
Episode 22 : Selamat tinggal kebebasan
***
Di kantor Cinta,
"Huh, aku sangat mengantuk hari ini, hiks, apakah dimasa lalu aku telah mengkhianati N
negara? makanya Tuhan membiarkan aku disiksa oleh monster psikopat dan mesum itu?hiks, hidupku yang damai kini hanyalah tinggal Kenangan. Good bye Ketenangan, sampai jumpa 6 bulan lagi!"
gumam Cinta ditengah-tengah jam kerjanya.
"Cinta ... Cinta ... Cintaaaaaa!" sedari tadi Rita memanggil Cinta, tetapi karena Cinta sedang kalut dalam lamunannya yang sedang mengasihani diri sendiri itu, dia jadi tidak mendengarkan sahutan Rita.
"Woy, kamu dipanggil tuh sama gebetanmu," ketus Rita sembari mencubit lengan Cinta, agar segera menyadarkan dirinya.
"Hah? gebetan? tunggu dulu sejak kapan aku L
punya gebetan? kamu kan tahu sendiri aku sengenes apa!" ketus Cinta kesal, dia merasa Rita sedang mengerjainya.
"Lah, emang Pak Dino sang Bos tampan bukan gebetan kamu Sa? hahaha, udah sana nanti kamu kena omel lagi kalau enggak cepat-cepat ke ruangannya." Balas Rita menyuruh Cinta agar segera menghadap atasan mereka itu.
Cinta pun segera beranjak menuju ruangan Dino.
"Tok ... Tok ... Tok!"
"Silahkan masuk Cinta" sahut Dino dari dalam ruangannya, dia sudah tahu yang akan masuk adalah Cinta.
"Hehe, ada apa Pak? apakah ada tugas saya yang tidak beres? atau atau kemarin saya melakukan kesalahan? atau apakah Bapak akan memberikan tugas baru untuk saya? atau ...."
belum sempat Cinta melanjutkan aksi Rapnya, tiba-tiba Dino menghentikan dirinya.
__ADS_1
"Kamu memang sangat lucu Cinta, sayang sekali kamu akan dimutasi ke kantor pusat, dan ini adalah perintah langsung dari Pak Keenan, apakah kau sebelumnya kenal dengan beliau?" tanya Dino menyelidik.
Dino khawatir kalau-kalau Cinta punya hubungan khusus dengan Keenan..
"APA! sungguh bejat dikau Keenan brengsek! bahkan kau menyuruhku pindah ke kantornya pasti agar bisa lebih leluasa menyiksaku! hidupku lebih pedih dari hidup pemeran utama wanita yang di drama-drama korea itu, hiks, ingin ku jambak rambut si Keenan itu dan mengikatnya di gudang, arghh aku sangat kesal!" ketus Cinta mengamuk dalam dirinya saat Pak Dino mengatakan jika ia akan dimutasi ke kantor pusat.
"Haha, bagaimana mungkin aku punya hubungan khusus dengan Pak Keenan.. Haha tidak mungkin," balas Cinta gugup, karena memang nyatanya Cinta memang punya hubungan khusus dengan Keenan.
Ya, hubungan antara budak dan Tuan.
"Baiklah Cinta, mulai besok kau sudah harus di tempatkan di kantor pusat itu, hari ini ku ijinkan kau melakukan perpisahan dengan rekanmu yang berada disini" balas Dino lembut pada Cinta, Dino pun tidak suka saat Cinta harus pindah ke kantor pusat, karena Dino memiliki perasaan istimewa terhadap Cinta.
"terimakasih Pak, kalau begitu saya permisi dulu," Cinta menunduk dan segera berlalu dari ruangan atasannya,Pak Dino itu.
Saat mengetahui kabar bahwa Cinta akan dipindahkan ke kantor pusat membuat banyak orang syok dan iri, bagaimana tidak iri sekarang Cinta bisa bertemu secara langsung dengan Keenan.
"Cinta, kau makan apa tadi malam? kau sepertinya sedang di berkati sang dewi keberuntungan, bagaimana bisa kau seberuntung ini! huaaaa!" Rita menangis tersedu-sedu, bukan karena Cinta akan dimutasi ke kantor pusat, tetapi malah lebih ke iri karena Cinta akan sering bertemu dengan Keenan.
"Pokoknya malam ini kita harus berpesta untuk merayakan keberhasilanmu sobat," ucap Isya sembari menepuk bahu Cinta.
Cinta tidak bisa menceritakan perihal perjanjian kontrak antara dirinya dengan Keenan, karena dikontrak jelas-jelas tertulis untuk tidak membeberkan perihal lontrak itu kepada siapapun.
"Sobatku kita akan berpisah beberapa waktu, tapi yakinlah jiwaku tetap bersama kalian berdua, akan ku sampaikan salam kalian pada pria-pria tampan yang berada disana, doakan aku agar mendapatkan salah satu juga," seru Cinta drama sembari merangkul Isya dan Rita.
"Hiks, sobatku, aku tidak ingin jiwamu tinggal disini, aku hanya ingin kau menyampaikan salam sayangku pada calon suamiku Pak Keenan," balas Rita tak kalah dramanya.
Mendengar Jawaban dari Rita membuat Isya dan Cinta melotot sebentar kearah Rita.
"Hu ... Hu ... Hu, baiklah, baiklah tinggalkan lah jiwamu disini sobatku, aku pasti akan merindukan dirimu," Rita kembali menimpali ucapannya, ia takut dijitak oleh Cinta dan Isya.
Mereka bertiga kembali berpelukan dan menangis dengan gaya yang sangat lebay, membuat siapapun yang melihatnya pasti geleng-geleng kepala.
__ADS_1
***
Di kantor Keenan,
"Bagaimana Bram apakah sudah kau urus mengenai gadis kecil itu? aku ingin dia berada disisiku sesering mungkin, agar aku cepat bosan terhadapnya!" Keenan yakin dia hanya sedikit penasaran saja dengan Cinta, karena Cinta adalah wanita pertama yang menolak dirinya.
"Sudah beres semua Pak, nanti dia akan menjadi asistenmu di ruangan ini," balas Bram karena merasa sudah melakukan tugas nya dengan baik dan benar.
"Oh ya Pak, tadi ayah Bapak menelepon, katanya malam ini ada perjamuan makan malam di rumah, dan Bapak katanya harus hadir," ucap Bram pada Keenan, karena memang sesaat yang lalu ayah dari Keenan menelepon dirinya.
"Cih, si tua bangka itu berani-beraninya mengundangku lagi ke rumah neraka itu, kali ini juga pasti mengenai perjodohan kampungan itu, dia pikir aku bodoh! Bram kau yang akan menggantikanku menghadiri perjamuan itu!" geram Keenan dengan kegelapan menyelimutinya.
"APA? apakah Bosku ini sedang menyuruhku masuk kedalam eksekusi mati? hiks. Demi sesuap nasi aku bahkan rela menggantikan Bosku ini masuk kedalam rumah neraka."
Memang rumah dari keluarga Keenan begitu Kaku dan semua memiliki aturan yang sangat ketat.
Ayah Keenan memiliki sifat kediktatoran yang sangat parah, jadi siapapun yang membuat kesalahan di rumah itu, pastilah akan mendapatkan hukuman yang menyakitkan.
Keenan sangat membenci keluarganya, bagaimana dulu ibunya diperlakukan tidak adil di rumah itu, ayah Keenan memang memiliki dua istri, dan ibunya merupakan istri yang kedua.
Ibu Keenan mau menikah dengan Ayahnya hanya karena Ingin menyelamatkan keluarganya dari kebangkrutan.
Oleh karenanya ibunya dianggap rendah dirumah itu dan selalu disiksa, apalagi oleh istri pertama dan neneknya.
Mereka memperlakukan ibu Keenan seperti bukan manusia, tapi ibu Keenan tetap sabar dan tabah demi anak satu-satunya yaitu Keenan.
Puncaknya adalah ketika ibu tercintanya meninggal akibat mengidap stress akut dan mental yang rusak.
Keenan sangat murka, dia berjanji akan meninggalkan keluarga itu, dan buktinya Keenan berhasil.
Keenan bahkan sanggup membangun perusahaan yang tidak kalah besar dari perusahaan ayahnya.
__ADS_1
Yang membuat Keenan makin muak adalah saat ayahnya ingin menjodohkan Keenan dengan wanita pilihan ayahnya, Keenan sangat kesal mengetahui jika keluarganya masih saja ingin mencampuri urusan pribadi Keenan, padahal sudah lama Keenan meninggalkan rumah itu dan hidup mandiri, tanpa pernah meminta uang sepeserpun.
Jadi Keenan merasa keluarganya tidak berhak atas dirinya.