BUCIN MAKSIMAL

BUCIN MAKSIMAL
BONUS CHAPTER 1


__ADS_3

Andy duduk di samping istrinya dan ia sama sekali tak memalingkan pandangannya dari wajah Dira istrinya.


"Sayang, kau sangat cantik" ucap Andy sambil mengelus pipi dira dengan begitu lembut.


"Apaan sih mas, lihat tuh Radit liatin kita" ucap Dira sambil sedikit menjauh dari suaminya namun Andy sama sekali tak membiarkan Dira menjauh, ia bahkan semakin mendekatkan tubuh nya pada Dira.


"Sayang, kau ini" ujar Dira dengan begitu malas.


Radit sibuk bermain pasir dengan truk pengangkatnya, ia sama sekali tak menganggu kemesraan Ayah dan Bunda nya.


"Anak kita aja Peka sayang kalau kita kita berdua lagi butuh momen yang seperti ini" ujae Andy.


"Jangan mesum di depan anak kita sayang, aku tidak ingin dia mengikuti jejak buruk ayahnya" Ujar Dira dengan begitu malasnya meladeni suaminya.


"Kau bilang apa barusan, sayang aku ini hanya mesum dengan dirimu saja, itu sah. Kamu kan istriku" ujar Andy membela diri.


"Pandai banget deh ngelesnya kamu" ucap Dira kemudian.


Mereka saling berpelukan dan Andy berinisiatif untuk memberikan ciuman hangat di pipi dira terhenti oleh tangan Radit yang menarik ayahnya.


"Ayah, jangan cium Bunda. Ini bunda yadit" ucap Radit sambil menyeruak ditengah keduanya.


Dira terkekeh geli melihat Andy yang seketika manyun karena gagal mencium istrinya.


"Anak ayah yang ganteng, jangan nakal dong. Ayah pengen berduaan sama Bunda" ujar Andy berusaha membuat putranya mengerti.


"Yadit gak mau ayah, Ini bunda yadit" ujar Radit langsung memeluk bundanya.


"Tapi Bunda itu kan istri Ayah" ujar Andy memelelas pada Anaknya.


Dira yang melihat adegan anak dan ayah itu hanya menggelengkan kepalanya saja.


"Yuk masuk ke dalam, Bunda udah masak lo" ucap Dira sambil menggandeng anak dan suaminya.


"Ihh istrinya ayah perhatian banget sih" ujar Andy sambil memeluk istrinya.


"Ihhhh Bunda nya yadit baik banget" ucap Radit menirukan ucapan Ayahnya, sedangkan Andy dan Dira tertawa melihat Radit yang terus saja mengikuti semua yang ayahnya lakukan.


Kemudian semua nya makan bersama dimeja makan, dan tak ada yang berbicara sedikitpun, karena sudah menjadi aturan dalam keluarga mereka jika makan harus serius dan tidak boleh bercanda.


"Ayah...Yadit mau esklim" ucap Radit sambil memegang tangan sang ayah.


"Tapi kamu anaknya Bunda, minta sama Bunda dong." ujar Andy sambil memandang kearah lain.


Ia mengerjai anaknya dengan berpura-pura merajuk.


"Bunda... mau gak beliin yadit esklim" ucap Radit sambil mendekati sang Bunda.


"Huu dasar anaknya bunda, gak dapat dari Ayah baru ke bunda ya" ucap Dira sambil mencubit gemas pipi Radit.


Sedangkan Andy terkekeh melihat tingkah kecil Radit.


"Sayang, radit kan udah besar nih sekarang udah 5 tahun, gimana kalau kita buat dede aja buat Radit. Biar dia ada temannya kalau mau main" ucap Andy.


"Buat ngomong apasih kamu Mas, jangan aneh-aneh deh, aku masih trauma tau" ucap Dira memanyunkan bibirnya.

__ADS_1


"Kamu mah selalu aja gitu sayang, melahirkan trauma kok buatnya engga" ucap Andy Yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Dira.


"Ayah, Bunda. Aya beli esklim" ajak Radit yang sedari tadi menunggu ayah dan Bunda nya.


"Uluh... sayang nya bunda dan ayah nungguin yah" ucap Andy yang langsung menggendong putra semata wayang nya tersebut.


Kemudian keduanya berjalan keluar rumah dan menaiki mobil, lalu pergi mencari eskrim yang sedari tadi di inginkan oleh putranya tersebut.


Setelah lima belas menit kemudian, mereka sampai di sebuah mini market. Radit dan ayah nya sibuk memilih eskrim yang di inginkan keduanya.


"Ayah, liat nih. Yadit ingin ini semua Ayah" ucap Adit sambil menggenggam eskrim di kedua tangannya.


"Sayang, jangan banyak banyak, nanti giginya rusak kalau kamu makan eskrim terus" ujar Andy.


"Pokoknya Yadit ingin ini semua" ucap Radit sambil berkacak pinggang dan menatap ayah nya dengan kekesalan.


Andy kemudian menarik nafas kasar, dan akhirnya ia membiarkan anak nya mengambil seluruh eskrim yang di inginkan oleh Radit.


.


.


.


🌻🌻🌻🌻🌻


"Aw" teriak Dira saat ia baru saja merasa menabrak seseorang di depannya.


"Rere" teriak Dira sambil memeluk sahabat yang sudah lama tak ia temui.


"Biasa aja dong Re liatnya" ujar Dira malu malu.


"Ah elu Ra, sok malu-malu deh" ucap Rere sambil tertawa melihat tingkah konyol Dira.


Kemduain keduanya sambil bencengkrama dan tertawa sambil memilih bahan makanan.


"Mama" panggil seorang gadis kecil yang sangat lucu dengan kedua rambutnya di kepang menjadi dua.


Refleks Dira menoleh pada arah suara, dan gadis kecil itu menghampiri sahabatnya Rere.


"Anak mama, kok nyusulin kesini sayang" ucap Rere sambil menggendong anaknya yang saat ini berusia 4 tahun.


"Dia bareng sama aku kok sayang" ucap Rendy yang baru saja muncul.


Kemudian Dira dan Rendy saling menatap, keduanya tak menyangka mereka akan bertemu kembali setelah perpisahan 6 tahun silam terjadi.


Cukup lama mereka berdua bertatapan, hingga suara deheman membuyarkan tatapan keduanya.


"Ehem." ujar Andy yang baru saja menghampiri Dira bersama dengan Radit.


"Eh, kamu mas. Gimana udah selesai belum beli eskrim nya" ucap Dira.


Andy hanya menganggu kan kepalanya saja tanpa menjawab.


"Mama, Tania mau itu" tunjuk Tania pada eskrim yang di genggam erat oleh Radit.

__ADS_1


"Kamu mau ya sayang?" tanya Dira pada Anak sahabatnya itu.


Tania hanya mengangguk kan kepalanya dan terus saja melihat eskrim yang digenggam Radit.


"Radit, kasih dong eskrim nya sama Tania" ujar Dira pada anak semata wayangnya.


"Ini punya Yadit Bun, Yadit mau ini semua" ucap Radit dengan mata berkaca kaca.


"Oh tidak, baiklah Tania sayang. Ayo kita beli saja." Ucap Rere sambil melihat box yang berisikan eskrim, namun sayang eskrim nya sudah habis dibeli oleh Radit dan Andy.


"Yah, eskrim nya sudah habis sayang. Besok saja ya" ucap Rere pada Tania.


"Huaaaaaaaaa. Tania mau eskrim ituuuuu" tangis Tania sambil menunjuk eskrim yang di genggam Radit.


Sedangkan Radit semakin menggenggam erat eskrim nya tersebut.


"Sayang, kasih dong Tania. Lihat tania nya nangis" ucap Dira membujuk putranya tersebut.


"Ada, salatnya Bun" ucap Radit.


"Apa sayang syaratnya?" tanya Dira kemudian.


"Tania harus mau berteman dengan Yadit" ucap Radit dengan serius.


"Hayooo. gimana Tania mau gak temenan sama kak Radit" tanya Rere pada Tania.


Tania pun mengangguk dengan cepat, dan itu membuat para orang tua tertawa.


Kemudian, Radit memberikan eskrim tersebut pada Tania dan ia juga langsung merangkul Tania.


"Modus banget anak Lu, Ndy" ucap Rendy sambil kesal.


"Ye.. Anak Lu aja yang mau" ucap Andy tak kalah kesal.


Sedangkan Dira dan Rere hanya tertawa saja melihat kekonyolan keduanya.


"Wah, bakal besanan nih kita Dir" ucap Rere.


"OGAH.!" Ucap Andy dan Rendy bersamaan.


.


.


.


.


.


***Holla guys, Author datang lagi dan memberikan Chapter bonus untuk cerita Andy dan Dira.


Ada yang kangen gak ya sama Author?


Yuk komentar dibawah ya.

__ADS_1


Selamat menunaikan ibadah puasa sayang-sayangnya Author***.


__ADS_2