BUCIN MAKSIMAL

BUCIN MAKSIMAL
BAB 38


__ADS_3

*T**uhan bolehkah aku egois kali ini saja? boleh kah aku merutuki takdir padamu? mengapa dengan tega memisahkan aku dengan nya? dan mengapa dengan cara yang seperti ini, mengapa bukan aku saja, mengapa harus dia yang merasakan penderitaan ini*.


~Dira Putri Amelia~


Aku tak kuasa menahan tangisku, aku tersedu menangis mengingat semua kenangan ku bersama dengan nya, mengapa Tuhan seolah mempermainkan kami, sungguh aku tak ikhlas kehilangan nya lagi, aku tak ingin dia pergi dari ku lagi.


Aku mengambil wudhu dan kemudian aku pergi ke Mushola dan sholat tahajud.


"Ya Tuhan apa salah nya, mengapa kau memberi nya coba an begitu berat hiks... hiks.... Tuhan biarkan aku sama sama memikul beban nya ku mohon sembuhkan lah ia Tuhan, berikan aku kesempatan untuk membahagiakan nya dan menebus segala kesalahan ku Tuhan, ku mohon maafkan aku yang egois ini, sungguh aku tak pantas meminta ini, tapi sekali ini biarkan aku egois Tuhan hiks hiks..." berlinang air mataku saat aku meminta pada sang ilahi.


Kemudian setelah itu aku kembali bergegas ke ruangan dimana Andy dirawat, aku lihat Reina memandang Rendy dari luar ruangan Andy, aku melihat betapa tulusnya hati Reina mencintai Andy, bahkan aku merasa aku tidak setulus itu mencintai Andy, meski jujur aku benar-benar mencintai Andy.


Aku dan Reina menjaga Andy dirumah sakit. Keesokan pagi nya dokter mengatakan bahwa kami boleh menjenguk Andy, dan seketika itu aku dan Reina berebut ingin menjengku Andy di dalam.


Aku menghela nafas dan berusaha membiarkan Reina masuk, karena memang yang pantas masuk adalah Reina. Karena selama ini Reina lah yang berjuang bersama Andy, bukan aku.

__ADS_1


Namun entah mengapa Reina justru membiarkan aku masuk untuk menemuin Andy, awalnya aku menolak karena tak enak hati pada Reina. Tetapi setelah reina meyakin kan aku, aku pun bergegas masuk keruangan ICU dimana Andy dirawat.


Ku lihat matanya yang masih betah terlelap, aku mengelus dan menggenggam tangan nya, ku cium tangan nya.


"Didi sayang, bangun lah sayang, aku disini, Rara disini sayang, bangun lah" kataku berbicara pada Andy yang masih betah dalam mimpinya.


"Sayang, kenapa kau tidak mau bangun, apa kau tidak ingin melihat Rara mu ini" kataku masih dengan egois memaksa Didi untuk segera bangun


Tapi semua itu sirna setelah beberapa lama aku berusaha membangunkan nya ia tetap saja betah berada dalam mimpi nya.


Saat aku berbalik arah, aku lihat jari telunjuk Andy bergerak, dan aku langsung segera memanggil dokter dan dokter menyuruhku untuk menunggu diluar karena ia akan memeriksa keadaa andy.


Reina yang saat itu terduduk lemas langsung berdiri dan kami berpengangan tangan Karena takut terjadi hal yang sangat sangat tidak kami inginkan.


Hampir setengah jam sudah kami menunggu di depan ruangan ICU tetapi tidak ada juga tanda dokter keluar dari sana, aku dan Reina semakin dibuat khawatir oleh keadaan.

__ADS_1


Reina tak henti-hentinya memelukku dan aku memberikan semangat pada Reina meski diriku sendiri sangat lelah dan ingin sekali ambruk dari posisiku yang tengah berdiri sekarang.


.


.


.


.


.


.


Setelah sekian menunggu akhirnya dokter keluar dari ruang ICU.

__ADS_1


"Alhamdulillah mbak, Pasien sudah melewati masa kritisnya sungguh ini keajaiban luar biasa" ucap sang dokter.


__ADS_2