
Episode 74 : Seperti dijatuhkan ke jurang!
***
Saat merasakan nafas hangat Keenan di buah dadanya, Cinta merasa semakin geli dan tidak tahu lagi harus melakukan apa.
“Aish, bukan saatnya berbincang sialan! Rasanya terlalu geli, apakah aku pura-pura pingsan saja! Siapapun tolong aku!” gumam Cinta langsung tegang dan semakin malu saat Keenan berbicara dan membuatnya merinding.
“Apa yang kau lakukan? Cepat jawab,” seru Keenan lagi membuat Cinta ingin mendepak Keenan saat itu juga, tetapi apa boleh buat dalam keadaan ini Keenan adalah rajanya dan dia adalah budak yang harus menurut.
“A … aku tidak pakai parfum, tidak bisakah kita tidur saja?” seru Cinta sudah tidak sabar ingin memisahkan diri dan memakai bajunya saat Keenan tidur nanti.
“Heheh, baiklah sayang, usap rambutku kalau begitu,” balas Keenan memejamkan matanya dan menenggelamkan wajahnya di pelukan Cinta.
“Argghhh! Ingin ku semprot pakai semburan api naga si mesum ini! Aduh aku tidak bisa menolak lagi! Seolah apa yang dikatakan adalah sebuah perintah mutlak! Ketus Cinta mau tidak mau mengusap rambut Keenan yang hendak terlelap itu.
***
Keesokan harinya,
Mood Keenan sedari tadi entah mengapa sangat meledak-ledak, ekspresinya saja sudah terlihat suram, mengetahui mereka akan kembali ke kota hari ini, dan mendapati jika Keenan sama sekali tidak mendapatkan apapun.
Malam penuh gairah yang ia bayangkan sama sekali tidak terjadi sama sekali.
Semuanya kena amukan Keenan, dia kesal karena dia seorang playboy yang tidak pernah gagal menaklukkan wanita, harus menerima kenyataan jika dia lemah akan tangisan dan betapa kuatnya wanita ini mempertahankan harga dirinya.
Begitu juga dengan Cinta tentunya, tidak akan luput dari kemurkaan Keenan, setiap kali Cinta selesai memakai pakaian yang sudah tersedia, Keenan akan berteriak.
Padahal Cinta hanya mengganti pakaiannya agar mereka bisa kembali dari pulau.
“Siapa yang suruh kau paku gaun se seksi itu? GANTI!”
“Siapa yang memilihkan baju itu? assisten ku kah yang menaruh baju itu di lemari! Buang!”
“Ganti! Terlalu terbuka!”
Cinta sudah lelah dan kemarahannya suduah memuncak, sedari tadi dia disuruh ganti pakaian, padahal pakaian yang ada di lemari yang telah di sediakan oleh assisten Keenan semuanya memang terbuka, karena Keenan memerintah kan pada Assiten nya untuk menyediakan pakaian terbuka selama di pulau.
“Ada apa dengan rasa makanan ini? Apakah kalian becus bekerja?!” lagi-lagi semua yang ada disekitar Keenan kena omelannya pagi itu, villa yang sepi itu benar-benar ramai karena bentakannya.
“Tuan, umm, maksudku sayang, ini adalah gaun paling sopan yang ada di lemari,"
Ucap Cinta mengenakan gaun pilihan terakhirnya.
Keenan melihat kearah Cinta yang sudah terlihat lelah memilih pakaian hanya untuk pulang saja.
"Yasudah lah, pakai itu saja!" ketusnya masih saja kesal.
__ADS_1
"Tring ... Tring ... Tring!"
Bram sedang menelepon atasannya.
"HALO?"
Suara kekesalan karena semua rencana nya gagal untuk membuat Cinta menjadi miliknya seutuhnya terdengar oleh Bram.
Bram harus menjauhkan sedikit ponselnya dari telinganya.
"Apa sih Bos ini? kenapa terdengar kesal? apakah Nona Cinta menolaknya lagi? ha ha ha! Nona Cinta memang langka!" gumam Bram entah mengapa menikmati perjalanan cinta aneh Bosnya kali ini.
"Jet pribadinya sudah siap Pak, sudah saatnya berangkat," seru Bram memberitahu jika semuanya sudah siap dan mereka tinggal berangkat sekarang.
"Ck! aku jadi semakin kesal, sudah capek capek kesini tapi tidak melakukan apapun! wanita ini menyiksa ku!" geram Keenan menatap Cinta dengan tatapan super membunuh.
Membuat Cinta gelagapan dan hanya tersenyum kaku.
"Kenapa dia kelihatan marah sih? apa karena aku menolaknya berkali-kali? ck, masa bodohlah pasang muka tembok saja!"
Cinta pura-pura tersenyum, walau senyumannya kaku.
"Kita pulang!" ketus Keenan berdiri sembari meletakkan tangannya di saku.
Dia meninggalkan banyak pekerjaan demi malam menggairahkan di pulau ini, tetapi satupun tidak ada yang terlaksana.
Setelah itu akhirnya mereka berdua kembali pulang ke kota, wajah Keenan yang kesal dan muram belum juga terlihat membaik saat mereka pulang.
***
Disaat yang sama,
Clara sudah ada di kediaman Keenan, dia menunggu Keenan pulang, dia penasaran kali ini wanita mana lagi yang dipermainkan lelaki itu.
"Dasar lelaki playboy, untung saja aku setia padamu!" ketusnya hendak pergi ke apartemen Keenan saja, entah kenapa firasatnya mengatakan jika Keenan pasti ada disana.
Clara sudah terlalu mengenal Keenan, dia tahu jika Keenan playboy dan bermain dengan banyak wanita, tetapi Clara tidak terlalu memusingkan hal itu, dia mengerti mengapa Keenan suka menjelajah.
Karena walau pun begitu, pada akhirnya nanti Keenan akan menikahinya apapun yang terjadi, karena garis perjodohan mereka tidak bisa dibatalkan, dan saat itu terjadi Keenan sudah akan bosan bermain dengan wanita dan akan setia kepadanya seorang.
***
Setelah beberapa saat diperjalanan, akhirnya mereka sampai dan sekarang sudah mengenakan mobil hendak ke apartemen.
Suasana masih sangat tegang dan Keenan masih kesal, dia berpangku tangan dengan wajahnya yang manyun.
Cinta belum pernah membujuk orang lain dan dia bingung harus melakukan apa di situasi ini, bagaimana pun dia tidak salah apa-apa.
__ADS_1
Sampai akhirnya mereka di apartemen, Cinta hendak mengajak Keenan berbicara agar suasana mereda dan mencair.
"Cklek!"
Suara pintu terbuka dan saat itulah Cinta memanggil Keenan.
"Sa ... sayang, aku ...." suaranya yang pelan itu tidak terlalu terdengar oleh Keenan karena suara seorang wanita lebih kuat dari suara nya menyambut Keenan.
"SAYANG!"
serunya sedikit berteriak dan terlihat antuasias sekali, dia berlari dengan sangat bersemangat memeluk Keenan dihadapan Cinta.
"DEG!"
Seperti di tusuk panah, ada rasa perih yang tak pernah dirasakan oleh Cinta menghujam hatinya.
Cinta melangkah mundur kearah pintu, melihat betapa cantik dan cerianya wanita yang memeluk Keenan ini.
"Sayang, kenapa tidak membalas pesanku sih? aku sangat merindukanmu," timpalnya lagi bermanja-manja, sampai akhirnya ia menyadari jika Cinta sedang membelalak gemetaran di belakang Keenan.
Keenan yang menyadari Clara sudah ada di apartemen nya sedikit terkejut.
"Sejak kapan kau sampai disini? kenapa tidak kasih tahu dulu?" ketus Keenan tidak menyadari jika Cinta sudah ingin melarikan diri, saking sakitnya hatinya sekarang.
Pemandangan di hadapannya ini seolah menjatuhkan Cinta ke jurang terdalam, menyadarkan Cinta akan posisinya, dan bahwa semua tindakan Keenan atas dirinya tidak lebih dari sekedar main main semata.
Tanpa menjawab ucapan Keenan, Clara menggandeng Keenan dan bertanya.
"Sayang, siapa dia?" tanya Clara menunjuk ke arah Cinta.
Mata Keenan melebar dan melihat kebelakang jika Cinta sudah melangkah menjauh.
Tersenyum kaku dan tangannya gemetaran.
"Ma ... maaf Nona, sa ... saya hanya rekan kerja, kalian bisa lanjutkan saja, saya permisi dulu," suaranya sedikit gemetaran tetapi dia menahan tangisannya.
Dia membuka pintu tanpa membalikkan badan dan saat pintu terbuka dia langsung keluar dengan cepat, tidak ingin melihat kemesraan keduanya.
***
Halo Noveltoon mengundang aku untuk crazy up selama 7 hari berturut-turut mulai hari ini, jadi novel ini akan update 3 episode dengan 1000 kata atau lebih per episode yaa.
Terimakasih.
Salam
Author Joy
__ADS_1