BUCIN MAKSIMAL

BUCIN MAKSIMAL
BAB 9


__ADS_3

Sesampai nya di apartemen aku hanya tetap diam dan tidak menghiraukan nya, kemudian aku merebahkan diriku di ranjang.


Aku melihat Didi masih menunggu ku diruang tamu. Namun aku tetap diam tanpa sama sekali mengkhawatirkan dirinya.


Tidak lama kemudian aku keluar daei kamar ku untuk mengambil air minum, karena memang cuaca begitu panas. Aku jadi sangat haus saat ini.


Aku berjalan kedapur dan membuat jus jeruk untuk diriku. Kemudian duduk di sofa dan menyalakan televisi. Aku masih tidak menghiraukan nya yang menatapku namun tetap dalam mode diam.


hampir limas belas menit kami sama sama diam, tanpa ada yanh ingin kembali membuka pembicaraan.


Akhirnya dia pun menarik nafas kasar dan kemudian mulai membuka pembicaraan.


"Sayang, kenapa kau diam? apa lagi salahku, kenapa jadi kau yang marah seperti ini, Harusnya aku yang marah" Kata Didi dengan raut wajah yang ditekuk.


"Aku tidak marah padamu, aku biasa saja" kataku tetapi tetap fokus dengan televisi yang aku tonton saat ini.


"Sejak kapan kau jadi pembohong hah? ada apa sayang, bisa kah kita bicara baik-baik" katanya lemah lembut berharap semua masalah yang terjadi saat ini dapat diselesaikan dengan kepala dingin.


Akupun menarik nafas dan membuangnya dengan begitu kasar, rasa sesak di dadaku saat ini benar benar tidak dapat ku bendung.


Bisa-bisa nya ia tidak menyadari kesalahan yang ia lakukan hari ini, Sungguh aku tak Habis pikir dengan yang ada di pikiran nya sekarang.


Kemudian aku dengan begitu terpaksa mulai mau berbicara.


"Baiklah, katakan cepat " kataku cuek.


"Ayolah sayang, sampai kapan kau akan mendiamkan aku begini" kata Didi yang terus saja memohon padaku.


"Sampai kau tidak lagi dekat dengan wanita itu, kau tau kan aku tidak menyukai nya tetapi Kau malah dekat-dekat dengan nya, jelas saja aku emosi" kata ku mengeluarkan amarah yang sedari tadi ku bendung.

__ADS_1


"Tapi sayang, aku pun sama dengan mu, Aku cemburu melihat mu bersama lelaki itu" katanya mulai kesal.


"Kamu apa apa an sih, aku sama kak Rendi itu hanya teman saja tidak lebih, kau ini menyebalkan sekali" kataku emosi dan mulai berdiri untuk meninggalkan dirinya di rumah tengah.


Andy kembali menarik pergelangan tanganku hingga aku terhempas kedalam pangkuannya.


"Baiklah sayang, maafkan Didi ya sudah membuat Rara kesal, kita baikan sayang? " katanya berharap jika aku akan memaafkan nya.


Aku memang tidak tega melihatnya kerap kali memohon padaku, setiap ada masalah Didi memang selalu terlebih dahulu mecoba memperbaiki keadaan. Karena jika tidak ada yang mengalah maka hubungan aku dan Andy akan berada di ujung tanduk.


Aku dan Andi pun berbaikan, aku kemudian bercerita padanya tentang hal yang terjadi tadi siang. Sesekali dia mencium dan memeluk ku. Aku merasa kurang nyaman dengan keadaan seperti ini, hingga aku tidak ingin mengambil resiko, dan langsung mendorong Andy begitu saja.


"Didi pulang lah, aku ingin istirahat boleh? " kataku menatapnya.


"Tapi aku masih rindu padamu Ra. Mengertilah" katanya dengan nada memelas padaku.


"Huh yah sudah baik lah, aku tidak akan menyuruh mu pulang, istirahat lah disini. Nanti malam atau lusa kau bisa pulang ke rumah mu" aku memalingkan wajah dan menatap hal lain.


Aku hanya membalas pelukannya lagi pula sekarang aku pun merindukan nya karena sudah beberapa hari sibuk di sekolah membuat ku jadi sulit untuk menghubungi nya. Tetapi seperti nya ia tetap sabar menunggu ku.


Itulah yang membuat diriku begitu kagum pada sosok Andy yang sama sekali tak pernah protes dengan kegiatan yang aku lakukan.


Andy selalu saja memahami dan bahkan ia selalu mensuport apapun kegiatan ku, membangkitkan semangat ku yang menurun. Andy benar-benar Suami idaman.


*Sore hari kemudian.


"Yang, aku pengen ketaman ni udah lama banget ga kesana, ayo temani aku yang" ucap ku dengan Segitu manjanya.


"Baiklah sayang, sekarang bersihkan dirimu lalu kita pergi sesuka kita, dan aku akan membawa ku ketempat yang begitu ramai dikunjungi orang.

__ADS_1


Wah apa ini, wah cantik sekali ya , aku sungguh kagum dengan hal yang aku lihat saat ini.


Ia kemudian membawaku ketempat yang ada kolam dan bunga, kemudian ia mengambil satu bunga dan menyemangat kan nya di telingaku.


Aku dan Didi terus saja berjalan jalan sampai aku begitu puas dengan ini. Sampai aku lupa dengan tugas ku yang harus aku selesai kan malam ini juga.


Kemudian Didi berniat untuk mengantarkam diriku pulang, Aku yang terus saja menggandengnya dengan begitu manja membuat Andy terkekeh geli.


Kemudian kami berlalu begitu saja menuju keluar dari area taman berada. Andy bertemu dengan teman-temannya, saking asiknya Andy beserta teman temannya pergi berjalan-jalan dan tanpa disengaja meninggalkan Aku sendirian, ahhhh aku lagi-lagi ditinggal oleh diri" ucap ku dengan kesal.


Lalu dari kejauhan ku lihat ada perempuan yang ingin menyapa dan melambaikan tangan nya pada Didi. Namun siapa sangka Didi justru membalas lambaian tangan wanita yang bahkan aku tidak kenal.


Aku hanya mendengus kesal saja. Dia emang tidak akan berubah. Dia akan tetap ata keranjang.


Dasar lelaki, tidak bisa melihat yang bening sedikit. Ingin rasanya diriku memberikan pukulan tepat di matanya itu. Agar dia tak bisa melirik wanita lain lagi.


Dan aku sangat yakin setelah itu takkan ada lagi wanita yang akan mengejar dirinya, bahkan bisa jadi aku wanita satu-satunya yang menerima dirinya apa adanya.


Dasar aku, terus saja berfikir sadis, bahkan untuk melakukannya saja aku sama sekali tidak memiliki keberanian.


Aku memang bodoh sekali berfikir seperti itu, tapi itu semua adalah cara ku untuk melampiaskan kekesalan ku pada Didi.


Menyumpah Serapahi Didi membuat diriku sedikit tenang. Meski aku yakin bahwa ucapan ku ini sangat salah.


Bahkan seharusnya aku tidak boleh mengatakan hal yang bukan-bukan tentang didi. Atau semuanya akan menjadi kenyataan. Karena ucapan merupakan doa.


Sering Kali aku beristighfar setelah menyumpah serapah didi agar ucapan ku yang sembrono itu tidak menjadi kenyataan. Karena bagaimana pun juga, Andy akan menjadi suami ku.


Begitulah hayalan ku saat ini, Aku ingin segera menikah dengan Andy agar diri ini bisa memiliki Andy seutuhnya. Tetapi Aku tak bisa seegois itu, karena cita-cita dan perjalanan hidup Andy masih panjang, Aku tidak ingin menjadi penghalang bagi Andy untuk segera menggapai cita-cita nya.

__ADS_1


"Lelaki Menyebalkan Tapi Aku begitu menyayangi nya" ucapku memandangnya dari kejauhan


__ADS_2