
Episode 158 : Pertemuan keluarga Kertia dan Thomson (II)
***
Di aula mansion keluarga Thomson.
“Baiklah, karena Josh Thomson tidak hadir maka pertemuan ini akan saya pimpin,” Gordon yang merupakan tetua disitu segera membawa jalannya pertemuan namun saat ia belum selesai berbicara Keenan langsung menyanggah.
“Tuan ... Tuan Josh Thomson, sejak kapan kau memiliki hak memanggil ayahku tanpa ada kata Tuan? dimana sopan santun mu!” suara Keenan terdengar pelan namun berat, menyeringai seperti monster membuat suasana menjadi menyelekit menakutkan.
Atmosfer di tempat itu menjadi dingin namun menekan, Desmon tak bisa lagi mempertahankan senyuman palsunya dan nafasnya menjadi berat.
“Kurang ajar anak ini! awas saja kau ya sialan!” gumam Desmon Thomson kelihatan mengepal tangannya, wajahnya itu membuat para rekannya bergidik ketakutan.
“Haha, baiklah, maafkan saya, maksud saya Tuan Josh Thomson, disini kita akan merundingkan pernikahan antara Nona Clara Kertia dan Keenan Thomson, jadi saya sangat menantikan saran tanggal yang bagus dari anda Tuan Gordon,”
Desmon tersenyum dan melihat kearah Gordon Kertia, seolah keduanya sudah mencapai kesepakatan dibelakang layar.
__ADS_1
Tentu saja, sebenarnya sudah jauh hari Desmon bertemu dengan Gordon Kertia dan membicarakan soal pernikahan ini secara pribadi.
Pernikahan ini akan memberikan untung di kedua belah pihak, dimana Desmon berjanji akan memberikan keuntungan yang lebih kepada perusahaan Kertia asalkan dirinya diberikan saham tambahan sebanyak mungkin untuk memperkuat posisinya.
Saat itu kesepakatan mereka telah rampung, dan mencapai sebuah persetujuan, dan sebenarnya pertemuan keluarga ini hanyalah simbolis semata.
Disaat yang sama, saat Desmon membawakan pembicaraan, suruhannya sudah melakukan proses misi penculikan Cinta sejak satu jam yang lalu saat pertemuan hendak dimulai, penculikan ini akan dia gunakan sebagai senjatanya.
***
“Plak … Plak … Plak!”
Keenan tiba-tiba berdiri dan bertepuk tangan, memberikan suara nyaring di saat sunyi dan tegang seperti ini.
“Menjijikkan, apa kau mau menggunakan pernikahan ku dengan Clara sebagai senjata terakhirmu untuk mengembalikan kekuasaan mu di perusahaan ayahku?”
“Tapi kau salah besar Tuan Desmon, aku juga seorang pengusaha tanpa perusahaan ayahku, aku sudah bisa melakukan apapun, akan tetapi kau telah merenggut sesuatu yang seharusnya tak kau lakukan!”
__ADS_1
Keenan memberikan tekanan di tempat itu, dia menyeringai, mata lelahnya tak juga menurunkan ketajaman pandangannya, seolah siapapun yang ia lihat berada dibawahnya.
“Apa maksdumu? Jaga kesopananmu Keenan, ini pertemuan keluarga, jangan mempermalukan keluarga Thomson!” Desmon melenggak seolah dia adalah pemimpin di tempat itu.
Dia tak lagi tersenyum dan bersikap seperti ular, dia sudah tak tahan di provokasi oleh Keenan sejak tadi.
Akan tetapi saat Desmon berbicara seperti itu, seseorang memasuki aula pertemuan dan berhasil membuat Desmon melebarkan mata dan terduduk tak bisa mempertahankan dirinya.
Dia melihat kearah orang itu dan segera pandangannya menyelekit langsung tertuju lagi kearah Keenan.
“KAU!” geram Desmon benar-benar murka, dia memukul meja dan nafasnya menjadi semakin berat karena emsoi.
Kemarahannya hanya disambut tawa geli dan menghina oleh Keenan membuat Desmon tentu semakin tersulut.
***
Guys jangan lupa berikan like secara merata ya, berikan saran juga di komentar, maafkan jika masih banyak kesalahan disana-sini.
__ADS_1