
" Apa, elu udah tunangan dan bentar lagi bakalan nikah?" kata Rere dengan ekspresi terkejut nya.
"Kok elu gak undang kita sih, lu gak anggap kita sahabat elu lagi ya" kata ririi dengan ekspresi kesal pada Dira.
Ingin rasanya Riri dan Rere memaki sahabatnya itu dengan kata kasar, sebab mereka benar-benar tersinggung karena tidak di undang di acara penting sahabat nya.
Namun setelah Dira menjelaskan bahwa Dira dan Andy hanya mengundang keluarga dan kerabat dekat nya saja, maka Riri dan Rere pun memaklumi nya, walau pun tetap saja mereka begitu kesal pada Dira yang sama sekali tak memberitahu bahwa diri nya akan segera bertunangan.
Dira hanya tersenyum saja menerima Omelan dan kata-kata kasar dari keduanya, Dira sama Sekali tidak tersinggung dengan ucapan sahabat nya, karena bagi Dira, selama ini mereka lah yang selalu bersama Dira dan menani Dira ketika Dira sendirian di sini tanpa kedua orang tua nya yang tinggal di luar negeri karena memang bisnis kedua nya berada di sana.
Setelah puas memarahi Dira, Rere dan Riri pun sudah mulai kembali riang seperti awal, mereka pun bertanya pada Dira, kira-kira siapa lelaki yang beruntung mendapatkan sahabat nya itu.
Dira tersenyum dan kemudian menyebutkan nama Andy kuswara.
Lagi-lagi Riri dan Rere terkejut mendengar ucapan dari sahabat nya itu.
keduanya memang heran pada Dira, karena selama ini Dira terlalu bucin mengenai persoalan cinta, hingga ia mudah di pengaruhi oleh Lelaki.
"Gimana bisa elu nikah sama Andy cowok brengsek yang berani-berani nya selingkuh di depan elu" kata Rere
Sebelum Dira menjawab pertanyaan dari Rere, saudari kembar Rere sudah lebih dahulu menyela ucapan nya.
" gue baru ingat deh, elu punya hutang penjelasan sama kita berdua" kata Riri.
Dira menggerutu kesal pada kedua sahabat nya itu, memang tak mudah berkomunikasi pada sahabat-sahabat itu, pasalnya otak dari sahabatnya itu memang agak sedikit lelet, jadi membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menjelaskan semua yang terjadi. menyebalkan memang!
"Gue bakal ceritain sama elu pada, tapi elu gada yang boleh menyela omongan gue, setelah gue selesai ngomong, terserah elu mau ngomong apa, gimana setuju gak?" kata Dira bertanya pada Rere dan Riri. Dira sengaja berkata seperti itu, karena mengingat kedua sahabatnya yang senang sekali menyela omongan Dira.
Setelah mendengar ucapan Dira yang begitu serius, Akhir nya kedua sahabatnya itu memandang nya dengan jengah dan sedikit berfikir lalu tak lama setelah itu keduanya langsung mengangguk tanda menyetujui permintaan dari Dira.
Dira tersenyum melihat kedua sahabat nya yang selalu saja menuruti keinginan nya, tak mudah memang bertemu dengan sahabat sebaik mereka. Karena kebanyakan sahabat hanya baik di depan saja dan dibelakang maka lain lagi ceritanya.
"Gue awal nya emang sempat mengira bahwa Andy dan kak Reina itu selingkuh dibelakang gue, ternyata banyak misteri dibelakang itu semua, gue terkesan udah ga peduli sama Andy, padahal gue peduli banget sama Andy. Ternyata yang di lakuin oleh Andy dan juga kak Reina, semua itu hanya settingan belaka, mungkin elu berdua gabakal percaya sama yang bakal gue ceritain, tapi inilah fakta yang bakal gue ceritain sama elu berdua" kata Dira dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
Riri dan Rere memandang Dira dengan tatapan sendu, seolah mereka merasakan apa yang dira rasakan. sehingga mereka sedikit tak tega sudah memaksa Dira menceritakan semuanya. tapi jika tidak Dira ceritakan maka mereka bakalan selalu penasaran seumur hidupnya
Dira kembali melanjutkan ceritanya, meski sungguh ia sendiri tak sanggup menceritakan kisah pilu hubungan nya dengan Andy.
"Jadi, Andy dan Reina itu pura-pura selingkuh di depan gue, supaya gue sakit hati dan ninggalin Andy gitu aja, sesuai prediksi reina dan Andy, gue pun ninggalin Andy saat gue tau Andy selingkuh dengan reina. saat itu gue mencoba membuka hati gue buat Rendy, dan berusaha melupakan Andy, meski di Lubuh hati gue yang paling dalam gue sama sekali gak bisa menepis bayangan Andy, gue terlalu sayang sama Andy, emang sakit saat gue tau Rendy lebih memilih ninggalin gue dan menerima perjodohan yang dilakukan oleh kedua orang tua nya,tapi semua yang dilakukan oleh Rendy tak sesakit yang gue rasain saat gue tau, ada wanita yang lain yang berjuang mati-matian demi Andy tetap hidup, dunia gue serasa runtuh" kata Dira menangis dan terisak membayangkan semua yang terjadi beberapa bulan lalu.
"Maksud elu berjuang mati-matian apa dir, gue gak ngerti deh maksud omongan lu" kata Rere
Riri memeluk Dira dengan erat seakan ia berada di posisi Dira, Dira semakin menangis membayangkan kejadian itu. ia benar-benar merasa sebagai kekasih yang tak berguna bagi Andy, bahkan wanita lain yang justru ada untuk Andy selama ini.
Rere yang melihat Dira terisak Isak berinisiatif mengambil kan air mineral dan memberikan nya pada Dira, dan Rere memberikan Dira waktu untuk menjeda cerita nya karena sunggu tak kuat melihat sahabat nya itu menangis.
"Beberapa bulan gue gak tau kabar andy, dan tanpa sengaja gue mengetahui semua nya, ternyata Andy mengidap penyakit leukimia stadium akhir, dan kemungkinan sembuh nya sangat kecil, meski tetap lah dokter itu bukan tuhan, sehingga Tuhan memberikan nya umur panjang dan memberikan kepastian yang sudah ia janji kan buat gue" kata Dira masih dengan tatapan kosong nya.
__ADS_1
Rere dan Riri begitu kaget mendengar Andy yang mengidap penyakit leukimia, pasalnya selama ini yang mereka lihat Andy baik-baik saja, bahkan sama sekali tak seperti orang yang sedang mengidap penyakit berbahaya.
Rere dan Riri saling memandang dan kemudian berhamburan dipelukan Dira.
"Gue gak nyangka, seberat ini ujian yang Tuhan kasih ke elu dir, bahkan jika gue diposisi elu pun gue bakal ngelakuin hal sama seperti yang elu lakuin" kata rere yang memeluk Dira
"Kita berdua bakal selalu ada buat elu dir, jangan pernah merasa sendirian ya" kata Riri tersenyum dan mengelus punggung sahabatnya itu.
"Gue ngerasa beruntung banget punya sahabat kayak kalian berdua, gue merasa ada orang yang ngedukung gue di masa-masa sulit gue, thanks ya girls" kata Dira memeluk kedua sahabat nya.
Mereka pun berpelukan cukup lama, menghilangkan beban di pikiran mereka masing-masing.
Dira bahagia sekali memiliki sahabat sebaik kedua nya, yang ada ketika dirinya sedih dan bahagia, mereka selalu saja menjadi kepribadian yang berbeda menurut Dira.
Sebab keduanya seperti bunglon yang selalu berubah-ubah setiap kali Dira membutuhkan peranan orang yang berbeda-beda. Mereka akan berubah menjadi periang ketika melihat Dira murung, akan bertingkah konyol ketika mereka tengah bercanda, dan akan berubah kesal ketika Dira menjahili mereka. memang Dira sangat beruntung memiliki sahabat seperti mereka.
"Makasih karena kalian udah jadi keluarga gue selama di Jakarta, dan udah nemenin gue selama ini, gue gak tau gimana hidup gue disini tanpa kalian berdua, kalian sahabat yang gue punya, sekali lagi terimakasih my twins" kata dira.
"Iya Dir, elu jangan khawatir, kita bakalan selalu ada buat elu, jangan pernah sembunyikan apapun dari kita lagi ya, atau gue bakal marah sama elu" kata Rere
" Emang gue takut kalau lu marah" kata Dira sembari menjulurkan lidah nya pada Rere.
Mereka pun tertawa bersama, dasar mereka, baru saja sedih, sekarang sudah mulai timbul deh sikap asli mereka.
"Jadi ceritanya Andy udah sembuh dari penyakitnya ni, lanjutin dong cerita nya, gantung tauu" kata Riri masih antusias dengan kisah percintaan Dira.
Riri merasakan sakit di kening nya akibat sentilan Dira. sedangkan Dira dengan tidak merasakan bersalah, langsung melanjutkan cerita nya kembali.
"Ya jadi, selama Andy sakit, Reina yang selalu berjuang buat Andy, dan mengusahakan Andy untuk sembuh seperti sekarang ini, gue yakin banget kalau Reina suka sama Andy, gue sempat ngerasa bersalah ketika kedua orang tua Andy meminta gue buat jadi istri Andy, padahal kan yang berjuang selama ini itu Reina bukan gue, bahkan gue gada disaat Andy ngebutuhin gue selama ini, bahkan gue sempat lihat raut wajah kekecewan Dira, tapi gue bisa apa coba, gue gak munafik untuk menolak Andy, karena kenyataan nya gue sayang banget sama Andy" kata Dira dengan senyuman nya
" Kasian banget reina, gue jadi gak tega deh sama Reina, padahal dia yang berjuang tapi Dira yang dapetin" kata Rere spontan tanpa memikirkan perasaan Dira.
Dira terdiam mendengar ucapan Rere, bahkan Sahabat nya itu saja bisa berkata demikian pada nya, apalagi orang lain jika tau semua permasalahan yang terjadi diantara Dira, Reina dan Andy.
Rere pun menyadari raut wajah Dira berubah, dan benar-benar ia tidak sengaja mengatakan hal tersebut.
Rere menatap Dira dengan rasa bersalah nya, hingga Dira menyadari tatapan itu.
"Gue gak apa-apa kok re, gue baik-baik aja, karena gue juga sadar sama yang elu ucapin barusan, gue juga sebenar nya negrasain hal yang sama seperti yang elu rasain sekarang" kata Dira tersenyum pada Rere.
Rere masih saja merasa bersalah pada Dira. karena memang mulut Rere terlalu jujur jika sudah berbicara.
"Jadi gimana sekarang kelanjutan kisah cinta Lo yang dramatis ini," kata Riri mengalihkan pembicaraan mereka yang sudah melebar kemana-mana.
"Elu gimanasih, gak bisa liat gue sama Rere dramatisan dulu apa" kata Dira melihat Riri dengan jengah, karena sahabat nya yang satu itu begitu menyebalkan.
Mereka bertiga pun akhirnya tertawa kembali dengan riang nya.
__ADS_1
"Udah dong, kita jangan sedih-sedih lagi, kan sahabat kita yang satu ini bakalan nikah dan bahagi bersama pangeran nya, kita kapan ya bakal nyusul" kata Rere
"Elu mah jomblo Karatan, ga yakin gue,kalau lu bakal nyusul Dira dalam waktu dekat" kata Riri
"Elu ngomong suka gak ngaca ya, sebel gue punya kembaran kayak elu" kata Rere.
"Wkwkwk, gue lebih kesel lagi punya sahabat kayak elu berdua, yang otak nya udah gesrek" kata dira.
"Gesrek gini, elu butuh kita-kita juga kali Ra" kata Rere memandang Dira dengan tatapan tajam.
"Iya deh, elu berdua emang gesrek sih, tapi untung gue nya sayang" kata Dira memeluk sahabat nya
"Ihhh Dira menyebalkan deh, udah Dong peluk-pelukan nya, nyaman banget lu dipelukan gue, jangan jangan elu udah kagak normal lagi" kata Rere dan itu sukses membuat mereka bertiga berjauhan.
"Enak aja lu ya, dasar, gue kan bentar lagi bakal nikah, emang nya elu berdua yang jomblo-jomblo karatan, jangan jangan elu pada yang kagak normal lagi" kata Dira meledek sahabat nya yang memang betah sekali menjomblo selama ini.
"Gue mah kagak pamer dir, ntar kalau gue udah siap buat nikah bakal gue keluarin dia dari persembunyian nya" kata Rere dengan bangga.
"Ceileh, gaya elu Re, batang hidung nya juga gue kagak pernah liat, seenggaknya gue kan saudara elu, harusnya gue tau dong dikit banyak nya, jangan ngibulin gue deh lu" kata Riri memprediksi kebohongan yang di ungkapkan Rere
"Apaan sih elu, ngapain juga gue cerita sama elu, entar lu gebet lagi pacar gue, secara wajah kita kan sama, gue ga yakin kalau elu gabakal terpesona sama babang tamvan gue" kata Rere percaya diri.
"Emang nya elu pikir gue pelakor apa, tega banget sih elu re" kata Riri kesal soda saudari kembar nya itu.
"Gitu aja merajuk elu RI, udah deh gausah ngambek, soalnya gak bakalan ada yang ngebujuk, percaya deh" kata Rere pada Riri dan itu sukses membuat Dira tertawa, melihat perdebatan kedua sahabat nya itu.
"Emang cuma kalian berdua yang otak nya gesrek, sampai hal sepele pun diperdebatkan" kata Dira dengan santainya.
"Udah ah, kita capek nih, kita pulang dulu ya, ntar lu kekurangan makanan kalau kita berdua lebih lama disini" kata Rere dengan nada sedikit meledek
" Gue gabakal jatuh miskin, cuma karena makanan. dirumah gue dihabisin kalian berdua" kata Dira kesal pada Rere
" Yaudah pulang sono, jangan kelayapan, langsung pulang ya jomblo-jomblo karatan" kata dira.
"Iya iya calon pengantin bawel, gue doain semoga lancar sampai hari pernikahan nya ya" kata Riri.
"Makasih guys, sampai jumpa lagi ya" kata Dira melambaikan tangan pada kedua sahabat nya yang sudah mulai memasuki mobil.
Setelah dirasa kedua sahabatnya nya tak terlihat lagi dari depan rumah nya, Dira pun masuk dan membersihkan sofa yang berantakan akibat perdebatan konyol kedua sahabatnya, dan juga Akibat mereka yang terlalu konyol yaitu dengan acara menangis berjamaah.
Uhhh, Sungguh Kalian berdua emang sahabat terbaik gue" kata Dira bergumam dalam hati nya dan membayangkan adegan menangis berjamaah yang mereka lakukan
"Kok gue jadi bucin gitu ya tadi, jadi nyesel deh gue ngebayangin nya" kata Dira bergidik ngeri dengan adegan pelukan yang mereka lakukan saat bersama.
Mohon budidayakan Like dan Vote nya ya...!
sebagai bentuk apresiasi atas Karya yang sudah dibuat oleh author.
__ADS_1