BUCIN MAKSIMAL

BUCIN MAKSIMAL
BAB 18


__ADS_3

Hari ini aku sangat malas sekali bergerak dari ranjang ku, ingin rasanya seharian aku mengecas mataku. Tetapi aku harus tetap kuliah pagi ini, karena aku ingin segera tamat dan lanjut bekerja. Karena aku sudah sangat bosan kuliah, apalagi itu disebabkan oleh hubungan ku dan Andi yang renggang.


Setelah aku putus dengan nya seminggu yang lalu Hingga detik ini pun aku tak pernah melihatnya. Hatiku sungguh bertanya-tanya kemana dia. Ingin rasanya aku menemui nya di apartemen nya tetapi aku tidak ingin menurunkan harga diriku dengan menemui nya disana, karena sudah jelas aku yang mengakhiri hubungan dengannya saat itu.


Aku larut dalam pemikiran ku dan selalu terbayang akan kebersamaan ku dengan Andi, andai saja ia masih disini dan tidak mengkhianati ku seperti itu. Mungkin aku adalah manusia yang paling bahagia di dunia ini, "Oh tuhan tambahkan lah hatiku menerima kenyataan yang begitu pahit ini, semoga kau hadirkan kebahagiaan untukku dikemudian hari" gumam ku dalam hati.


Kemudian aku berangsur ke kamar mandi dan membasuh diriku berendam di dalam bahtub. Dan kurasakan dinginnya air. Setelah setengah jam berendam kemudian aku keluar dari kamar mandi dan memasang baju ku dan aku sarapan pagi.


Aku memang tidak pernah ketinggalan sarapan pagi, dan aku sudah terbiasa akan hal itu. Apalagi aku memang tidak boleh telat makan karena riwayat penyakit asam lambung ku.


Ah aku kembali mengingat Andi yang selalu saja membawakan ku sarapan pagi dan menyuapi ku kemudian kami pergi bersama sama pergi ke kampus. "Jujur saja, aku sungguh merindukan mu" kataku sambil memegang foto andi. Foto itu ku ambil saat aku dan Andi sedang berada di taman dan dia bermain gitar saat itu.


Kemudian dengan malas aku berangkat ke kampus, entah Mengapa aku begitu malas untuk bergerak hari ini, rasanya aku ingin berdiam diri saja di kamar dan bersahabat dengan guling ku.


Aku pergi meninggalkan apartemen ku dan segera mengendarai mobil dengan begitu laju, sungguh aku sama sekali tak ingin kuliah hari ini. Tapi bagaimana jika nanti aku ketinggalan pelajaran, keadaan yang seperti ini memang sungguh membosankan sekali.


"----"


Setibanya dikampus, aku masih menekuk wajahku, karena memang hari ini aku kuliah dengan keterpaksaan, aku tidak sungguh-sungguh dalam belajar, bahkan aku tidak mendengar kan apa yang dijelaskan oleh dosen ku.


Kak Rendy sudah menunggu ku di taman tempat biasa kami bertemu, aku hanya memandang jenuh wajah ku, sedangkan dia begitu manis sekali tersenyum padaku.


"Itu muka masih aja ditekuk, jelek ntar baru tau rasa kamu Dir" kata kak Rendy.


"Sudah lah kak, jangan membuat ku semakin kesal, aku sedang bad mood sekarang" kataku sambil duduk di samping kak Rendy yang masih heran dengan sikap ku.

__ADS_1


"Yaudah deh dari pada kamu ngomel melulu, mending sekarang ikut aku yuk, kita beli ekrim kesukaan kamu aja gimana" kata kak Rendy dengan girang dan menatapku sambil mengedipkan matanya.


Awalnya aku menolak untuk ikut dengan kak Rendy karena memang aku sedang ingin sendirian saat ini, hidup ku benar-benar hampa dan habar rasanya jika tanpa Andi.


Ah bodohnya aku ini, apa sebegitu besarnya pengaruh kehdarian Andi dalam hidupku, aku tidak boleh begini, aku harus bisa mengendalikan perasaan ku pada Andy, bukan aku yang dikendalikan oleh perasaan ku sendiri.


"Dira, jangan bodoh dir, kamu Ga boleh lemah hanya karena lelaki seperti itu, lelaki yang dengan tega mengkhianati mu di depan matamu sendiri" kataku kembali mengumpat diriku sendiri serta merutuki kebodohanku


Kemudian, sampai lah aku dengan kak Rendy di cafe dan aku memesan 3 cup eskrim sekaligus, membuat kak Rendy bergidik ngeri padaku namun sekaligus senang karena akhirnya mood ku kembali mulai membaik.


"Dasar ya perempuan, ketika lagi gak mood makan nya kayak kerasukan gitu" kata kak Rendy sambil mengacak-acak rambutku dengan begitu gemas.


"Kau ini selalu menyebalkan kak, jadi tidak ikhlas nih membelikan aku semua ini? kalau tidak ikhlas lalu mengapa mengajak diriku kesini" kata ku dengan penuh penekanan dan rauy wajah merah padam.


Dia tertawa dan bahkan lebih keras dari biasanya, Astaga apa dia menyadari jika jantung ku ini berdetak diluar normal, kataku dalam hati.


Kami mulai kembali menikmati pesanan kami, dan terdengar suara musik yang sangat romantis. dan tatapan ku bertemu dengan tatapan kak Rendy, dia tersenyum melihat ku, aku hanya diam saja berpura pura tidak mengerti maksudnya.


"Mau berdansa dengan ku?" kata kak Rendy menatapku.


"Aku tidak pandai berdansa kak" kataku jujur.


"kau ini polos sekali, ayo ikut aku, aku ajari berdansa" katanya sambil meledekku.


Aku mengikuti nya dan kamipun berdansa. Awalnya memang aku terlihat begitu kaku, namun lama kelamaan aku terbiasa.

__ADS_1


Tapi jujur saat kamu sedang berdansa, aku bahkan tidak berani menatap wajah kak Rendy, padahal sudah jelas aku merasa bahwa kak Rendy terus menatapku dengan maksud yang tidak biasa aku artikan sama sekali.


Aku hanya terus menundukkan pandanganku dari kak rendy, aku benar-benar tidak sanggup menatap dirinya. Sungguh hatiku pun ikut berdegup kencang saat ini.


Sedangkan Rendy terus saja memperhatikan diriku yang kaku dan terus menunduk.


Perlahan kak Rendy menyentuh dagu ku dan menaikkan nya, hingga saat ini aku berada tepat di depan wajah kak Rendy.


Aku memandang lekat wajah kak rendy, sungguh hati ini tak karuan, melihat wajah tampan kak Rendy yang membuat hati begitu adem.


Cukup lama aku dan kak Rendy saling pandang, hingga aku kembali memalingkan pandangan ku dari kak Rendy.


Kemudian, aku melepaskan tubuhku dari kak Rendy dan kembali ke tempat duduk ku, begitu juga kak Rendy yang langsung menyusul dibelakang ku.


" Gimana, Apa masih bad mood juga sekarang" tanya kak rendy.


" Sudah tidak kak. " ucap dira sambil kembali menikmati eskrim kesukaan nya.


" Ehmm, Ini enak sekali kak. ayo kakak coba " ucap Dira yang langsung menyuapi eskrim nya pada Rendy.


Awalnya rendy menolak nya, tetapi karena Dira memaksa akhirnya ia menerima suaoan dari Dira.


Dira kemudian tersenyum, dan kembali membayangkan dirinya bersama Andy di tempat ini. Namun semuanya sudah berubah. Karena saat ini, Andy bukan lah kekasih dirinya.


Dira bertekad untuk segera melupakan Andy, ia tak ingin terjebak dalam masa lalu nya lagi.

__ADS_1


__ADS_2