Boss Playboy

Boss Playboy
Keenan arogan


__ADS_3

Episode 106 : Keenan arogan.


***


Di kamar pribadi Keenan,


"Curang, kau pasti hanya berpura-pura kesal kan? kau mencari kesempatan dalam kesempitan hanya agar bisa melakukan itu lagi!" ketus Cinta bersungut-sungut sembari mengerucutkan bibirnya.


Tampilannya malah semakin menggemaskan bagi Keenan.


"Aku tidak berpura-pura, aku kesal sekali mengingat kau akan pulang ke rumah mu beberapa hari, jadi demi mengobati kekesalan ku, kau harus melunasinya sepanjang malam ini," bisik Keenan sudah menyesap daun telinga istrinya.


Dan mendorong tubuh istrinya agar berbaring di ranjang.     


Dengan ekspresi wajah buas dan senyuman nakal, Keenan mulai melepaskan pakaian istrinya.


Cinta serasa terjebak dalam jebakan suaminya, seolah kekesalan Keenan hanyalah sebuah alasan untuk melakukan olahraga panas yang menggebu-gebu.


Saat Keenan membuka pakaian istrinya, ia melihat bra istrinya kelihatan sangat menggoda, membuat bentuk kedua buah dadanya kelihatan semakin menggoda saja.


Apalagi warnanya warna merah seolah sedang mengundang dan menguji gairah Keenan yang selalu besar jika di hadapkan dengan Cinta.


Keenan yang terkejut melihat tampilan istrinya ini tersenyum nakal sekali, dia menunduk mendekat dan meraih tangan Cinta.


“Sayang, kau berpenampilan seperti ini apakah untuk menggodaku?” Keenan berbisik dekat sekali di telinga Cinta, dia bahkan mengecup lehernya sebentar sampai membuat bulu kuduk Cinta berdiri semua dan dia semakin tegang dan kaku.


“Ti ... tidak, aku memakai ini karena nyaman dipakai bukan untuk menggoda mu," Cinta malu sekali.


Cinta mencoba menutupi bagian dadanya menggunakan salah satu tangan, karena dia malu sekali dipandangi oleh suaminya sembari menyeringai nakal.


Saat menyadari itu, Keenan kemudian menyeringai, dia meraih tangan mungil istrinya dan menahannya.


“Sayang, untuk apa di tutupi lagi? bukankah aku sudah melihat semuanya?” bisik Keenan menarik tangan Cinta yang menutupi buah dadanya.


Saat tenaga besar Keenan berhasil menarik tangan Cinta, dia bisa dengan jelas dan memandangi tubuh polos istrinya.


“Wow! Kau benar-benar menggodaku kan sayang?” Keenan menggenggam bahu istri keduanya ini, lalu melihat tubuh istrinya yang sudah polos dari atas kebawah sampai ia puas.


“Sejak kapan lagi aku menggodanya? bukankah dia sendiri yang membuka bajuku? lelaki yang satu ini memang sangat bisa menyalahkan orang lain!” geram Cinta menatap sebal kearah suaminya.

__ADS_1


Namun tampilan seperti ini adalah daya tarik tersendiri bagi Keenan, karena baginya Cinta sangat menggemaskan dan seperti landak, sangat sulit untuk ditaklukkan.


"Sayang, kau tahu kan apa hukuman bagi wanita yang menggoda ku seperti ini, aku akan menghukum mu sepanjang malam, karena kau selalu saja membangkitkan gairahku!" Keenan berbicara membisik sembari menyesap jemari istrinya, matanya menatap tajam kearah Cinta.


Dan Cinta seolah tenggelam dalam pesona dan gairah lelaki yang menjadi suaminya ini.


Setelah beberapa kali melakukan olahraga panas kesukaan Keenan, akhirnya Keenan memutuskan untuk mengakhiri kegiatan panas yang sedang ia lakukan, karena melihat istrinya sudah kelelahan sekali.


Malam itu setelah keduanya membersihkan tubuh mereka lagi, keduanya tidur dengan nyaman.


Kecuali keenan, dia masih tidak suka bagaimana istrinya akan pulang esok hari ke kediamannya, padahal kediaman Cinta masih berada dalam satu kota, akan tetapi tetap saja Keenan kesal.


Mengingat bagaimana ayah dan ibu Cinta kelihatan tidak peduli pada wanitanya ini.


"Awas saja jika mereka berani membuat wanita ku menangis, akan ku habisi siapapun mereka!" geram Keenan mendekap istrinya lebih erat.


Masih dengan wajah yang kelihatan cemberut, dia mendekap Cinta, seolah dia tidak ingin melepaskan wanitanya keluar dan bertemu orang-orang tidak tahu diri seperti orangtua Cinta.


Sedangkan Cinta yang digempur oleh Keenan sudah terlelap nyenyak sekali, apalagi dia berada dalam dekapan hangat suaminya yang tidak akan bosan memeluknya sepanjang malam.


***


Keenan yang melihat gelagat istrinya semakin kelihatan tidak rela dan kesal, akan tetapi dia sudah berjanji untuk membiarkan Cinta kembali pulang sebentar, jadi kali ini dia harus membiarkan Cinta kembali pulang.


"Sayang, makanan sudah aku taruh dalam kulkas, jika lapar bisa tinggal di hangatkan saja ya," Cinta kelihatan berseri-seri.


Wajahnya begitu cerah, karena sudah lama sekali dia tidak bertemu dengan ibunya, dia sangat merindukan nya.


Cinta juga penasaran, apakah ada hadiah ibunya untuknya, yang jelas banyak hal yang ingin diketahui dan diceritakan oleh Cinta.


Makanya dia kelihatan bersemangat dan bahagia saat meminta ijinkan pada suaminya.


Melihat senyuman merekah Cinta, Keenan melipat tangan di dada dan menatap dengan kesal, wajahnya muram dan dia mengangkat dagunya seperti biasanya, kelihatan begitu mendominasi.


Cinta tetap tersenyum, dan hendak pergi akan tetapi Keenan menahan tangan istrinya.


"Ciuman ku mana? kau akan pergi beberapa hari, setidaknya cium aku beberapa kali dulu lah!" ketus Keenan dengan wajah yang sedikit memerah karena dia benar-benar kesal sekarang ini.


Dia tidak suka berjauhan dengan wanitanya.

__ADS_1


"Aih, aku lupa, baiklah ...." masih tersenyum bersemangat sekali, tidak seperti sebelum-sebelumnya, kali ini Cinta malah datang menyodorkan tubuhnya dan mencium suaminya berkali-kali.


"Muah ..."


"Muah ..."


"Muah ..."


Cinta mengecup suaminya berkali-kali sembari tersenyum begitu manis.


"Deg ... Deg ... Deg!"


Jantung Keenan berdegup begitu cepat, pipinya memerah namun dia tidak mau memperlihatkan jika dia sangat senang ketika Cinta menciumnya berulang kali.


Akan tetapi dalam hal ini, dia tetap harus kesal dan kelihatan muram, dia tidak boleh menunjukkan wajah bahagia dan senyuman nya.


"Ehem ... setiap menit kau harus memeriksa ponsel mu, karena aku akan sering menghubungi mu," balas Keenan berusaha sangat keras menutupi eskpresi wajah senang karena ciuman barusan.


Cinta yang mendengar itu segera menganggukkan kepalanya, "Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu ya," seru Cinta melangkah menuju mobil yang sudah dipersiapkan oleh Keenan untuknya.


Saat Cinta melangkah menjauh, ekspresi wajah Keenan semakin kesal, apalagi saat Cinta masuk mobil dan mobil nya melaju menjauh.


Keenan berdecak kesal dan para pelayan yang melihat mood Tuan mereka sedang dalam keadaan buruk sudah khawatir, karena pastinya mereka akan terkena batu nya.


Dan benar saja.


Baru beberapa menit setelah Cinta pergi ...


Saat Keenan hendak masuk kedalam rumah, semua pelayan sudah kena getahnya.


"Ada apa dengan cat tembok ini? kenapa warna nya seperti ini?"


"Ada apa dengan meja di ruang tamu ini, apakah kalian bisa bekerja dengan benar?"


Semua hal dipermasalahkan oleh Keenan karena kekesalan nya, bahkan cat rumah dan meja tamu di kediaman Keenan sangat mewah dan bagus, dan biasanya tidak ada masalah dengan hal itu.


Hanya karena istrinya pergi beberapa saat, bahkan masih dalam satu kota, Keenan langsung mempermasalahkan segalanya.


Karena tidak tahan dengan sikap arogan Tuan mereka, kepala pelayan yang ada di kediaman itu memiliki ide brilian.

__ADS_1


***


__ADS_2