Boss Playboy

Boss Playboy
Extra part Bag 3 : Pagi hari yang hangat


__ADS_3

***


"Pfft, kau masih saja malu malu, tapi tak apa, kau tetap menggemaskan," goda Keenan mencubit pipi istrinya, lalu setelah itu ia memberikan kode kepada kepala pelayan untuk membawa semua pelayan yang ada di tempat ini keluar.


Agar dia bisa berduaan saja bersama istrinya.


"Ingat ... aku masih hamil muda, jangan melakukan hal terlalu jauh," Cinta sepertinya merespon terlalu berlebihan.


Bagaimana pun Cinta tahu gairah suaminya melebihi apapun, dia tidak ingin kegiatan ini berlanjut ke arah hal yang lebih sebab akan menganggu baby nya nanti.


"Pfffttt ...."


Keenan tertawa terkekeh, dia tidak menduga istri menggemaskan miliknya ini akan merespon sebegitu nya.


Padahal Keenan hanya ingin berduaan saja, sekedar mencumbu biasa tidak akan melakukan hal sampai sejauh yang ada di pikiran istrinya.


Keenan memeluk istrinya dan melingkarkan tangannya di perut yang masih rata.


Lalu Keenan mendekatkan wajahnya dan membisik di telinga.


"Sayang ...." rasanya darah Cinta mendidih ketika mendengar bisikan nakal itu.


Entah mengapa pipinya memerah sekarang.


"Kau nakal sekali, kau belajar dari siapa sih? padahal aku tidak akan melakukan itu, aku juga sayang pada calon anakku, tapi ...."


"Jika kau menggodaku terus karena kau menggemaskan sekali maka aku tidak tahu apakah aku bisa menahan diriku,"


Bisikan itu diikuti gigitan kecil di daun telinga Cinta.


Rasanya seperti disetrum, seperti ada sengatan listrik menjalar di tubuhnya.


"Plak!"


Cinta menepuk dada suaminya karena sekarang jantungnya sudah berdegup kencang sekali.

__ADS_1


"Kau yang mengajari ku hal begini, jangan menggodaku!" Cinta ngambek karena dia malu sekali digoda suaminya.


Lalu ia menunduk dan mengusap perutnya.


"Baby, Ayah mu jahil sekali, dia mengerjai Ibumu, nanti kalau kau sudah lahir, kau yang akan menjaga Ibu dari kejahilan Ayahmu kan?"


Cinta seperti tengah berbicara dengan baby nya yang bahkan belum diketahui jenuh kelaminnya.


"Baby ... Ibumu hanya milikku, walau kau nanti sudah lahir, cinta Ibumu harus lebih besar untuk Ayah ... jangan coba-coba untuk merebut istriku!"


Setelah mendengar ucapan dari sang istri, entah kenapa persaingan ketat Keenan dengan baby nya sendiri semakin memanas.


Padahal bayinya bahkan belum lahir.


Perdebatan pagi itu sangat manis, walaupun Keenan sangat posesif tetapi dia sangat hangat dan menunjukkan cintanya pada sang istri.


***


Setelah itu, Keenan benar-benar makan pagi dan menyantap semua masakan Cinta.


Makanya Keenan selaku menghabiskan makanannya, dia tidak mau makanan yang dimasak Cinta khusus untuknya di makan orang lain.


...


"Sayang ... aku pergi ke kantor dulu yaa, banyak sekali pekerjaan karena aku sudah memimpin perusahaan milik Ayah ...."


"Kamu tidak apa-apa kan? haruskah aku membawamu ke kantor?"


Keenan tengah berdiri di hadapan Cinta, lalu Cinta sedang berdiri di sebuah kotak untuk meninggikan tinggi badannya.


Karena dia sedang memasang dasi untuk suaminya.


Cinta memasang dasi dengan rapih, lalu ia tersenyum begitu manis.


"Tidak apa-apa, aku bisa menjaga diriku sendiri, disini banyak pelayan juga yang akan mengawasi aku, kau bekerja lah ... jangan khawatir aku," balas Cinta tersenyum manis pada suaminya.

__ADS_1


"Hummm ... kenapa aku bisa sangat menginginkan mu sih? aku ingin membawamu kemanapun, tapi kau masih hamil muda, tidak boleh banyak beraktivitas di luar,"


"Nanti aku akan pulang dengan cepat, dan jika aku menghubungi mu langsung diangkat," seru Keenan sekarang sudah melebarkan kedua tangannya.


Sebagai kode pelukan pagi yang harus ia dapatkan sebelum pergi kerja.


Cinta memeluk suaminya dan memejamkan matanya, dia suka sensasi saat dia berada dalam dekapan dada bidang suaminya.


Seolah dia merasa aman dan nyaman sekali, dia menikah dengan orang yang tepat walau sikapnya terlalu posesif tetapi Cinta masih bisa menangani nya.


"Sekarang ... ciuman pagi ku,"


Seru Keenan melonggarkan pelukannya sejenak, lalu meminta ciuman pagi seperti biasa.


*Blush*


Cinta tetap saja merasa malu sampai pipinya memerah, walau ia sudah melakukan nya berulang kali bersama suami entah mengapa setiap kali hendak melakukan ciuman rasanya seperti pertama kali.


"Cup!"


Cinta mengecup bibir suaminya dan menunduk.


"Selamat bekerja, aku menunggu mu pulang," Cinta menunduk malu namun dia tersenyum sekarang.


Keenan bisa melihat itu, Keenan mengusap bibirnya karena senang dengan ciuman paginya.


"Aku mencintaimu, aku janji akan membawamu bulan madu setelah urusanku selesai ...." tegas Keenan mengusap rambut istrinya lembut.


Lalu ia pergi bekerja.


.


.


.

__ADS_1


Author : Hello, walau udah lama Hiatus aku lanjutkan sampai melahirkan sesuai janji yaa. 😭😭 Maafkan aku guys, walau udah banyak yang lupa tetapi karena udah janji akan tetap aku lanjutkan Extra part nya.


__ADS_2