
Semua masih terasa mimpi bagiku, kedua orang tua Andy meminta aku dan Andy untuk segera menikah.
Hatiku terasa dag Dig dug, mendengar pernyataan itu, aku melihat ke arah Andy, ia pun tak kalah terkejutnya dibandingkan aku.
"Kami hanya ingin Andy bahagia, penyakit yang di derita Andy dahulu membuat kami sadar penting nya Andy bagi kami berdua, selama ini ayah dan ibu hanya sibuk mengejar harta sampai tidak memperhatikan anak kami sendiri, kami ingin membahagiakan nya dengan menikah kan nya dengan mu Dira, kami tau bahwa dengan bersama mu maka Andy akan bahagia" kata ibu Andy.
Andy menangis dan memeluk ibunya, ia tidak percaya bahwa ibunya melakukan semua ini demi kebaikan nya, aku masih terkejut dengan ini semua sehingga aku hanya diam membatu saja.
Aku melihat kearah Reina yang raut wajahnya sudah berubah seperti tidak suka padaku, tapi aku bisa apa jika sudah begini, aku tidak munafik bahwa aku begitu bahagia Akhir nya bisa menjadi calon istri Andy yang selama ini aku harapkan.
Andy menoleh pada ku dan tersenyum, aku melihat kebahagiaan nya, tetapi aku merasa bersalah pada Reina, bagaimana aku bisa ikut bahagia diatas penderitaan Reina.
Kemudian Reina menatapku dengan sinis dana seperti ingin menerkam ku saja, aku hanya diam menunduk. Aku tau apa yang Reina rasakan sekarang, aku merasa semakin bersalah saja.
__ADS_1
"Dir, gue jujur gue gabisa ngelepaskan Andy, gue sayang sama Andy, tapi kalo om dan Tante udah ngerestui hubungan kalian gue bisa apa" kata Reina sambil menghapus air mata nya, kemudian Reina memeluk ku, aku pun membalas pelukan Reina.
"Maafin gue Rei, gue emang perempuan yang gak sadar diri, harusnya elo yang bahagia sama Andy, bukan gue Rei" kataku masih memeluk Reina.
"Husst, udah jangan sedih dong, kan Lo udah mau bahagia sekarang jadi jangan sedih-sedih lagi" kata Reina menghapus air mataku.
kemudian Reina tersenyum pada andy, dan kemudian ia mendekatkan aku dan andy.
"Makasih ya Reina Lo udah jadi temen gue yang nemenin gue dalam suka dan duka makasih untuk 8 bulan terakhir udah selalu ada buat gue" kata Andy menahan air mata nya untuk jatuh.
Kemudian Andy memeluk Reina, "Gue sayang sama Lo sebagai sahabat gue, kalo ada kesusahan apapun Lo jangan sungkan bilang sama gue ya" kata Andy menatap Reina kemudian Reina pun mengangguk kan kepalanya.
Sungguh hatiku teriris tapi mau bagaimana lagi, aku tidak mungkin egois disaat yang seperti ini. apalagi Reina sudah berbaik hati ingin melepaskan Andy bersamaku.
__ADS_1
Reina pamit pada kami berdua, kemudian diruangan hanya ada aku dan Andy.
Andy mengenggam tangan ku dan sesekali memberi kecupan di keningku dan kemudian ia memeluk ku dengan begitu erat.
" Gue sayang sama Lo Rara" kata Andy.
"Lo panggil gue Rara? udah lama banget gue gak dipanggil dengan nama itu" kata Dira sedih.
"iya Rara, kamu akan selalu menjadi Rara yang menjadi ratu di hatiku" kata Andy.
Kemudian aku dan Andy saling berbincang untuk hubungan kami kedepan nya.
Rencananya seminggu lagi, Andy dan kedua orang tuanya akan datang kerumah ku untuk membicarakan perihal pernikahan ku dan Andy, aku segera menghubungi kedua orang tua ku untuk segera kembali ke Indonesia dan akhirnya penantian kami selama ini akan segera berakhir.
__ADS_1