BUCIN MAKSIMAL

BUCIN MAKSIMAL
BAB 11


__ADS_3

Sesampainya di apartemen aku masih menggerutu kesal pada didi, bahkan sampai saat ini ia belum menghubungi ku.


Aku mengambil laptop dan mulai mengerjakan tugas kuliah ku yang sudah menumpuk, "uhhh, dasar aku suka sekali menunda membuat tugas, lihat sekarang tugas ku menumpuk sekali, ahhhhh sangat melelahkan sekali" gumam ku dalam hati.


Saat aku sudah fokus membuat tugas ku, aku menoleh pada handphone ku yang bergetar, aku lihat dilayar handphone ku siapa yang menelpon dan disitu tertera tulisan "MY FUTUREđź’™"


Aku pun dengan malas mengangkat telpon nya dan langsung berkata dengan ketusnya " halo ada apa? sudah selesai bersenang-senang nya baru sekarang menghubungi ku" kata ku mulai meluapkan emosiku.


Didi adalah orang yang sangat posesif sekali, dan itu membuat ku jenuh, terkadang dia pergi bersenang dengan teman teman nya dan mengabaikan aku setelah selesai bersenang senang dengan teman nya itu barulah dia menghubungi, dia benar-benar menyebalkan sekali.


"Sayang, kau ini jangan marah terus, nanti kau cepat tua, dan lebih tua dari usia mu yang seharusnya" kata Didi mulai kembali meledekku. Dia benar-benar tidak kehabisan ide untuk membalas amarah ku.


Dia tidak pernah memarahi ku ketika aku marah padanya, bahkan dia tidak pernah merasa bersalah atas sikap nya ketika aku marah, dia justru membuat lelucon dan seketika amarah ku pun luntur karena dia terlalu pandai mencairkan suasana.


"Baiklah, jadi apa tujuan mu menelpon ku, kau tau aku sedang sibuk kau pergilah bersenang-senang dengan teman mu. Aku sangat sibuk" kataku tetap ketus.


"Oh, tidak tidak sayang, kau harus bersiap-siap sekarang karena aku akan menjemputmu, jadi bersiap-siap lah setengah jam lagi aku akan menuju apartemen mu, bye Rara ku, mmmmuuuaaachhh" katanya dan dia langsung mematikan telepon nya.


Aku dengan malas pergi kekamar mandi dan mulai membasuh diriku, kemudian aku memakai pakaian mini dress berwarna abu-abu sesuai dengan tas dan juga highels ku.


Kemudian aku merias wajahku, tentunya aku hanya memakai lipstik dan bedak saja, karena memang aku bukan tipe wanita yang suka berdandan.


Kemudian ku dengar bel dari luar apartemen ku dan aku segera membukanya, aku lihat Didi tersenyum padaku. Awalnya aku masih kesal dengannya dan menekuk wajahku.


"Sayang, kau sangat cantik sekali" kata Didi membisikkan ditelinga ku. Seketika pipi ku jadi merah merona mendengar pujian nya.


Seketika senyum merona di bibirku dan aku juga memujinya dalam hatiku " Kau sangat tampan Didi, postur tubuhmu yang tegap itu membuat ku ingin memeluk mu saat ini juga, tapi aku tidak akan melakukannya. Aku masih marah dan aku tidak ingin berbaikan semudah itu denganmu, jika aku langsung memaafkan mu. Aku yakin kau akan semakin keras kepala" kataku bergumam.

__ADS_1


"Mari Rara ku, kita berangkat sekarang" katanya menggandeng tangan ku. Senyum ku merekah ketika aku bergandengan tangan dengan nya.


Ku lihat orang menatap kami dengan takjub. Aku yakin orang pasti mengatakan bahwa kami adalah pasangan yang sangat perfect, ahhh aku terlalu pede mengatakan nya.


Kemudian sampai di mobil, ia pun mengendarai mobil, aku tidak tau dia mau membawa ku ke mana karena aku tidak menanyakannya dan dia pun ku yakin tidak akan memberitahu ku.


Sekitar setengah jam perjalanan aku dan Didi sampai di sebuah tempat sepi dan begitu gelap. Aku sangat takut sekali, aku jadi berpikir negatif pada didi.


"Kau bawa kemana aku, apa yang mau kau lakukan?" kataku dengan bibir gemetar.


"Hey jangan takut sayang, lihatlah" katanya menunjukkan kembang api yang bertuliskan "MAAFKAN AKU RARA" Aku mengerjakan mata beberapa kali dan aku sangat takjub melihat keindahan alam yang hanya diterangi oleh kembang api itu. Dan yang tadinya gelap sekarang jadi terlihat remang-remang.


Kemudian mataku beralih kembali padanya, dan aku lihat dia sudah memegang bunga mawar yang entah sejak kapan sudah berada ditangannya. Kemudian ia memberikan nya padaku dan mengatakan "Maafkan aku sayang, aku tidak bermaksud mengabaikan mu, ku mohon maafkan aku" katanya dengan memelas.


Dan seketika aku rasa aku cukup marah padanya aku pun memaafkan nya kemudian ia memeluk ku dan aku merasakan kehangatan dari tubuhnya dan aku merasa nyaman sekali. Sampai akhirnya ia melepaskan pelukannya padaku.


"Sudah, kau ini modus sekali sayang, apa sebegitu nyaman nya kau dalam pelukan ku" katanya menggodaku.


"Pandai sekali kau membalikkan keadaan, untung aku sayang" kataku bergelayut manja di lengannya. Dia pun tersenyum dan mengacak-acak rambutku dan kemudian lari dari hadapan ku.


"Didiiiiii kau ini keterlaluan sekali" kataku berteriak sambil terus mengejar nya.


Dia hanya tertawa dan seperti nya sudah kelelahan berlari. Ia sungguh pandai memperbaiki suasana hatiku yang rusak menjadi lebih baik.


Memang harus dia begitu, karena dia yang merusak suasana hati ku maka dia pula yang harus memperbaikinya.


"Didi, aku mencintaimu" kataku menatapnya dengan tatapan kerinduan.

__ADS_1


"Aku juga mencintaimu, Rara" kata Didi sambil mengecup lembut keningku.


"Jangan pergi jauh-jauh dariku Di" ucap ku sembari memeluk Didi.


"Akunjuga merindukan dirimu sayang" Didi kemudian mengecup lembut bibirku.


Aku mulai terbawa suasana, yang awalnya aku berusaha menolaknya, tetapi kini aku justru membiarkan dirinya menguasai diriku.


Bibir ku dan Andy saling berpangutan cukup lam sehingga membuat diriku kesulitan bernafas.


Andy melepaskan pangutannya pada bibir merah ku, kemudian ia tertawa melihat diriku terengah engah, akibat perlakuan panas Andy.


"Baru segitu saja sudah kelelahan sayang, apalagi lebih dari itu nanti" kata Andy meledek ku.


"Kau ini ngomong apa sih Didi" kataku sambil.menyembunyikan pipiku yang aku rasa saat ini pasti sudah merah merona.


"Ululuhhhh, sayang nya didi malu malu nih yeee" ucap Andy terus saja menggoda Dira.


"Didi...ihh jangan gitu dong, ga kasian apa sama aku" ucap dira, memohon agar Andy tak lagi menggoda dira.


Andy pun tertawa terbahak bahak melihat kekasihnya yang sok polos itu.


"Kau ini selalu saja menggemaskan, membuat diriku semakin cinta saja" ucap Andy kemudian mengecup lembut kening Dira.


Seketika saja Dira menutup matanya membuat Andy kembali tersenyum meledek Dira.


"Kenapa Matanya di tutup sayang" memang nya kamu gamau lihat wajah tampan calon suami mu ini sedang mengecup wajahmu" ucap Andy sambil tertawa.

__ADS_1


Dira yang awalnya bahagia itu langsung cemberut mendengar ucapan Andy yang Nagi Dira terlalu blak blakan.


" Lemes banget itu mulut" jawab Dira dengan sewotnya, Sedangkan Andy tertawa puas bisa menganggu kekasihnya tersebut hari ini.


__ADS_2