Boss Playboy

Boss Playboy
Masalah yang belum selesai!


__ADS_3

Episode 111 : Masalah yang belum selesai!


***


Di saat yang sama di kediaman Cinta,


Layla yang mendengar ucapan lelaki asing itu sudah tersungkur, dia tidak bisa berkata-kata lagi, lalu ia melihat kearah mantan suaminya, Rehan.


"Siapa dia? kenapa dia bisa bersama dengan Cinta? bukankah seharusnya kau menjaga nya disini? kenapa dia bisa bersama lelaki lain? jawab aku?"


Layla yang dalam kemarahan yang menggebu-gebu bangkit dan bertanya pada Rehan.


Layla mencengkeram kerah Rehan dan menumpahkan kemarahannya.


Rehan yang sedikit gugup tentu saja tidak mau salahkan oleh mantan istrinya.


Rehan melepaskan cengkeraman tangan Layla dan balik berteriak pada mantan istrinya ini.


Rehan menggenggam tangan Layla, "Apa maksud mu? kenapa kau hanya menyalahkan hal ini kepadaku, bukankah seharusnya kau juga menjaganya? aku tidak bisa mengontrol pergaulan nya, kenapa kau malah marah kepadaku?" ketus Rehan Yang sebenarnya sejak awal sudah kesal dan marah sekali.


Wanita yang dulu ia sakiti karena perselingkuhan ini membawakan seorang lelaki yang merupakan pengganti nya.


Rasanya ia tidak rela, entah kenapa hatinya tidak suka dan risau, ia sudah menduga ini sejak awal akan tetapi dia tidak menyangka akan menjadi kenyataan seperti ini.


Mendengar itu kemarahan Layla tentu saja semakin meluap, semua ini terjadi karena kesalahan Rehan akan tetapi Regan sungguh pandai sekali bersilat lidah.


"Semuanya salahku, sejak awal semuanya salahku! kau memang hebat! bahkan putrimu sendiri pun tidak bisa kau jaga! apa karena kau sudah memiliki anak dan istri yang baru? karena itu kau melupakan Cinta? begitu?" teriak Layla lagi tak mau kalah.


Nafas Rehan sudah semakin memburu begitu juga dengan Layla, kelihatan sekali masih ada masalah yang tidak selesai diantara mereka berdua.


Genggaman tangannya semakin kuat dan Daren yang sudah risih sejak tadi melihat Rehan menggenggam tangan calon istrinya langsung datang dan menghempaskan tangan Rehan.


"Srek!"


"Saya rasa anda sudah tidak memiliki hak untuk menggenggam tangannya, tolong jaga sikap dan jarak!" ketus Daren menantang Rehan yang jelas-jelas masih emosi dan tidak suka dengan keadaan ini.

__ADS_1


Melihat seorang lelaki membela wanita yang dulu adalah miliknya semakin membuat Rehan geram sekali, "Apa kau bilang?" geram Rehan sungguh belum tahu tempatnya, dia mengira selama ini Layla masih menjadi miliknya.


Hanya karena selama di pelosok dia masih sering berkomunikasi dengan Layla untuk kepentingan Cinta.


Dia tidak sadar jika semuanya telah hancur sejak perselingkuhan itu terjadi.


"Pah, apa yang sedang kau lakukan?" Monic Yang sejak tadi sudah habis kesabaran melihat tingkah suaminya langsung datang melerai juga.


Dia tidak terima Rehan masih terlihat menggenggam dan seperti memiliki perasaan kepada istri pertamanya.


Rehan yang melihat Monic segera memejamkan matanya sejenak dan menenangkan dirinya, Rehan sungguh tidak sadar apa yang akan terjadi kepada perusahaan setelah ini karena dia sangat berfokus kepada rasa cemburunya kepada pasangan baru mantan istrinya.


Setelah Monic melerai kemarahan suaminya, dia dengan lantangnya berbicara lagi dengan Layla.


"Dan kau, berhenti menyalahkan suamiku atas kesalahan mu, kau yang tidak bisa menjaga putrimu sendiri sampai bisa bersama seorang lelaki saat dia belum menikah?"


"Berhenti menyalahkan dan mengganggu suamiku!" geram Monic sembari menunjuk Layla dengan telunjuk jarinya.


Layla yang memang sudah kehabisan kesabaran nya sejak Cinta lari bersama lelaki tadi langsung menarik telunjuk jari Monic dan menghempaskan nya.


"Brak!"


Dia menatap tajam kearah Rehan setelah mengatakan ucapan sarkas itu kepada Monic, hal itu membuat Rehan sedikit menghela nafasnya panjang karena tidak bisa berkata-kata atas ucapan mantan istrinya.


Daren yang melihat wanita yang ia cintai menangis lagi karena luka masa lalunya yang sebenarnya belum sembuh dan tidak akan pernah sembuh memeluknya erat sekali.


"Jangan menangis, aku sekarang sudah bersamamu, kita akan memperbaikinya semuanya secara perlahan, tenanglah," bisik Daren mencoba menenangkan calon istrinya.


Dia sungguh mencintai Layla, wanita yang separuh hidupnya dirundung luka dan kesedihan.


Perdebatan dan perkelahian di dalam rumah itu akhirnya berakhir setelah Monic membawa suaminya pulang, dan Layla tetap menangis karena merasa gagal menjadi seorang ibu.


***


Disisi lain di mobil Keenan,

__ADS_1


Keenan dan Cinta sudah dalam perjalanan menuju pemandian air panas yang sedikit jauh dari kediaman Keenan.


Dan keduanya sedang duduk berdekatan.


Mata sembab dan wajah yang lugu, Keenan selalu gemas dengan ekspresi wajah itu, dia menggigit bibir bawahnya seolah menahan hasrat besar dalam dirinya, lalu merangkul bahu istrinya.


"Sayang, kau sangat beruntung loh bisa bersama lelaki seperti ku, aku bahkan bisa mengabulkan permintaan mu seperti sihir, dalam sekejap, kau harus banyak bersyukur karena lelaki seperti ku hanya ada satu di dunia," bisik Keenan merangkul bahu Cinta.


Tadinya ingin mengerjai Cinta dan membuatnya malu, bagaimanapun itu adalah hobby baru Keenan juga, mengerjai Cinta dan membuatnya malu-malu kucing.


Cinta yang merasa harapannya tinggal bergantung pada Keenan merasa dia memang sudah harus membuka hatinya, semesta telah mengatur jalan hidupnya sampai seperti ini, pasti ada maksud yang baik.


Mungkin memang lelaki ini ditempatkan disisinya untuk meredakan rasa sakit hati dengan kesendirian dan rasa sepinya selama ini.


Cinta yang memang bertubuh lebih kecil dari Keenan harus menoleh keatas agar bisa melihat Keenan.


Matanya segera menatap kearah Keenan dengan tatapannya yang sendu, lalu dia mengangguk seolah menyetujui ucapan Keenan.


"Deg ... Deg ... Deg!"


Jantung Keenan serasa mau copot, dia tidak menduga akan mendapatkan respon seperti ini, respon yang menggemaskan yang merupakan kelemahan utama Keenan.


Ya, dia tidak bisa melihat istrinya dalam mode menggemaskan, jika tidak gairahnya akan menguasai dirinya.


Keenan menelan salivanya dengan kasar, dia menatap Cinta dengan tatapannya yang begitu dalam.


Lalu dia segera menutupi wajah Cinta dengan telapak tangannya, telapak tangannya menutupi semua wajah Cinta membuat Cinta bingung.


Sampai akhirnya satu bisikan dari Keenan membuat Cinta diam mematung dan tak mau lagi melakukan apapun.


"Sayang, kalau kau menggodaku terus aku akan menyuruh Pak supir untuk menghentikan mobil ini di tengah jalan dan aku akan menghabisi mu, cobalah bersikap menggemaskan sekali lagi dan menggodaku, akan ku makan kau di jalanan ini," bisikan itu diiringi nafas yang panas dan berat.


Juga gigitan tipis di telinga Cinta, membuat Cinta mematung dan matanya berkedip-kedip tak tahu harus melakukan apa.


Ucapan itu terlalu nakal dan panas untuk didengar.

__ADS_1


"Ais, padahal aku kan tidak melakukan apapun, apa lagi yang dia lakukan disini, mendekap pinggang ku erat sekali dan menggigit telinga ku! MASIH ADA BAPAK SUPIR!" teriak Cinta menggema dalam batinnya, dia mengalihkan pandangannya kearah jalanan untuk mengindari tatapan maut suaminya.


***


__ADS_2