias.


"Ya ... Ya?" balas Cinta heran karena sisi anggun nya tiba-tiba hilang saat mengatakan itu.


"Ah, ti ... tidak, aku hanya merasa nama mu indah, begitu ...." Clara langsung menyadarkan dirinya sendiri kembali, dia harus anggun dan dia harus mengatakan segalanya kepada Cinta, jika Cinta dan Keenan tidak akan pernah bisa bersama apapun yang terjadi.


"Ehem ...." Clara sedikit batuk untuk mempersiapkan kata-katanya.


"Jadi ada sesuatu yang ingin aku bicarakan, ini mengenai hubungan ku dan Keenan ...."


Saat mendengar itu Cinta langsung fokus, dan entah kenapa hatinya sudah bergemuruh saat ucapan Clara ini bahkan belum usai ia katakan.


Clara kemudian melanjutkan pembicaraan nya.


"Kau mungkin tidak tahu jika Keenan itu keturunan bangsawan, aku juga keturunan bangsawan seperti dan, emm ... dan aku dan dia sudah dijodohkan bahkan sebelum kami lahir, jadi ...."


***


Novel ini akan update setiap hari yaa, jadi mohon di tunggu, berikan komentar membangunnya biar aku makin bagus dalam menulis.


Btw aku tahu banyak kekurangan dalam novel ini, jika kalian menemukan ada salah ketik, tinggalkan komentar saja ya, biar ;langsung aku perbaiki hehe.


Makasih ya semuanya, lope you.


***


Jangan lupa follow ig author : @nitanaiibaho


Kalian bisa DM dan tanya2 disana


***

__ADS_1


__ADS_2