
Tania sudah berjalan cukup jauh dari sana, ketika sebuah tangan kekar menyentuh dan menggenggam tangan Tania.
"Ih apa-apaan sih Kak Radit" ujar Tania sambil menghempaskan tangan Radit yang sedari tadi mengenggam tangannya.
"Kamu marah ya sama kakak?" tanya Radit dengan nada selembut mungkin.
"Udah tau masih nanya dasar ga peka banget!" ucap Tania semakin menekuk wajahnya.
"Maafin kakak yah, sudah buat kamu marah hari ini" ucap Radit setengah memohon.
"Iya gak apa-apa, Maafin Tania juga ya kak udah marah sama kakak" ujar Tania sambil tersenyum pada Radit.
"Iya Dek, Ga papa kok" ucap Radit sambil menggandeng tangan Tania, kemudian mereka bergegas pergi dari sana dan menjauh.
"Kak, Jika libur semester sudah tiba nanti, kita mau liburan kemana?" tanya Tania sambil mendongakkan kepalanya kearah Radit.
"Kakak belum Tau, memangnya kenapa? kamu mau liburan?" tanya Radit santai.
"Engga kak, mau pergi mancing."Ujar Tania Sambil menahan emosinya melihat Radit yang terlihat ****.
"Kalau kamu mau mancing kenapa harus nunggu liburan semester sekarang juga bisa" ucap Radit lagi.
__ADS_1
"Kakak dasar ih, Ini beneran ga ngerti apa pura-pura sih" ucap Tania sudah kesal dengan Radit
"Abisnya kamu gak jelas sih" ucap Radit sambil menggelengkan kepalanya menatap Tania yang saat ini tengah mengerucutkan bibirnya.
"Ga jelas gimana, Udah jelas-jelas Tania itu pengen liburan, tapi kakak malah pura-pura ****" jelas Tania.
"Kakak ngerti sayang, kakak itu cuma mau tes kesabaran adek kakak ini" jelas Radit sambil mengusap puncak kepala Tania.
"Terus?" tanya Tania yang kini dibuat bingung oleh Radit.
"Ya ternyata Tania nya Kakak, orang nya gak sabar" jelas Radit sambil meledeknya.
"Terus kalau Tania gak sabar gimana?" tanya Tania Lagi.
"Kenapa kakak mau bersabar menghadapi Tania?" tanya Tania seolah memancing Radit untuk berkata sesuatu yang selama ini dipendam sendiri oleh Radit.
"Karena Kakak,Say...." ucapan Radit terputus begitu saja saat terdengar suara Mama Rere memanggil Tania dan Radit.
"Kalian Sudah pulang?" tanya Rere pada Tania dan Radit.
"Sudah" jawab keduanya serentak, Tania tak henti-hentinya menggerutu dalam hati.
__ADS_1
Padahal Sedikit lagi, Tania akan mendengar pengakuan rasa Cinta oleh Radit, tapi kehadiran sang Mama menghempaskan segalanya.
"Yaudah Tante, Tania. Radit pulang dulu ya" ujar Radit.
"Pulang apa Pulang?" tanya Tania sambil menatap Radit dengan Penuh Selidik.
"Beneran Pulang Lo, Kenapa kamu takut kakak pergi sama perempuan lain? tanya Radit yang kembali menyudutkan Tania.
"Idih, Siapa yang cemburu" ucap Tania setelah menetralkan jantungnya yang sedari tadi berdetak lebih cepat dari biasanya.
"Tu, Wajah kamu aja memerah, Iyakan Tante?" tanya Radit sambil tertawa.
"Tania gak bisa jauh-jauh dari kamu tuh" jelas Mamah Rere.
"Apaan Sih Ma, jangan asal deh" ucap Tania berusaha menetralkan debaran jantungnya.
"Yaudah sana pulang" ucap Tania sedikitpun ketus membuat Radit ingin sekali memeluk wanita yang saat ini berdiri tak jauh darinya.
Setelah saling mengejek Radit ou. undur diri dari sana, Sedangkan Tania berlarian ke kamar untuk menyembunyikan wajahnya yang sudah Memerah seperti kepiting rebus
"Aku sangat menyayangimu kak Radit, Aku mencintaimu sejak kita kenal dulu" ujar Tania sambil membayangkan wajah Radit.
__ADS_1
"Akan kah kita bisa saling memiliki?" Ujar Tania sambil mengarahkan pandangan nya ke langit.