
Episode 126 : Sayang, aku akan menjaga senyuman mu selamanya.
***
Keesokan harinya,
Rehan Heit yang dimana Cinta sudah mendinginkan hatinya membuat perusahaan Heit benar-benar hancur.
Bukan hanya itu saja, Rehan terancam dipenjara selama berpuluh tahun atas dasar pengedaran obat ilegal.
Semua masalah membuat Rehan seperti orang gila.
Dan Monic yang merasa suaminya akan bangkrut menjadi marah, sama seperti Rehan, Monic juga merasa jika semuanya ini terjadi karena kedatangan Layla.
"LAYLA SIALAN! INI SEMUA KARENA MU! AKAN KU HABISI KAU!" geram Monic tidak rela semua harta ludes tak bersisa, dan suaminya akan dipenjara.
Dia tak bisa lagi memikirkan bagaimana ia akan hidup selanjutnya.
Sedangkan Layla, ibu kandung Cinta yang merasa dirinya tak pantas menjadi ibu karena membuka matanya yang selama ini tertutup oleh sakit hati sedang di rawat di rumah sakit.
Pernikahan nya dengan Daren di tunda karena kesehatannya yang memburuk, dan setiap harinya hanya menangis saja tiada hentinya.
***
Berbeda dengan keluarga nya selama ini yang mencampakkan nya dan tak melihat dirinya sedikitpun, Cinta menjalani kehidupannya dengan baik dan bahagia.
Keenan tak membiarkan Cinta membaca berita dan menonton berita agar tidak melihat penderitaan yang di lalui oleh Rehan yang sebenarnya pantas ia dapatkan.
Cinta setuju untuk tidak melihat itu semua karena dia memiliki hati yang lemah, jadi memang lebih baik tak melihat hal itu sedikitpun.
Kericuhan diluar tak diketahui oleh Cinta, hanya Isya dan Rita yang selalu datang jika Keenan pergi ke kantor, Keenan akan membuat Isya dan Rita libur dadakan, agar istrinya memiliki teman.
Keenan telah menyelidiki mengenai Isya dan Rita, jika keduanya memang adalah teman sejati istrinya.
Cinta tidak akan terlalu kesepian jika ada kedua sahabatnya yang selalu berisik dan penasaran bagaimana rasanya menikah.
***
Time Skip,
__ADS_1
Sudah dua bulan berlalu sejak semua kejadian itu, Rehan Heit dipenjara, Monic jatuh miskin dan harus bekerja serabutan untuk menghidupi dirinya dan Rara.
Juga Rara dipaksa bekerja paruh waktu untuk bisa menambah penghasilan.
Sedangkan Layla, kondisinya sudah mulai membaik, dia ingin segera meminta maaf kepada putrinya, dan dia bersumpah tidak akan menikah lagi jika Cinta tidak setuju.
Akan tetapi untuk saat ini Layla harus memberanikan dirinya dahulu.
Sedangkan Cinta dan Keenan kelihatan semakin mesra sekali.
Keenan semakin menunjukkan rasa sayangnya, semakin membuat Cinta merasa dicintai dan dihargai, walau sebentar Cinta tidak tahu jika sebenarnya suaminya sedang sangat berusaha melindungi dirinya dari berbagai macam bahaya.
Selama dua bulan penuh ini, entah sudah berapa banyak yang hendak mencelakai Cinta.
Hal ini sudah tidak bisa dibiarkan, Keenan akan memberikan peringatan secara langsung, dia akan kembali ke Inggris esok hari dan memberikan tekanan jika dia akan keluar dari status bangsawan nya dan memberikan peringatan jika kehidupan pribadinya tidak boleh diganggu.
Apalagi istrinya, Cinta.
"Sayang ...."
Cinta sedang bersandar di dada suaminya, mereka sedang menikmati sunset di lobby kamar sembari berbaring.
"Kau ingat Isya tidak? sahabatku itu, yang sering datang kesini," dengan sangat bersemangat Cinta bangkit dan bercerita kepada suaminya.
Keenan membuka matanya dan melihat betapa menggemaskan nya istrinya jika sedang bercerita begitu antusias.
Keenan kemudian mengangkat lengannya, bersandar di kedua lengannya dan memperhatikan Cinta yang bercerita panjang lebar di atas tubuhnya.
"Jadi Isya akan menikah minggu depan, dia dijodohkan dengan lelaki yang ia suka sejak SMP, tidakkah itu sangat romantis? seperti cerita tuan putri,"
"Lalu ... lalu, Rita, dia menangis sepanjang malam, dia tidak terima karena hanya dia yang belum menikah nantinya, hahaha, dia lucu sekali, dia menangis dan mengadu kepadaku seperti anak kecil,"
"Dia bilang, salah satu member group favoritnya, EXO juga sudah menikah, jadi semuanya menikah kecuali dirinya, hahaha, kenapa dia lucu sekali sih?"
Cinta yang bercerita begitu antusias dan kelihatan sangat menggemaskan itu tiba-tiba terdiam.
Dia memanyunkan bibirnya dan memukul pelan dada bidang suaminya.
"Sayang, kenapa kau hanya senyum senyum? kau tidak mendengar ku ya? membuat aku malu saja," gerutu Cinta kesal karena merasa suaminya tidak mendengarkan dirinya dengan seksama.
__ADS_1
"Pfftt!" Keenan terkekeh pelan dan merasa lucu mendengar gerutu istrinya yang lucu.
"Sayang, kau cantik sekali kalau tersenyum sambil bercerita padaku, ayo cerita lagi, aku ingin dengar lebih banyak ceritamu," balas Keenan sekarang salah satu tangannya memainkan helaian rambut istrinya.
Saat mendengar itu tentu saja Cinta jadi malu-malu, dan pipinya jadi merona.
"Kalau kau bilang begitu aku malah jadi tidak bisa bercerita banyak tahu, kau memang raja gombal," ketus Cinta menyembunyikan wajahnya dalam dekapan suaminya.
"Srek!"
Saat melihat Cinta mendekapnya karena malu, Keenan langsung memeluknya dan menenggelamkan tubuh mungil Cinta dalam tubuh bidangnya.
Lalu ia menghela nafasnya dalam-dalam, matanya melihat jauh dan dia mengecup berulangkali kepala Cinta.
"Sayang ...."
Keenan memanggil Cinta yang kelihatan nyaman memeluk tubuhnya yang bidang, dia merasa hangat, apalagi senja sudah hilang dan berganti malam, membuat udara menjadi semakin dingin, akan tetapi tubuh bidang suaminya menghangatkan nya seluruhnya.
"Hmm?" Cinta menjawab sembari memejamkan matanya tetapi dia tersenyum karena merasa momen seperti ini sangat berharga dan membahagiakan.
Tak ada lagi yang ia inginkan, yang ia inginkan hanyalah jangan mengambil Keenan dari sisinya.
"Aku berjanji akan menjaga mu, menjaga senyuman mu selamanya, jadi tetaplah seperti ini, aku suka," balas Keenan lagi memejamkan matanya.
"Hmm, lagian aku sudah tidak memiliki siapapun kecuali kau, jadi kau harus bertanggung jawab kepadaku, membuatku hanya membutuhkan mu seorang," balas Cinta semakin mengeratkan pelukannya.
Hal itu membuat Keenan terkekeh, dia sama seperti Cinta menikmati suasana ini, dan kehidupan mereka yang berjalan apa adanya.
"Besok aku ke Inggris, jangan lupa hidupku ponsel yang aku berikan selama 24 jam penuh ya, kau tahu kan jika telat satu detik saja tidak menjawab panggilan ku, kau akan mendapatkan hukuman," ketus Keenan lagi membahas mengenai kepergiannya ke Inggris.
Cinta sudah tahu jika suaminya akan ke Inggris karena sudah di sebutkan Minggu lalu.
Cinta mengangguk pelan, dia sudah sedikit mengantuk dan akhirnya tertidur.
Sedangkan Keenan dia membuka matanya dan terjaga, sesaat kemudian dia menggendong istrinya yang terlelap seperti bayi ke dalam ruangan.
Keenan gundah sekali sebenarnya, dia sudah lama tidak pulang, dia tidak ingin menginjakkan kakinya di kediaman lamanya dan bertemu ayahnya, akan tetapi demi keluarga kecilnya dan kebahagiaan nya bersama Cinta, dia akan kembali kesana.
***
__ADS_1