
Di perjalanan pulang keduanya hanya diam, tidak ada yang ingin memulai percakapan. Hingga seorang Radit melihat gadis yang tengah berjalan kaki.
"Itukan Mita" ucap Radit.
"Mita siapa?" tanya Tania meski cuek.
"Wanita yang sudah menolong kakak, saat kakak tersesat kemarin di hutan" ucap Radit sambil memberhentikan mobilnya.
"Kok berhenti?" tanya Tania.
"Kita kasih dia tumpangan ya" ucap Radit dengan memohon agar Tania mengiyakannya.
Tania yang melihat raut wajah memelas Radit akhirnya mengeluarkan nafas panjang dan kemudian mengangguk.
Setelah mendapat kan persetujuan dari Tania, Radit pun turun dan segera menghampiri Mita yang masih terus berjalan.
"Mita" Panggil Radit membuat gadis itu menoleh pada suara yang memanggil nya.
"Eh kak Radit" ucap Mita sambil menghapus peluh yang menyelimuti keningnya.
"Kamu mau kemana, kok jalan kaki?"ucap Radit.
"Mita mau pergi ke toko buku kak, ada buku yang benar-benar Mita perlukan" ucap Mita.
"Ya sudah bareng aja sama aku ya" ajak Radit.
"Emangnya boleh?" tanya Mita serius.
"Ya boleh dong, kenapa engga?" ucap Radit sambil merangkul Mita.
Di dalam Mobil, Tania melihat keakraban Mita dan Radit dengan sesekali menarik nafas kasar.
"Lama banget sih kak Radit, sebel deh" ucap Tania.
__ADS_1
"Eh maaf Tania, basa-basi dulu dong tadi" ucap nya sambil memasuki Mobil.
"Kamu di belakang ga papa kan Mita?" tanya Radit.
"Engga papa kak Radit, di kasih tumpangan begini saja Mita sudah senang" ucap nya kemudian masuk ke dalam mobil.
Radit kemudian mengemudikan mobil, sambil terus mencuri pandang pada Mita yang saat ini duduk di belakang
Tania menyadari itu, tetapi dia hanya diam saja, padahal hatinya begitu sakit.
"Oh iya Mita, kenalin ini yang disebelah aku, namanya Tania" ucap Radit.
kemudian Mita tersenyum dan menjulurkan tangannya pada Tania.
"Saya Mita" ucap nya.
"Saya Tania" ucap Tania menerima uluran tangan Mita.
"Tania, gimana kalau kita ke toko buku" ajak Radit.
"Boleh deh kak Radit" ucap Tania.
Radit mengembangkan senyumnya, sesekali mengelus Rambut Tania, ia begitu gemas melihat wanita yang berada disampingnya ini.
"Jangan di berantakin dong rambut Tania kak" ucap Tania kesal.
"Kalau kamu kesal gini Kaka makin tambah gemes tau ga sama kamu" ucap Radit yang kini mencubit pelan hidung Tania.
"Fokus nyetir dong kak, ini jalanan besar loh" ujar Tania.
Sedangkan Mita hanya tersenyum melihat keduanya saling bertengkar, bagi Mita keduanya terlihat begitu manis, hingga ia teringat akan seseorang yang sudah meninggalkan nya selama 4 tahun.
"Mita, toko buku yang di depan sana aja gimana?" tanya Radit membuyarkan lamunan Mita.
__ADS_1
"Eh iya boleh kak" ucap Mita.
Kemudian mereka bertiga masuk ke dalam toko Buku.
Tania melihat beberapa novel yang menjadi idolanya beberapa bulan terakhir ini.
"Wah, sudah ada rilis terbarunya" gumam Tania sambil tersenyum.
Ia terus melihat-lihat novel terbaru yang terdapat di toko buku tersebut.
Sedangkan Radit dan Mita sibuk mencari Buku yang dibutuhkan Mita.
"Ahh, akhirnya ketemu kak" ucap Mita girang.
"Ini buku yang kamu cari ya?" tanya Radit.
"Iya kak, ini bukunya" ucap Mita kemudian ia berbalik menuju kasir, namun tali sepatunya terpijak oleh Radit, hingga tubuhnya terhuyung ke dalam pelukan Radit. Mereka pun jatuh secara bersamaan dengan posisi Radit dibawah Mita.
Keduanya saling menatap cukup lama, dan disadarkan oleh kehadiran Tania yang berdehem.
Dengan sekuat tenaga, Tania mencoba tersenyum meski hatinya begitu sakit.
"Sini aku bantu kamu berdiri Mita" ucap Tania.
"Makasih ya Tania" ucap Mita setelah ia berhasil berdiri.
Kemudian Tania hanya mengangguk dan melempar senyum tipisnya yang membuat lelaki terpesona termasuk Radit.
"Cuma Mita aja nih yang dibantu? kakak enggak?" ucap Radit.
"Idih, berdiri aja sendiri. Laki-laki harus strong dong" ucap Tania ketus.
"Galak amat sih neng"ucap Radit yang bangkit dari posisi jatuh tersebut.
__ADS_1
"Bodo Amat" ucap Tania yang kemudian menarik Mita untuk kekasir.
"Jangan tinggalin gue woyy" ucap Radit yang kemudian berlari mengejar Tania dan Mita yang sudah jauh di depannya.