Boss Playboy

Boss Playboy
Rintangan pertama


__ADS_3

Episode 116 : Rintangan pertama.


***


Setelah mereka selesai makan malam dimana Keenan malah lebih fokus melihat istrinya, keduanya hendak kembali ke kamar mereka, untuk mengistirahatkan tubuh, bukan saja karena melakukan olahraga panas yang melelahkan, keduanya sebenarnya juga sudah cukup lelah berkendara di perjalanan.


Sesampainya mereka di kamar yang kelihatan sangat romantis, Cinta dan Keenan segera menggantikan pakaian mereka menjadi pakaian tidur yang nyaman untuk di kenakan.


Cinta masih saja mengganti pakaiannya sendiri, mau dikatakan bagaimanapun dia tetap merasa malu jika harus mengganti pakaian di hadapan suaminya.


Dia keluar dari ruangan ganti dan melihat jika suaminya tidak berada di ranjang, matanya langsung tertuju kearah pintu terbuka yang langsung menuju kearah balkon ruangan luas.


Dia melangkah kesana dan melihat jika suaminya berada disana, berdiri menghadap kearah alam yang membentang luas.


“Sedang memikirkan apa?” Cinta datang dan berdiri di sisi suaminya, membuat Keenan segera menoleh.


Awalnya Keenan menatap dengan sangat dalam, membuat Cinta sedang bertanya-tanya mengapa tatapan lelaki ini begitu dalam, seolah ada sesuatu di kepalanya yang tidak bisa ia ceritakan.


Akan tetapi sebelum Cinta berpikir terlalu lama, Keenan melangkah satu langkah ke hadapanya membuat jarak mereka menjadi sangat dekat, “Aku sedang berpikir, bagaimana jika kita lakukan olahraga panas sekali lagi sebelum tidur," bisik Keenan langsung merubah ekspresi nya menjadi jahil dan senyumannya menjadi nakal.


Mata Cinta segera melebar dan dia geleng-geleng kepala, "Ja ... jangan lagi, aku lelah sekali, tadi juga kita melakukan nya dengan sangat intens jadi ...." Nada suaranya semakin menipis, dia menunduk sampai tak ia sadari jika Keenan sudah memeluknya manja sekali.


Keenan harus sedikit membungkuk untuk bisa memeluk istrinya.


"Hah! kau lemah sekali, kita sudah berada di tempat ini harusnya melakukan itu lebih banyak lagi, tapi karena kau adalah istriku yang sangat menggemaskan, aku akan menuruti mu,"


***

__ADS_1


Cinta merasa menerima banyak sekali cinta dan rasa sayang yang ia dambakan selama ini, saat Keenan memeluk Cinta, Keenan sedang merogoh sesuat dari sakunya, dia mengambilnya dan melonggarkan pelukannya sebentar.


Ditangannya ada sebuah liontin bermata jingga, Keenan sudah mempersiapkan ini sejak awal dan dia ingin memberikan benda berharga ini kepada istrinya.


“Kenapa kau selalu memberikan aku hal-hal seperti ini? Kau membuatku tidak enak hati karena tidak mempersiapkan apapun,” Cinta yang melihat liontin yang sangat indah itu sedikit tidak enak hati.


Keenan mempersiapkan segalanya untuknya, dan memberikan banyak hal, akan tetapi Cinta sama sekali belum pernah memberikan apapun.


“Ini berbeda, ini kalung milik ibuku, saat aku menemukan orang yang tepat aku berjanji pada diriku sendiri untuk memberikan ini kepadanya, dan orang itu adalah kau,” Keenan tersenyum terlihat sangat menawan.


"Dan juga, aku sudah memiliki segalanya, memangnya apa yang bisa kau berikan kepadaku? jadi terima saja semua apa yang aku siapkan, bukankah aku sudah bilang akan membuat mu menjadi wanita paling dicintai di dunia?"


Dia memasangkan kalung itu dan disaat yang sama saat Keenan mengatakan itu jantung Cinta berpacu tak karuan, pipinya memerah, segalanya terlihat berbinar dan terang, seolah ini hanyalah mimpi dan dia tidak ingin bangun dari mimpi yang indah ini.


“Kau cantik sekali mengenakannya, ingat ya, jika kau berani melepaskannya aku akan menghabisi mu!” seperti biasa Keenan akan berbicara dengan nada yang menekan dan mengancam.


Cinta mengangguk dan tersenyum, semua ini sudah cukup baginya, dia tidak ingin apapun selain cinta lelaki ini.


Malam itu begitu indah namun juga memabukkan, membuat Cinta jatuh terlalu dalam, harapannya bergantung kepada satu orang dan hatinya telah membutuhkan orang ini lebih dari yang ia tahu.


Setelah malam yang begitu romantis, ditemani hamparan pemandangan yang menakjubkan, udara semakin dingin, Keenan mengajak Cinta untuk kembali ke dalam kamar untuk mengistirahatkan tubuh yang telah lelah.


***


Tengah malam ....


Keenan memeriksa jika Cinta sudah terlelap atau tidak, setelah memastikan jika Cinta sudah tertidur, Keenan bangkit dari ranjang, dia perlahan dan hati-hati keluar dari kamar mereka.

__ADS_1


Diluar sudah ada anak buah Keenan yang sebenarnya melindungi Keenan maupun Cinta setiap saat, mereka menunduk dan menuntun Keenan menuju sebuah ruangan di penginapan itu.


Saat pintu terbuka sudah ada beberapa orang yang diikat dan kelihatan babak belur.


“Kami sudah pastikan jika hanya mereka yang mengikuti Tuan sampai kesini,” anak buah Keenan segera memberikan laporan.


Keenan diam saja, akan tetapi matanya tajam sekali.


Dia melangkah mendekat kepada salah seorang yang sepertinya merupakan pimpinan para suruhan yang diperintahkan untuk mengikuti mereka dan tentunya untuk mencelakai Cinta. “Kau pasti suruhan Ibuku kan? Aku tahu dia pasti melakukan segala cara untuk menyingkirkan istriku, tetapi aku tidak menyangka dia melangkah sejauh ini!” geramnya benar-benar marah sekali.


Dia mengambil alat komunikasi yang ada di saku tawanan mereka ini dan dia langsung menyeringai saat melihat nomor yang ada di ponsel itu hanyalah nomor ibunya.


Tanpa basa-basi Keenan langsung menghubungi Ibunya menggunakan telepon itu.


“Tring … Tring … Tring!”


“Halo?” hanya beberapa saat setelah itu, suara Lucia langsung terdengar.


“Apakah kalian sudah menculik wanita itu? kenapa kau diam saja!” suara Lucia segera meninggi, saat suruhannya yang menghubungi dirinya diam saja.


“HEH!” Keenan terkekeh dan tangannya mencengkeram dengan kuat.


“Kau benar-benar kotor, kau melakukan cara murahan seperti ini untuk menyingkirkan wanitaku, apa kau meremehkan aku?”


“Aku sudah tahu kau licik, akan tetapi aku tidak tahu jika dari semua pihak kau adalah yang pertama bergerak hendak mencelakai Cinta!”


“Dengar ya! aku tidak akan pulang dan mengikuti aturan kuno kalian itu! dan aku tidak akan membiarkan kehidupanku hancur karena kalian lagi! ini peringatan terakhir ku, jika kau mengirimkan suruhan lagi untuk mencelakai Cinta, aku akan melakukan segalanya untuk menghancurkan mu!” geram Keenan benar-benar mengancam ibunya.

__ADS_1


__ADS_2