
Mendengar ucapan Cinta yang menurut Keenan lucu membuat Keenan sedikit terkekeh.
"Haha, lucu sekali gadis ini!" gumam Keenan berlalu ke kamarnya untuk istirahat.
Dikamar, Cinta merenungi nasibnya, entah apa yang membuat dirinya sampai bisa tinggal dengan pria yang sangat ia hindari.
"Jadi pembantunya lagi, hiks. Tapi tidak apa jalani lah 6 bulan ini dengan keberpura-puraan, kau harus tetap bertahan Cinta, semangat!"
Karena sudah kelelahan Cinta pun terlelap tidur di kasurnya.
Di kediaman Rehan Heit,
"Bagaimana Pah, apakah Cinta setuju dengan saranmu?" tanya Monik lembut.
"Dia pasti mau Mah, lagian hanya makan malam saja." balas Rehan bergegas ingin tidur tak mau berlama-lama berbincang dengan Monik.
Belum sampai Rehan ke kamar "Papa, Rara kangen," seru Rara sambil memeluk Papanya. "Ada apa Nak? pasti ada maunya kan?" balas Rehan sudah mengenal sikap putrinya ini.
__ADS_1
"Hehe Papa tahu aja, iya Pah Rara mau beli dress Channel keluaran terbaru tapi harganya mahal banget, bentar lagi kan Rara ulang tahun, Rara pengen beli itu biar nanti Rara enggak malu dilihat teman-teman Rara," rengek memelas agar Ayahnya setuju.
"Yaampun Ra, bukannya kamu sudah punya dress yang sangat banyak? minggu lalu saja kamu sudah beli dress yang sangat mahal," balas Rehan risau melihat keborosan putrinya.
"Pah, tapi itu kan udah pernah Rara pakai, tolong Pah, Rara pengen dress itu, kalau Papah enggak mau Rara akan mogok makan," ketus Rara menuntut.
"Aduh, ya sudah nanti Papah transferkan," ucap Rehan malas berdebat karena dia sudah sangat lelah.
"Yeyy Papah baik banget sumpah. I love you so much Papah," balas Rara sambil berlari riang ke kamarnya.
Keesokan harinya ....
Cinta sudah pasang alarm jam tengah 5 pagi, Cinta bertekad untuk menyiapkan sarapan dengan cepat dan pergi kerja dengan sangat cepat agar dia tidak bertemu dengan Keenan.
Dengan cepat Cinta mempersiapkan sarapan pagi, dia memasak menu ayam semur dan sayur lodeh, selesai memasak sarapan Cinta bergegas mandi, jam sudah menunjukkan pukul 05:30.
"Bagus masih tengah 6," Cinta dengan cepat membuat bekalnya, dia sudah sangat lapar karena tadi malam dia tidak makan.
__ADS_1
Jam 05:45 dia bergegas pergi dan meninggalkan catatan di atas meja makan.
Pada pukul 07:00 Keenan bangun dari tidurnya dia bergegas mandi, dia tidak sabar melihat Cinta di pagi hari. "Pasti dia sangat manis," gumam Keenan buru-buru memakai baju kerjanya.
Sesampainya di ruang makan dia sudah melihat makanan di meja dan menemukan sticky notes bertuliskan,
"Selamat pagi Tuan, saya sudah menyiapkan sarapan pagi dan bekal untuk makan siang Tuan di kantor, saya berangkat sangat pagi karena memang kantor saya jauh dari sini, saya tidak ingin terlambat, mohon Tuan memakluminya." Tak lupa Cinta menambahkan emoticon senyum.
"Huh, dasar apa yang kuharapkan!" ketus Keenan kesal, padahal dia berharap melihat Cinta pagi ini.
"Tring ... Tring ... Tring!"
"Hmm, tumben sekali Bos menelpon sepagi ini," ucap Bram.
"Halo Pak, ada apa?"
"Pindahkan Cinta ke kantor pusat!" Belum Sempat Bram merespon, teleponnya sudah langsung dimatikan Keenan.
__ADS_1
"Haha tidak kusangka Bosku akhirnya tertarik pada seorang gadis, baguslah semoga dengan adanya dia di hatinya maka dia akan berubah," ucap Bram dalam hati.