Boss Playboy

Boss Playboy
Sayang, tadi malam kau sangat agresif!


__ADS_3

Episode 27 : Sayang, tadi malam kau sangat agresif!


Di kantor Keenan,


Di hari pertama Cinta masuk kantor pusat, dirinya menjadi pusat perhatian semua orang, bagaimana mungkin seorang staff biasa bisa dengan cepat direkomendasikan menjadi staff yang bekerja di pusat.


"Dih, pasti dia punya orang dalem dah, bagaimana mungkin orang seperti dia bisa dengan cepat direkomendasikan!"


"Iya ... Iya, kalau tidak punya orang dalem paling dia jual diri, dih aku sih ogah ya gitu-gituan!" itulah gosip-gosip yang beredar saat Cinta pertama kali masuk kantor.


"Sial, aku juga tidak mau bekerja disini, sial! 6 bulan lamanya aku akan menghadapi keadaan menyebalkan ini. Tiba-tiba aku merindukan kedua temanku yang berisik itu!" gumam Cinta dalam lamunannya.


"Cinta, kamu dipanggil ke ruangan Pak Keenan," seru Bram yang mendekat kearah meja Cinta.


"Cih, pasti dia mau mengerjai ku lagi!" ketus Cinta dengan wajah yang terlihat sangat kesal dan murung.


"Tok ... Tok ... Tok!"


"Masuk!"

__ADS_1


"Halo Pak Keenan, ada apa memanggil saya kemari?" ucap Cinta sopan, karena memang saat ini mereka sedang berada di kantor, dan sudah sepantasnya Cinta bersikap Hormat pada atasannya.


"Wanita liar sepertimu bisa hormat dan sopan juga ya, kemari mendekat, pijat pundakku, nanti Bram akan memberikan list pekerjaanmu disini!" perintah Keenan sembari menepuk-nepuk bahunya, seperti sebuah kode pada Cinta agar memijatnya di bagian itu.


"Apa? memijatmu? wah, wah, wah, kau keterlaluan, kau kira aku ini perempuan apaan? di kantor begini mau melakukan begituan, kau memang brengsek, aneh dan arogan, aku keluar!" teriak Cinta hendak menarik pintu.


"Oh, yasudah kalau tidak mau, kau nantikan saja kabar dari ayahmu mengenai kebangkrutannya!" ancam Keenan dengan santainya.


"Sial, aku lupa mengenai itu, sial sial sial! aku sungguh tidak bisa menolak!" gumam Cinta dalam hati, dengan tanpa rasa malu dan basa basi Cinta tiba-tiba berbalik, dan mengubah ekspresinya dalam sekejap.


Dengan Senyum yang begitu manis, Cinta mendekat kearah Keenan.


"Sudah aku tidak mau mendengar ocehan mu lagi, cepat pijat aku, kau masih beruntung memiliki majikan tampan dan baik hati seperti ku!" balas Keenan membanggakan dirinya sendiri.


"Ya, ya, ya, terserah kau lah, dasar orang aneh, seandainya aku tidak terikat kontrak denganmu, kau kira aku mau melakukan ini? cih, ingin kucekik lehernya itu, ais gemas kali aku ahh!" gumam Cinta dalam mode emosi yang berapi-api.


Tetapi, lain dari tindakannya, Cinta mendekat kearah Keenan dan mengurut Keenan yang sedang duduk di kursi kebesarannya. Cinta sudah malas berdebat dengan Keenan lagi.


"Gunakan tenagamu, kau sangat tidak terampil, bagaimana mungkin ada orang sepertimu, sama sekali tidak ada bakat!" Keenan komplain pada Cinta, karena merasa pijatan Cinta sama sekali tidak terasa.

__ADS_1


"Heh? kau mau aku menggunakan kekuatan? baiklah! rasakan kekuatan dalamku, akan kubuat kau menyesal!" gumam Cinta sembari memukul pundak Keenan sekuat tenaganya.


"Ah, kau mau membunuhku? berani sekali kau memukulku?" teriak Keenan menoleh kearah Cinta, tetapi dengan sekejap mata, Cinta langsung mengubah ekspresinya menjadi sangat memelas dan menyedihkan.


"Bukankah tadi Tuan mau Cinta menggunakan tenaga Cinta? apa lagi salah Cinta Tuan? Cinta hanya mengikuti perintah mu Tuan, jika Tuan tidak suka dengan cara Cinta mengurut, Tuan bisa meminta pertolongan orang lain," balas Cinta masih dalam mode sandiwara terbaiknya.


"Tak!" Keenan menjitak dahi Cinta, yang membuat Cinta merasa kesakitan.


"Ahh, ini namanya kekerasan dalam perbudakan, akan kulaporkan kau! lihat saja!" ketus Cinta sembari mengusap-usap dahinya.


"Laporkan saja jika berani, aku punya lebih banyak bukti kekerasan dibandingkan kau, tadi malam kau masih belum ingat jika kau menyiksaku?" jawab Keenan yang merasa geli melihat ekspresi Cinta itu, dia merasa terhibur akibat kelucuan Cinta.


"Eh, ini tidak sakit, hehe kalau pukulan kecil seperti itu tidak akan terasa Tuan, jadi bagaimana tadi, apakah aku lanjut mengurut Tuan atau mau aku buatkan kopi?" balas Cinta sembari melemparkan senyuman terbaiknya, dia sedang mengalihkan pembicaraan, dia tidak ingin mereka membahas masalah tadi malam.


"Ho? sepertinya gadis ini sudah mengingat apa yang terjadi tadi malam, hehe, bagus! akan kukerjai kau!" gumam Keenan dalam mode iblis.


"Sreek!" Keenan menarik tubuh mungil Cinta ke pangkuannya.


"Sayang, tadi malam kau sangat agresif, kau juga bilang menikmati caraku bermain, jadi bagaimana, apa mau kita lanjutkan disini permainan kita tadi malam?" goda Keenan sembari mengusap lembut wajah Cinta.

__ADS_1


__ADS_2