BUCIN MAKSIMAL

BUCIN MAKSIMAL
BAB 44


__ADS_3

Di saat Dira tengah bersedih meratapi nasib yang memang tidak pernah berpihak padanya di lain tempat, Andi sedang memulihkan keadaannya di rumah sakit.


Dokter mengatakan bahwa sakit yang diderita oleh Andi sudah sembuh dan Andi dinyatakan sembuh dari penyakit leukimia nya. Hal itu membuat Andi sangat bahagia yang awalnya Andi sudah frustasi dan tidak ada semangat untuk hidup lagi. Tetapi dengan ada nya sosok wanita yang selalu menguatkannya ketika ia dalam kesulitan yaitu Reina, perempuan itu adalah Reina.


Andi begitu bahagia ketika mengetahui penyakitnya sudah sembuh dan seketika ia refleks langsung memeluk Reina dan itu membuat Reina bahagia karena melihat Andi sudah sembuh dari penyakitnya.


Namun siapa sangka ternyata Dira sudah ada di balik pintu ruangan rawat Andy, dan dira dengan jelas melihat kebahagiaan di raut wajah Andi, Dira pun ikut bahagia untuk kesembuhan Andi dan melihat Andi bahagia bersama Reina membuat Dira percaya dan yakin bahwa Reina memang lebih pantas untuk Andi daripada dirinya.


Saat dia berbalik ingin pergi dari ruangan tersebut karena dia tak sanggup melihat kebahagiaan yang dirasakan oleh Andi dan Reina, Ya sudah dipanggil oleh lelaki yang selama ini yang ia abaikan.


"Dira, kemarilah..." kata Reina.


"Eh, maaf jika aku menganggu kalian" kata Dira menundukkan kepala nya.

__ADS_1


"Tidak apa Dira, jangan kaku seperti ini" Kata Reina.


"Oke baiklah kalau begitu" kata Dira.


Andy hanya menatap Dira, ia ingin memeluk wanita yang kini ada di ruangan nya.


Tetapi ia tidak bisa melakukan nya, karena ingin menjaga perasaan dari Reina, bagaimana pun juga Reina adalah wanita yang sudah menemaninya selama ini dalam menghadapi penyakit yang di deritanya.


Dira bisa membaca pikiran Andy, Dira juga ingin memeluk lelaki itu, tetapi Dira merasa tidak pantas untuk hal itu.


"Dimana Rendy, kenapa selalu sendiri sekarang?" kata Andy menanyakan itu kepada Dira.


"Eh, tidak apa apa kok mungkin dia tengah sibuk sekarang" kata Dira, dalam hati nya Dira berkata sungguh bodoh nya diriku selama ini telah menyia-nyiakan kan mu, dan lihat lah sekarang aku justru kehilangan orang yang benar-benar aku sayang.

__ADS_1


Tak lama setelah itu, terdengar seseorang membuka pintu ruangan Andy dirawat dan aku pun ikut menoleh ke arah pintu.


Ternyata yang datang adalah kedua orang tua dari Andy, aku menyalami kedua nya dan mereka tersenyum padaku.


Kemudian Reina melakukan hal yang sama seperti ku, dan kemudian ibu Andy merangkul Reina.


Aku hanya diam dan berusaha baik-baik saja. Kemudian aku ingin pamit dari sana karna Aku harus melanjutkan kuliah ku yang sempat Aku tinggalkan beberapa hari karena urusan pribadi ku.


Namun ayah Rendy mencegahku, mereka ingin berbincang lebih lama dengan ku.


Aku hanya bisa mengikuti keinginan dari kedua orang tua Rendy.


"Nak Dira, lama sudah kami ingin bertemu dengan sosok wanita yang di cintai Andy, ternyata kamu orang nya, kamu begitu cantik seperti yang sering Andy ceritakan" kata ayah Andy.

__ADS_1


Aku hanya tersenyum saja menanggapi omongan ayah Andy.


"Ayah langsung bicara saja ya nak Dira, ayah ingin nak Dira menikah dengan Andy" kata orang tua Andy, sedangkan Andy sendiri terkejut akan pernyataan ayahnya.


__ADS_2