
Seminggu sudah berlalu, Tinggal 1 Minggu lagi dari hari ini menuju hari pernikahan Dira dan Andy, Raut wajah keduanya tampak begitu bahagia sekali, meskipun aktivitas mereka begitu padat.
Mulai dari Foto Free wedding, Cetak undengan, Desain Pelaminan, Dan juga Catering sudah mulai dipersiapkan oleh Andy dan Dira. Memang keduanya meminta acara pernikahan tersebut harus diurus oleh mereka berdua, karena mereka tidak ingin merepotkan kedua orang tuanya yang sudah tua dan tidak memungkinkan jika harus mengurusi segala perlengkapan untuk pernikahan mereka.
Hari ini Dira dan Andy akan mengambil sesi pemotretan, Mereka mengambil tema mengenai Alam.
Mereka berpose di hadapan Kamera, Andy Kemudian merangkul pinggang Devi, sedangkan tangan Devi di rentang kan ke bagian dada Andy. Mereka sangat terlihat serasi, Andy yang terlihat begitu tampan dan Dira yang terlihat begitu manis dengan pose malu-malu nya.
Setelah Tiga jam melakukan pemotretan, keduanya pun merasa lelah, sehingga ia memutuskan untuk menyelesaikan pemotretan tersebut dan mengambil salah satu hasil foto yang sangat romantis.
Kemudian Andy dan Dira memilih desain undangan yang akan mereka pergunakan nantinya. Lalu terjadilah percekcokan keduanya yang sama sekali tidak sepemikiran.
" Aku mau nya desain seperti ini saja, ini terlihat elegan" kata Andy mengambil desain undangan kesukaannya.
__ADS_1
" Tapi aku tidak suka yang itu, itu terlihat norak sekali, bagaimana jika yang ini saja?" tanya Dira pada Andy dengan senyuman yang lebar dan memegang desain undangan yang menjadi pilihannya.
"Itu justru terlihat seperti kekanak-kanakan sayang" kata Andy menjelaskan pada Dira jika pilihan Dira tidak sesuai dengan konsep pernikahan mereka.
"Pokoknya aku mau yang ini, dan tidak bisa diganggu gugat lagi" kata Dira dengan kesalnya dan menatap Andy dengan tajam
"Sayang, mengertilah" kata Andy menatap Dira dengan tatapan setengah memohon.
Kemudian mereka kembali berdebat dan sama sekali tidak ada yang ingin mengalah, Dira tetap pada pilihan nya, begitu juga dengan Andy yang tak mau kalah karena menurut Andy pilihannya adalah yang paling bagus.
Melihat tingkah keduanya yang seperti anak kecil membuat pelayan Desain Undangan tersebut menarik nafas lelah, karena sudah hampir 2 jam berada disana tetap saja belum ada keputusan hingga saat ini, membuat pelayan itu lelah dan kemudian beranjak dari sana.
Andy dan Dira menghentikan perdebatannya dan menoleh pada pelayan yang sedari tadi sudah pergi, karena kesal melihat Dira dan Andy bertengkar hanya karena masalah desain undangan.
__ADS_1
Setelah sepuluh menit diam tanpa berbicara apapun, pelayan tersebut kembali lagi dan bertanya pada Andy dan juga Dira, mengenai dekorasi undangan yang menjadi pilihan mereka.
Dira dan Andy sama-sama terdiam, kemudian menoleh pada dekorasi undangan yang tertutup oleh dekorasi yang lain. Dira memberanikan diri melihat nya dan kemudian matanya membulat seketika melihat undangan yang desain nya sangat langka, Sama halnya dengan Andy yang juga terperangah melihat kecantikan undangan tersebut hingga keduanya sepakat memilih dekorasi undengan tersebut.
Akhirnya sang pelayan mengambil nafas legah, sebab konsumen tersebut sudah menentukan pilihannya.
Setelah selesai memilih dekorasi undengan, Dira dan Andy kembali pulang kerumah, karena keduanya sudah begitu lelah karena kesulitan memilih dekorasi undengan. Dan untuk yang lebih jelasnya keduanya kelelahan karena sedari tadi mengeluarkan perdebatan nya hingga kerongkongan terasa kering.
Mereka yang awalnya ingin mengurus tentang catering kembali mengurungkan niatnya dan memilih waktu besok untuk mengurus nya, karena saat ini adalah waktu nya istirahat bagi Dira dan Andy.
Setelah selesai mengantarkan Dira pulang, Andy pun langsung pamit undur diri dari sana dan kembali kerumahnya.
"Hari ini sungguh melelahkan sekali" gumam Dira dalam hatinya.
__ADS_1