Boss Playboy

Boss Playboy
Cinta jadi di benci


__ADS_3

***


Mendapat perlakuan seperti itu membuat Cinta kaget setengah mati, saking kagetnya Cinta sampai membatu tak bisa berkata-kata.


"Deg ... Deg ... Deg!"


Entah mengapa jantungnya berdetak tak beraturan, wajah Cinta pun berubah menjadi merah padam.


"Lihat lah, kau sangat sensitif, hanya dipeluk begini saja sudah membuatmu gemetaran," goda Keenan lagi sembari memeluk Cinta dengan erat.


"Kau, kau, kau, lepaskan aku, dasar pembohong, jelas-jelas tadi malam tidak terjadi apa-apa! jangan berani-beraninya kau mau mengambil keuntungan dariku ya, mesum! lepaskan aku!" ketus Cinta sembari berontak agar Keenan melepaskan dirinya.


"Jangan bergerak sayang, jika kau bergerak terus malah akan membuat kegiatan ini semakin panas, dan kau baru mengakui jika tadi malam kau mengingat kejadian tadi malam! hehe, dasar kau gadis pembohong yang licik, kau harus diberikan hukuman," bisik Keenan sembari menarik dagu Cinta dan hendak mencium dirinya.


"Deg ... Deg ... Deg!"


"Sial, jantungku berdetak terlalu cepat, bagaimana ini, bahkan tubuhku pun tidak menolak!" gumam Cinta ketika dirinya sadar secara refleks matanya tertutup saat Keenan hendak menciumnya.


"Pak Keenan, ini dokumen yang ...." belum sempat sekretarisnya melanjutkan pembicaraannya, dia langsung terpaku atas pemandangan yang ia lihat di hadapannya itu, dilihatnya bos yang ia dambakan Keenan sedang memangku Cinta dan hendak berciuman.


Menyadari hal itu Cinta jadi salah tingkah,

__ADS_1


"Ehem ... ehem! uhuk ... uhuk, aku, aku seperti nya , emmm, ha ... haus, oh iya aku haus, haha, silahkan lanjutkan urusannya, aku permisi dulu," seru Cinta spontan dan langsung berlari kabur dari ruangan itu.


Setelah berhasil kabur Cinta menghembuskan nafasnya dengan kasar, dia merasa bingung mengapa tadi dia memejamkan matanya saat Keenan hendak mencium dirinya.


***


Masih di kantor Keenan,


"Glup  ... Glup  ... Glup!"


Cinta meminum air minum di pantry kantor dengan sangat cepat sampai sedikit tersedak.


Dia sedikit kesal karena dirinya bisa malu dan merona saat Keenan melakukan hal itu.


Cinta tentunya tahu jika lelaki itu bukanlah lelaki seperti biasa, bagi Cinta, Keenan adalah sosok turunan iblis yang menjelma menjadi manusia yang khusus untuk mempersulit hidupnya yang sudah sulit.


"Tenangkan dirimu Cinta, jangan pernah kau merona dan jantungmu berdegup cepat lagi karena si arogan itu! paham!" sembari menunjuk dirinya sendiri yang terpantul di cermin dinding, dia menguatkan hatinya dan memerintahkan dirinya sendiri seperti biasa.


***


Disaat yang sama di dalam ruangan pribadi Keenan, sekretaris nya hampir menangis karena habis diomeli tanpa sebab oleh Keenan.

__ADS_1


Bagaimana tidak, sekretarisnya ini telah menganggu kesenangannya mengganggu Cinta, padahal tadi dia sudah hampir berhasil mengerjai Cinta tetapi tiba-tiba saja sekretarisnya ini mengganggu.


"Jika kau sembarangan masuk kedalam ruanganku lagi, aku akan langsung memecat mu, kau bersyukur karena berkas yang kau hantarkan memang berkas urgent, tetapi jika sekali lagi kau melakukan kesalahan yang sama aku akan langsung membuatmu angkat kaki dari kantorku! kau paham!"


Dengan nada membentak dan ekspresi arogan Keenan seperti biasa, dia membentak habis-habisan sekretarisnya.


"Ba  ... Baik Pak," sahut sekretarisnya itu menunduk dan bergetar ketakutan, dia takut kehilangan pekerjaan nya.


"Apa yang kau lakukan? cepat keluar!" teriak Keenan lagi membuat sekretarisnya itu menunduk hormat dan langsung berlaku dari ruangan atasannya.


Sesampainya diluar dia menangis dan menceritakan hal itu kepada rekannya, biasanya Keenan tidak akan marah pada karyawati yang cantik dan seksi tapi kali ini dia marah besar hanya karena orang baru yaitu Cinta.


Cinta menjadi sasaran empuk mereka, disaat mereka tidak bisa menyalahkan Keenan.


Alih-alih membenci Keenan, mereka malah menargetkan Cinta, menurut mereka Cinta lah yang telah menggoda atasan mereka itu sampai membentak sekretaris Keenan, teman mereka.


***


Halo semuanya semua yang ada di novel ini hanyalah hasil imajinasi author semata, jadi kalau misalnya tidak terlalu relate ke budaya Indonesia, maafkan author yaa. terimakasih


***

__ADS_1


__ADS_2