
Author POV
Hari ini, Andy kembali dibawa kerumah sakit oleh Reina, penyakit Andy kembali kambuh, bahkan Andy pingsan kembali setelah ia pulang dari kampus satu jam yang lalu.
Semakin hari, kondisi Andy bukannya semakin membaik tapi justru semakin melemah, membuat Reina semakin panik.
Reina merasa sangat tidak tega dengan keadaan Andy, bahkan Reina berniat untuk memberitahu Dira. Namun Reina takut jika ia salah dalam mengambil keputusan yang disebabkan oleh kepanikan nya.
Dokter mengatakan bahwa " Kondisi pak Andy sudah sangat parah, ia harus banyak istirahat dan kita hanya menunggu waktu saja. Obat yang kami berikan hanyalah obat untuk meringankan rasa sakit" kata dokter.
"Lakukan yang terbaik untuk teman saya dok, " kata Reina menangis dan melihat Andy dalam kondisi lemah.
"Kita tidak bisa berbuat apa-apa mbak, kita hanya bisa pasrah kepada Allah" kata dokter, kemudian ia pamit kepada Reina.
Reina semakin mengencangkan tangisan nya, ia sangat takut terjadi hal yang tak di inginkan.
Reina tak siap juka harus mendengar hal yang sangat tidak ingin ia dengar.
Kemudian Reina masuk ke dalam ruang rawat Andy, terlihat lelaki tampan itu sedang menahan sakit di sekujur tubuhnya. Membuat Reina tak tega pada Andy.
" Kau baik-baik saja kan" Tanya Reina.
" Mana yang sakit? " tanya Reina lagi.
" Aku tidak sakit Rei, aku baik-baik saja kau tak perlu khawatir" ucap Andy.
" Kak, apa tidak sebaiknya kau beritahu Dira kak" ucap Reina memberi usul.
" Aku bilang tidak ya tidak, aku tak ingin dira sedih mengetahui kondisi ku yanh seperti ini" ucap Andy mengusap air mata nya yang jatuh.
"Tapi sekarang pun bisa ku pastikan dira tengah bersedih kak" ucap Reina lagi.
"Setidaknya, ia sedih bukan karena tau penyakitku yang parah ini" ucap Andy.
"Ya sudah lah terserah kakak saja" ucap Reina
Kemudian Reina berpamitan pergi dari ruangan tersebut, lalu pergi mencari makanan untuk dirinya sendiri karena sejak menemani Andy, ia sampai lupa jika dirinya sama sekali belum makan.
**********
__ADS_1
Di lain tempat, Dira dan Rendy sedang makan bersama di restauran, ia sangat terlihat bahagia, mereka berbincang dan bermesraan disana.
Dira menatap Rendy, kemudian ia memanggil Rendy. "Kak?"
Rendy menoleh pada Dira, ia masih mengelus lembut pipi Dira "Ya ada apa dira" iya Rendy masih menatap wajah cantik Dira.
"Aku akan berusaha membuka hatiku untuk mu" kata Dira menundukkan pandangan nya ke bawah, meski sebenarnya ia tak yakin dengan yang ia katakan saat ini.
"Benar kah?" kata Rendy dengan senyuman lebarnya dan ia merasa bahagia akan jawaban Dira.
Dira mengangguk pelan, dan refleks Rendy langsung memeluk dira.
"Jadi kau menerima ku" kata Rendy dengan begitu riang.
"Iya kak, ajari aku mencintai mu" kata Dira memeluk Rendy dengan erat.
Rendy pun membalas pelukan Dira dan mencium kilas kening Dira.
Awalnya Dira berat untuk menerima Rendy, tetapi selama ini Rendy lah yang selalu ada untuknya meski dengan cara yang menjengkel kan.
Ia ingin membuka hati nya untuk Rendy, dan ia akan berusaha mencintai rendy.
Sekali lagi Dira mengangguk dan tersenyum, walau di hati nya tetap tersimpan nama Andi.
dirumah sakit, Reina masih panik melihat Andi yang tak kunjung sadarkan diri.
Ia khawatir terjadi apa-apa pada Andi. Kemudian ia pun tidak mengikuti perkuliahan demi menjaga Andi di rumah sakit.
Dosen pun curiga kepada Andi, mengapa sudah 3 bulan terakhir ini Andi jarang sekali ke kampus dan alasan nya pun tidak ada.
Dosen Akhir nya menelpon Andi, dan terkejut mendengar suara di seberang telepon mengatakan bahwa Andi ada dirumah sakit.
Ternyata yang mengangkat telpon adalah Reina, Reina sudah tak bisa lagi menutupi penyakit Leukimia yang di derita oleh Andi
Seluruh dosen menjenguk Andi kerumah sakit, dan perkuliahan pun diliburkan.
Seluruh mahasiswa bingung, mengapa tiba-tiba perkuliahan di liburkan, tidak biasa nya seperti itu.
"Kok mendadak gini sih, tau gini kan gue Masi tidur dirumah" kata Rere berdecak kesal.
__ADS_1
"Tau nih, bikin kesel aja deh tuh dosen, se enaknya aja" kata Riri yang sama saja kesalnya seperti saudara kembarnya itu.
"Kok aneh ya, kenapa mendadak diliburkan tanpa sebab gini" kata Dira yang sudah cemberut.
"Gue juga kagak tau ni, intinya gue sebel nih udah rela rela gue bangun pagi, supaya gak telat masuk sama Mr Jordan. Eh tau taunya libur,kan ngeselin banget". kata Rere tak Henti-hentinya mengomel.
Mereka bertiga terus saja mengomel sepanjang koridor, merutuki dosen yang meliburkan perkuliahan mereka tanpa sebab.
"Kalian ini kenapasih, gue liat ngomel Mulu sepanjang jalan" kata Rendy yang tiba-tiba udah nongol di dekat mereka.
"Ye, elu kak, datang-datang aja deh kayak jelangkung, tau kagak sih kita-kita lgi kesel nih" kata Rere kesel.
"Hehehe, kalian ini gimana sih, gue kan mau ketemu pacar gue" kata Rendy dengan santai.
"Hah pacar?" kata 2R serentak dan sama kaget nya.
Rere dan Riri langsung memandang kearah Dira dan meminta wanita itu memberikan penjelasan saat ini.
Dira yang tidak memberitahu kedua temannya langsung memalingkan wajahnya.
"Iya Dira sekarang pacar gue, masa depan gue yang bakal gue perjuangin" kata Rendy dengan percaya diri.
Kata-kata Rendy barusan membuat pipi Dira merona. Sungguh ia malu ditatap oleh kedua teman nya.
Rere dan Riri tidak yakin jika Dira bisa secepat itu melupakan Andi, tapi mereka tidak melarang nya asalkan Dira bahagia dan tidak tersakiti lagi seperti kejadian yang lalu.
Keduanya benar-benar sahabat yang sangat peduli, hingga di setiap kesulitan yang di lalui Dira mereka akan selalu membantunya, hingga Dira merasa beruntung karena diberi sahabat sebaik mereka.
Meski keduanya amat teramat konyol dan norak. Tetapi itu menjadi suatu ke bahagia sendiri oleh Dira.
Kemudian ketiganya berpelukan dengan erat, seolah tak ingin terpisah kan.
"woy, gue cemburu" ucap Rendy dengan tatapan kesalnya.
"idih, baru jadi pacar beberapa jam yang lali aja udah sombong Lu, Kita aja yang bertahun tahun jadi sahabatnya biasa aja tuh" ucap Rere berdecak kesal pada Rendy sedangkan lelaki itu hanya tertawa saja.
Dira pun menggelengkan kepalanya memandang kekasihnya yang sekarang, dia tidak jauh bebrbeda dengan Andy yang suka sekali berdebat dengan Rere dan Riri.
Semoga kali ini, ia tak dikecewakan lagi seperti Andy mengecewakan dirinya.
__ADS_1